So solusi nya apa dong ?. Saat ini Obama sudah melakukan satu solusi yaitu dengan membuat perang di mulai di afrika sampai timur tengah, sayang hasilnya tidak sesuai dengan target, dimana perangnya bukan perang frontal semodel perang terakhir Afganisthan dengan melawan komunisme, melainkan perang gerilya, sehingga produksi alustista dan perbekalan tidak membuat pabrik pabrik bergerak cepat, Membuat perang di Libya pun ternyata hanya main lempar petasan untuk Amerika......cetak uang ?, lha nilainya semakin kedodoran akibatnya tambah jeblok lagi produknya, karena labor cost sudah kadung tinggi.
Sedang RRC malah maju nya cepet banget sampai sampai jumlah mobil yang dijual selama setahun di china, sama dengan menjual mobil di Indonesia selama puluhan tahun ( tahun lalu 18 juta unit, sedang Indonesia palingan 500 ribu unit ), punya data jumlah mobil terjual di Amerika tahun lalu ? ( mobil kita asumsikan produk kelas atas ), belum bila kita kembangkan ke produk semisal bier ( arak di china ), diperkirakan sekian milyar gallon pertahun, sepertinya 1 europa juga kalah deh dalam hal minum biernya. Indonesia untuk makro menunjukan arah positif, sayangnya masih butuh beberapa waktu lagi untuk bisa sampai ke level mikro ( moga moga si presiden "bereset"/borangan"/ sunda artinya penakut ) gak jatuh di 2012, saat ini sedang dicoba untuk di goyah, sampai sampai muka sby dah mulai kusut. Dan yang paling menyebalkan infrastruktur Indonesia tidak banyak berubah, kurang cepat gerakannya, padahal bila cepat gerakan didalam membangun/memperbaiki infrastruktur aku yakin ekonomi mikro nya akan bergerak cepat juga. sur. ps. Mengenai wallstreet dengan mainan saham, sebenarnya sudah aku duga di sekitaran tahun 2000 an, dimana orang diluar Amerika bisa membeli property di Amerika dan mendapat kan hasilnya bila perumahannya sudah selesai dan laku dijual ( seingatku di era clinton ), dan banyak orang Indonesia ikut main ( mirip saham ), dan memang ada beberapa orang untung, dan entah mengapa mendadak game gelo tersebut hilang begitu saja, padahal itu waktu properti belum ambruk, hanya aku ogah ikutan karena dibenakku bisnis geblek, beli rumah di amerika entah dimana, dijual diamerika oleh penjamin, bila tidak laku rumah disewakan, jadi pasti uang kembali, lha apa bedanya dengan main saham di Hongkong ?, saham sekian dollar hk, perusahaannya entah dimana di ubek ubek ternyata cuma flat doangan, itu juga isinya 1 keluarga. ----- Original Message ----- From: "Habe Proletar" <[email protected]> Awal krisis dimulai oleh bank regulations bikinan Carter namanya DIDMCA tahun 80 an' yang bikin bank bank non depository rame rame melahap bisnis real estate alias menjadi spekulan Reagan juga ngga ikutan bersalah lantaran menandatangani ARM atas desakan demokrat tapi kesalahan paling fatal adalah oleh Clinton the BJ president yang memaksa dan mengancam bank untuk ngasih loan sama orang miskin kalau ngga bank ini kena denda Why would banks make such risky loans? The answer is that the Clinton administration pressured the banks to help poor people become homeowners, a noble liberal idea. Also the Clinton Justice Department threatened banks with lawsuits and fines ($10,000 per application) for redlining (discrimination) if they did not make these loans. Also ACORN (Obama’s community service organization) was instrumental in providing borrowers and pressuring the banks to make these loans. Krisis ekonomi di Amerika tidak seperti kebanyakan orang sangka, bukan lantaran Bush, perang Irak, Afganistan, barang import dari Cina atau mensubsidi Belanda bayarin welfare si Juspik untuk leha leha http://www.aim.org/guest-column/the-cause-of-the-2008-financial-crisis/ ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
