Agama Hindu mengenal adanya supremasi tunggal. --- In [email protected], "sunny" <ambon@...> wrote: > > Anda mengerti ataukah memaksa orang menerima pengertian yang tidak benar? > Mana bisa Tuhan itu Esa bagi orang beragama Hindu. Kepercayaan tidak > membutuhkan kebenaran. > > ----- Original Message ----- > From: suryana > To: [email protected] > Sent: Monday, June 06, 2011 5:51 PM > Subject: Re: [proletar] Pancasila Rumah Kita > > > > Kang Ambon mana ngerti Pancasila ?, lha Ambon saja di tinggal kan, dan malah > mendukung untuk merdeka pula. > Sayang memang banyak WNI tidak pernah ngeh mengapa bisa ada NKRI, mengapa > tidak RIS maupun terpecah. > > Di kampung sebelah ada sebuah oretan yang menarik, mengenai kata " Budak " > Bila kita melihat kata budak di luar kontek NKRI, maka budak adalah slave, > sedang untuk Indonesia istilah Budak bukanlah slave, melainkan anak ( > sunda ), demikian juga sahaya yang sekarang umum menjadi saya, yang > menyatakan kerendahan hati, dan apakah di jaman kerajaan kerajaan Indonesia > ada budak seperti halnya di kerajaan kerajaan timur tengah, europa ?, > siapakah yang memperkenalkan 'budak' ke Indonesia ? > > sur. > ps. > Mohon dengan sangat didalam menghayati Pancasila janganlah dengan memakai > nomor urut, karena hakekat Pancasila bukanlah berdasarkan urutan 1 sd 5, > melainkan tergantung situasi dimana saat itu sedang berada. > ----- Original Message ----- > From: "ajeg" <ajegilelu@...> > > > > > Kalau Sila-1 diinterpretasi macam-macam ya itu > > salahnya yang menginterpretasi, kenapa tuhan > > diinterpretasi macam-macam, bahkan harus bergantung > > corak agamanya. > > > > Mayoritas penduduk di nusantara yang menganut > > animisme / dinamisme sekalipun, mengenal dan percaya > > adanya kekuasaan di luar dirinya yang berpengaruh > > atas kehidupannya. Sekurangnya, percaya bahwa dia > > tidak punya kuasa apapun atas kelahiran & kematiannya. > > Dalam Pancasila, kuasa itulah yang difalsafahkan > > sebagai 'tuhan'. > > > > Kamu sendiri gimana mbon, percaya bahwa kamulah yang > > menentukan kelahiran & kematianmu? Kalau percaya > > seperti itu, maka bolehlah berbangga sebagai atheis. > > > > Sayangnya mayoritas manusia pasti nggak percaya kamu > > bisa menentukan sendiri kelahiran serta kematianmu. > > Dan, bagi yang percaya demokrasi, sudah pasti suara > > mayoritaslah yang harus didahulukan. > > > > Tapi jangan khawatir, penerapan Sila-1 itu secara hukum > > sudah ditetapkan dalam Pasal 29 ayat 2 UUD'45 yang > > menjamin penduduk untuk memeluk agama dan 'KEPERCAYAAN- > > nya'. > > > > Artinya, tidak memeluk agama apa pun ya nggak masalah > > selama dia PERCAYA adanya kekuasaan di luar dirinya yang > > berpengaruh atas kehidupannya. > > > > > > --- "sunny" <ambon@> wrote: > > > >> Kalau sila pertama Pancasila berbunyi "Kebebasan beragama" maka > >> semua pihak akan untung, tidak ada macam-macam interpertasi tentang > >> ketuhanan yang maha Esa. Ambil saja di Indonesia ada agama Kong Fu > >> Chu, Hindu, Buddha mereka mempunyai agama yang tidak mengenal > >> Ketuhanan Yang Maha Esa, apalagi kaum atheis atau anisme. Serahkan > >> saja kepada masing-masing orang, mau percaya atau tidak, sebab > >> kalau Allah itu penguasa alam semesta, maka Allah yang menentukan > >> bukan si penghobat tentang tidak benarnya agamaa orang lain. > >> > >> Seperti di USA kebebasan beragama dijunjung tinggi, dan oleh sebab > >> itu semua agama termasuk percaya setan pun tentu saja ada. > >> > >> Jadi kalau kebebasan beragama ada tidak ada kejadian seperti kaum > >> Ahmadiah disikat dan AlQuan yang sama dengan kaum penyerang pun > >> dibakar. > >> > >> ----- Original Message ----- > >> From: suryana@ > >> > >> > Pancasila rumah kita, rumah untuk kita semua > >> > nilai dasar Indonesia, rumah kita selamanya > >> > untuk semua puji namanya > >> > untuk semua cinta sesama > >> > untuk semua wadah menyatu > >> > untuk semua bersambung rasa > >> > untuk semua saling membagi > >> > pada setiap insan > >> > sama dapat sama rasa > >> > > >> > oooh Indonesiaku > >> > oooh Indonesia > >> > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] >
------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
