Sayangnya beberapa tahun yang lalu para pialang di Jakarta kabur dengan 
menggondol dana milik para nasabahnya.


--- In [email protected], "johny_indon" <johny_indon@...> wrote:
>
> 
> 
> untuk tau lebih jelasnya penyebab krisis ekonomi di amrik 
> bisa dilihat di film nya charles ferguson "inside job".
> ini film dokumenter yg dapet penghargaan festival cannes 2010, newyork film 
> festival 2010 dan toronto film festival 2010.
> dengan narasi si matt damon, walaupun ini film dokumenter, 
> tapi cukup enak ditonton.
> 
> abis nonton film ini saya jadi mikir, gila nih perusahaan2 
> raksasa di amrik ternyata isinya penipu semua.
> karena merasa perusahaan raksasa, mereka tidak 
> segan mengeluarkan produk2 busuk (berupa derivatives) yg menjerumuskan 
> konsumennya.
> hal ini tidak lepas dari peran perusahaan2 pemberi rating (s&p, moody's, 
> dll.), yg ngasih rating atas pesanan perusahaan2 raksasa tsb.
> perusahaan yg beberapa hari mau bangkrut malah dikasih rating double 
> sampe triple A.
> 
> sekarang terbukti sudah, makin gede perusahaan ternyata makin gede 
> nipu nya.
> 
> di dunia tipu menipu ini hampir ngga ada lagi yg bisa dipercaya.
> untunglah orang (dan perusahaan2) indonesia ngga terlalu banyak yg maen saham 
> dan ngga terlalu doyan beli produk2 perbankan aneh2 lainnya.
> jadi gelombang krisis di amrik ngga begitu kerasa di sini, tidak 
> seperti di islandia yg membuat negara super makmur ini hampir saja miskin 
> mendadak (di film ini islandia jadi contoh soal korban ketamakan orang amrik).
> 
> http://www.youtube.com/watch?v=FzrBurlJUNk
> 
> (note: maaf, film ini bukan konsumsi kelas sopir seperti item abu 
> atau loper koran, karena bukan level mereka, sekali lagi maaf).
> 
> 
> 
> --- In [email protected], "suryana" <gsuryana@> wrote:
> >
> > So solusi nya apa dong ?.
> > Saat ini Obama sudah melakukan satu solusi yaitu dengan membuat perang di 
> > mulai di afrika sampai timur tengah, sayang hasilnya tidak sesuai dengan 
> > target, dimana perangnya bukan perang frontal semodel perang terakhir 
> > Afganisthan dengan melawan komunisme, melainkan perang gerilya, sehingga 
> > produksi alustista dan perbekalan tidak membuat pabrik pabrik bergerak 
> > cepat, Membuat perang di Libya pun ternyata hanya main lempar petasan untuk 
> > Amerika......cetak uang ?, lha nilainya semakin kedodoran akibatnya tambah 
> > jeblok lagi produknya, karena labor cost sudah kadung tinggi.
> > 
> > Sedang RRC malah maju nya cepet banget sampai sampai jumlah mobil yang 
> > dijual selama setahun di china, sama dengan menjual mobil di Indonesia 
> > selama puluhan tahun ( tahun lalu 18 juta unit, sedang Indonesia palingan 
> > 500 ribu unit ), punya data jumlah mobil terjual di Amerika tahun lalu ? ( 
> > mobil kita asumsikan produk kelas atas ), belum bila kita kembangkan ke 
> > produk semisal bier ( arak di china ),  diperkirakan sekian milyar gallon 
> > pertahun, sepertinya 1 europa juga kalah deh dalam hal minum biernya.
> > 
> > Indonesia untuk makro menunjukan arah positif, sayangnya masih butuh 
> > beberapa waktu lagi untuk bisa sampai ke level mikro ( moga moga si 
> > presiden 
> > "bereset"/borangan"/ sunda artinya penakut ) gak jatuh di 2012, saat ini 
> > sedang dicoba untuk di goyah, sampai sampai muka sby dah mulai kusut.
> > Dan yang paling menyebalkan infrastruktur Indonesia tidak banyak berubah, 
> > kurang cepat gerakannya, padahal bila cepat gerakan didalam 
> > membangun/memperbaiki infrastruktur aku yakin ekonomi mikro nya akan 
> > bergerak cepat juga.
> > 
> > sur.
> > ps.
> > Mengenai wallstreet dengan mainan saham, sebenarnya sudah aku duga di 
> > sekitaran tahun 2000 an, dimana orang diluar Amerika bisa membeli property 
> > di Amerika dan mendapat kan hasilnya bila perumahannya sudah selesai dan 
> > laku dijual ( seingatku di era clinton ), dan banyak orang Indonesia ikut 
> > main ( mirip saham ), dan memang ada beberapa orang untung, dan entah 
> > mengapa mendadak game gelo tersebut hilang begitu saja, padahal itu waktu 
> > properti belum ambruk, hanya aku ogah ikutan karena dibenakku bisnis 
> > geblek, 
> > beli rumah di amerika entah dimana, dijual diamerika oleh penjamin, bila 
> > tidak laku rumah disewakan, jadi pasti uang kembali, lha apa bedanya dengan 
> > main saham di Hongkong ?, saham sekian dollar hk, perusahaannya entah 
> > dimana 
> > di ubek ubek ternyata cuma flat doangan, itu juga isinya 1 keluarga.
> > ----- Original Message ----- 
> > From: "Habe Proletar" <proletar4@>
> > 
> > Awal krisis dimulai oleh bank regulations bikinan Carter namanya DIDMCA 
> > tahun 80
> > an'
> > yang bikin bank bank non depository rame rame melahap bisnis real estate 
> > alias
> > menjadi spekulan
> > 
> > Reagan juga ngga ikutan bersalah lantaran menandatangani ARM atas desakan
> >  demokrat
> > 
> > tapi kesalahan paling fatal adalah oleh Clinton the BJ president
> > yang memaksa dan mengancam bank untuk ngasih loan sama orang miskin
> > kalau ngga bank ini kena denda
> > 
> > Why would banks make such risky loans? The answer is that the Clinton
> > administration pressured the banks to help poor people become homeowners, a
> > noble liberal idea.  Also the Clinton Justice Department threatened banks 
> > with
> > lawsuits and fines ($10,000 per application) for redlining (discrimination) 
> > if
> > they did not make these loans. Also ACORN (Obama’s community service
> > organization) was instrumental in providing borrowers and pressuring the 
> > banks
> > to make these loans.
> > 
> > Krisis ekonomi di Amerika tidak seperti kebanyakan orang sangka, bukan 
> > lantaran
> > Bush, perang Irak, Afganistan,
> > barang import dari Cina atau mensubsidi Belanda bayarin welfare si Juspik 
> > untuk
> > leha leha
> > 
> > http://www.aim.org/guest-column/the-cause-of-the-2008-financial-crisis/
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke