untuk mengerti solusinya mesti mengerti lebih dalam penyebab krisis amerika dan seluruh sektor yang mengikutinya.
krisis amerika disebabkan orang2 menukarkan dolar dengan rumah, baik pribadi maupun bank. penukaran diharapkan semua orang bisa memiliki rumah dan lebih nyaman dalam bekerja, tetapi kenyataan harga pembuatan rumah semakin tinggi sedangkan harga rumah yang dijual harus tetap murah, akhirnya dolar pun harus dimurahkan. gambaran transaksinya mungkin seperti membeli emas. 1. orang2/bank 2. membeli emas 3. menukarkan rupiah dengan emas 4. harga emas turun 5. orang tetap memegang emas dengan berharap harga emas naik supaya bisa ditukar kembali dengan rupiah yang tinggi dalam kasus properti, orang2 dan bank sudah menukar dolar dengan rumah dengan harapan harga rumah akan semakin tinggi. tetapi pada kenyataannya rumah semakin murah sedangkan biaya pembuatan tetap tinggi. efek dari peristiwa ini adalah uang semakin sulit keberadaannya karena sudah berbentuk rumah. otomatis uang semakin sedikit, sedangkan dalam hukum ekonomi jika terjadi kelangkaan maka akan ada kenaikan harga. jadi dalam hal ini dolar semestinya sudah naik. tetapi apabila dolar naik maka rumah akan hancur karena harga rumah sudah terkunci murah. jadi jalan pemerintah adalah menurunkan harga dolar supaya industri tetap berjalan dan seharga dengan rumah. kemudian untuk menutupi kelangkaan dolar maka pemerintah mencetak lagi dolar besar2an, tetapi tetap dengan merendahkan nilai dolar. sekarang dolar sudah rendah dan sudah berjumlah banyak, tetapi produksi masih berbiaya tinggi. itu sebabnya para pengusaha mencari produksi berbiaya rendah, lakukan produksi di cina atau india supaya murah. kemudian didalam negeri lakukan efisiensi besar2an. satu orang bisa mengerjakan dan harus mengerjakan pekerjaan dari 3 sampai 10 orang, bahkan kalau perlu tidak boleh libur, demi atas nama efisiensi. kemudian dari hasil produksi yaitu barang jadi, kalau perlu jual murah. contohnya adalah hibah pesawat f-16 ke indonesia, ini sebetulnya bukan hibah tapi buy 1 get 2. pemerintah indonesia menerima gratis sekian pesawat tapi sesudahnya mesti beli sekian pesawat f-16. obral mesti dilakukan. nah sekarang segala lini sudah dilakukan amerika serikat termasuk diantaranya adalah dimana perang hanyalah salah satu alat untuk melakukan produksi dan memberi makan tenaga kerja. amerika kini mulai meniru china yaitu efisiensi dan berproduksi biaya murah. ke depannya, apabila para kapitalis china mulai masuk ke amerika dan "menggarap" amerika seperti waktu dia di negeri china yaitu biaya tenaga kerja murah, barang murah dan rumah murah, maka bisa jadi amerika akan pulih kembali. ini semua berkat perpindahan uang dari seberang. wall street hanyalah kendaraan untuk memindahkan uang aja, pada ujung2nya amerika tetap akan menjadi negeri kapitalis dimana kapitalisme berdatangan dari segala penjuru untuk menikmati amerika. 2011/6/9 suryana <[email protected]> > > > So solusi nya apa dong ?. > Saat ini Obama sudah melakukan satu solusi yaitu dengan membuat perang di > mulai di afrika sampai timur tengah, sayang hasilnya tidak sesuai dengan > target, dimana perangnya bukan perang frontal semodel perang terakhir > Afganisthan dengan melawan komunisme, melainkan perang gerilya, sehingga > produksi alustista dan perbekalan tidak membuat pabrik pabrik bergerak > cepat, Membuat perang di Libya pun ternyata hanya main lempar petasan untuk > > Amerika......cetak uang ?, lha nilainya semakin kedodoran akibatnya tambah > jeblok lagi produknya, karena labor cost sudah kadung tinggi. > > Sedang RRC malah maju nya cepet banget sampai sampai jumlah mobil yang > dijual selama setahun di china, sama dengan menjual mobil di Indonesia > selama puluhan tahun ( tahun lalu 18 juta unit, sedang Indonesia palingan > 500 ribu unit ), punya data jumlah mobil terjual di Amerika tahun lalu ? ( > mobil kita asumsikan produk kelas atas ), belum bila kita kembangkan ke > produk semisal bier ( arak di china ), diperkirakan sekian milyar gallon > pertahun, sepertinya 1 europa juga kalah deh dalam hal minum biernya. > > Indonesia untuk makro menunjukan arah positif, sayangnya masih butuh > beberapa waktu lagi untuk bisa sampai ke level mikro ( moga moga si > presiden > "bereset"/borangan"/ sunda artinya penakut ) gak jatuh di 2012, saat ini > sedang dicoba untuk di goyah, sampai sampai muka sby dah mulai kusut. > Dan yang paling menyebalkan infrastruktur Indonesia tidak banyak berubah, > kurang cepat gerakannya, padahal bila cepat gerakan didalam > membangun/memperbaiki infrastruktur aku yakin ekonomi mikro nya akan > bergerak cepat juga. > > sur. > ps. > Mengenai wallstreet dengan mainan saham, sebenarnya sudah aku duga di > sekitaran tahun 2000 an, dimana orang diluar Amerika bisa membeli property > di Amerika dan mendapat kan hasilnya bila perumahannya sudah selesai dan > laku dijual ( seingatku di era clinton ), dan banyak orang Indonesia ikut > main ( mirip saham ), dan memang ada beberapa orang untung, dan entah > mengapa mendadak game gelo tersebut hilang begitu saja, padahal itu waktu > properti belum ambruk, hanya aku ogah ikutan karena dibenakku bisnis > geblek, > beli rumah di amerika entah dimana, dijual diamerika oleh penjamin, bila > tidak laku rumah disewakan, jadi pasti uang kembali, lha apa bedanya dengan > > main saham di Hongkong ?, saham sekian dollar hk, perusahaannya entah > dimana > di ubek ubek ternyata cuma flat doangan, itu juga isinya 1 keluarga. > ----- Original Message ----- > From: "Habe Proletar" <[email protected]> > > Awal krisis dimulai oleh bank regulations bikinan Carter namanya DIDMCA > tahun 80 > an' > yang bikin bank bank non depository rame rame melahap bisnis real estate > alias > menjadi spekulan > > Reagan juga ngga ikutan bersalah lantaran menandatangani ARM atas desakan > demokrat > > tapi kesalahan paling fatal adalah oleh Clinton the BJ president > yang memaksa dan mengancam bank untuk ngasih loan sama orang miskin > kalau ngga bank ini kena denda > > Why would banks make such risky loans? The answer is that the Clinton > administration pressured the banks to help poor people become homeowners, a > noble liberal idea. Also the Clinton Justice Department threatened banks > with > lawsuits and fines ($10,000 per application) for redlining (discrimination) > > if > they did not make these loans. Also ACORN (Obamas community service > organization) was instrumental in providing borrowers and pressuring the > banks > to make these loans. > > Krisis ekonomi di Amerika tidak seperti kebanyakan orang sangka, bukan > lantaran > Bush, perang Irak, Afganistan, > barang import dari Cina atau mensubsidi Belanda bayarin welfare si Juspik > untuk > leha leha > > http://www.aim.org/guest-column/the-cause-of-the-2008-financial-crisis/ > > > -- www.davidsilalahi.konsultanasuransi.com ; http://enjoy-hidup.blogspot.com/ Asuransi Allianz terbaik 2010 di Indonesia, INFOBANK: http://www.antaranews.com/berita/1277927039/infobank-umumkan-peringkat-perusahaan-asuransi Allianz, Top 20 The Biggest Company in the world: http://money.cnn.com/magazines/fortune/global500/2010/snapshots/7674.html Allianz, The most Admired Company in the World: http://money.cnn.com/magazines/fortune/mostadmired/2010/snapshots/7674.html < http://www.antaranews.com/berita/1277927039/infobank-umumkan-peringkat-perusahaan-asuransi > Contact me for your A to Z insurance needs. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
