Item anjing tukang camplok cirik si jusfiq, kebanyakan berita soal penyiksaan 
tki di malaysia memang tak mencantumkan nama (mgk disengaja baik oleh pihak 
malaysia atau indonesia, dalam kerangka tidak memicu kerusuhan rasial.). Tapi 
kalau lu cek, kebanyakan majikan penyiksa itu memang dari etnis cina atau non 
melayu. Ini 3 contohnya:
------


Lagi, TKI
Disiksa Majikan di Malaysia Rabu, 17 Juni 2009 00:00

Kuala
 Lumpur, Penyiksaan terhadap pembantu rumah tangga asal Indonesia kembali 
terjadi di Malaysia. Kali ini nasib pilu
menimpa Siti Hajar, 33 tahun. Tenaga kerja asal Desa Limbangan Barat, Kecamatan
Limbangan, Garut, Jawa Barat,itu disiksa majikan selama tiga tahun sejak Juli
2006. selain disiksa, janda beranak dua anak itu tak digaji dan hanya diberi
nasi dengan lauk daging babi, padahal ia seorang muslim.

Konselor Penerangan
Sosial dan Budaya Kedutaan Indonesia Widyarka Ryananta kemarin mengatakan
sekujur tubuh Siti kerap dipukul dengan kayu bila melakukan kesalahan saat
bekerja. Bahkan kini kulit wajah Siti, yang awalnya sedikit hitam, berubah
menjadi keputih-keputihan akibat sering disiram air panas. ”Kondisi Siti sangat
mengenaskan, bahkan lebih parah dari Nirmala Bonat. Ini Nirmala Bonat kedua,”
kata Widyarka, mengingatkan akan nasib Nirmala, pembantu asal Indonesia yang 
juga mengalami penyiksaan oleh
majikan di Malaysia.

Menurut Widyarka, Siti
mulai bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia pada 2 Juli 2006. Semula
Siti bekerja pada majikan bernama Lim Hu Su selama empat hari. Tapi ia kemudian
pindah ke majikan lain bernama Michel. Di tempat Michel,
di 1/19/1 Lanai Kiara 3, Bukit Kiara, Mont Kiara, Kuala Lumpur, inilah 
penderitaan
Siti dimulai. Senin tengah malam lalu, Siti akhirnya berhasil kabur dari rumah
majikannya. Ia melarikan diri dengan bersembunyi di sejumlah bus. Saat hari
sudah pagi, ia memberhentikan taksi dan memohon kepada sopirnya untuk diantar
ke gedung Kedutaan Indonesia.

Setelah menerima laporan Siti, Kedutaan Indonesialangsung memanggil majikan
dan perusahaan yang mendatangkan Siti ke Malaysia, PT AT Venture Provision. 
Majikan
Siti Hajar mengakui dirinya orang yang temperamental dan cepat marah. Michel 
mengaku
menjadi orangtua tunggal dengan dua anak. Dia bersedia membayar gaji Siti Hajar
selama 34 bulan yang mencapai 17.000 ringgit. ”KBRI telah mendampingi Siti
melapor ke polisi, kami juga telah membawanya ke rumah sakit Universitas Malaya
untuk divisum,” ujar Widyarka. 

Di Jakarta, Juru Bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah
mengungkapkan, majikan Siti Hajar, telah diserahkan ke Polisi Malaysia untuk di
periksa dan diproses berdasarkan hukum. Menurutnya, Siti Hajar untuk sementara
akan tinggal di tempat penampungan KBRI di Kuala Lumpur.

Sejak diberangkatkan ke Malaysia pada tanggal 28 April 2006 oleh PT Mangga
Dua Mahkota, Siti hampir tidak pernah menghubungi keluarganya. Dia juga tak
pernah mengirim uang, sehingga kedua anaknya Toni, 14 tahun, dan Jakki, 4
tahun, terpaksa dirawat kakak Siti, Isah, 36 tahun.

Kemarin pukul 10 pagi, Siti akhirnya bisa berbicara dengan keluarganya
melalui sambungan telepon. Dalam percakapan singkat itu Siti meminta
keluarganya memperjuangkan kasusnya. Ia juga mengungkapkan rasa rindu kepada
dua anaknya dan ingin cepat pulang ke Indonesia. Adapun majikannya ditahan 
polisi kemarin.

 

----------------------------

Kamis, 03 Desember 2009

 

KUALA
  LUMPUR - Pengadilan Tinggi di Malaysia hari
ini memutuskan mengurangi hukuman bagi majikan penganiaya tenaga kerja
Indonesia (TKI) Nirmala Bonat. Hukuman Yim Pek Ha menjadi 12 tahun penjara.



Keputusan itu dikeluarkan pengadilan setelah Yim mengajukan permohonan
pemotongan dari sebelumnya 18 tahun, seperti diputuskan pada sidang 27 November
tahun lalu. Hukuman 18 tahun penjara dikenakan atas tiga tuntutan penganiayaan
di waktu berbeda terhadap Nirmala di rumah Yim di Villa Putera pada 2004 lalu.



Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur memutuskan hukuman masing-masing lima tahun atas 
dua
tuntutan, yaitu penganiayaan yang menyebabkan korban terluka. Demikian seperti
diberitakan The Star, Kamis (3/12/2009).



Satu tuntutan lagi menambah hukuman Yim menjadi 12 tahun, yaitu penganiayaan
pada 17 Mei 2004. Saat itu Yim memukul Nirmala dengan mug yang terbuat dari
baja.(ton)

 

--------

 

WN Malaysia Eksploitasi 63
Perempuan Indonesia

Fajar Nugraha

Selasa, 07 September 2010 15:04

 

KUALA LUMPUR - Pengadilan Malaysia mendakwa seorang
warganya yang dianggap terbukti mengeksploitasi 63 perempuan asal
Indonesia.  

Sebanyak 63 Perempuan Indonesia tersebut dipaksa bekerja
sebagai pembantu rumah tangga, dengan bayaran minim bahkan ada yang tidak
diberi upah sama sekali. 



Lee In Chiew, yang juga seorang pengusaha didakwa melakukan eksploitasi oleh
pengadilan distrik Perlis Utara hari ini. Dia didakwa pasal berlapis termasuk
tuduhan penyelundupan manusia. Jika dinyatakan bersalah Lee dihadapkan pada
hukuman penjara selama 20 tahun. Demikian diberitakan Associated Press,
Selasa (7/9/2010).



Pengacara Lee yakni K Kumarthiraviam mengatakan, kasus ini diperkirakan sebagai
kasus penyelundupan manusia terbesar yang pernah melibatkan warga Malaysia 
sebelumnya. 

Hingga kini belum ada pembelaan yang diajukan oleh Lee,
sementara pengadilan baru akan dilanjutkan pada 13 Oktober mendatang.



Pihak berwenang Malaysia
telah menyelamatkan 63 perempuan termasuk delapan orang yang telah pulang ke 
Indonesia. Mereka
diselamatkan dari rumah Lee di bulan Juli lalu, setelah tiga orang dari
perempuan tersebut berhasil melarikan diri dan meminta pertolongan.



Pekerja perempuan asal Indonesia
sebelumnya dijanjikan pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga dengan bayaran 500
ringgit Malaysia
atau sekira Rp1,4 juta (Rp2.882 per ringgit), tiap bulannya. 

Para perempuan ini dipaksa
untuk bekerja dalam waktu yang panjang sebagai petugas pembersih, kebanyakan
tanpa bayaran selama kurang lebih dua tahun. Korban yang paling muda yang
berhasil diselamatkan berusia 17 tahun. 

(faj)



--- Pada Jum, 10/6/11, item abu <[email protected]> menulis:

Dari: item abu <[email protected]>
Judul: Re: [proletar] PRT Indonesia Tewas di Malaysia, Diduga Tidak Diberi 
Makan Berbulan-bulan
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 10 Juni, 2011, 2:47 PM







 



  


    
      
      
      Hehehe.... si habe ini emang rasis dan bajingan. Dimana tuh dibilang 
majikannya 

cina?



Si habe ini bukannya ngebela tkw, dia coba nyerang gua dgn ngegeneralisasi. 

Dasar bajingan si habe ini.



Apa pernah si habe ngebela tkw baik di Arab atau Malaysia atau tempat lain? 

Hehehe.... gua rasa, kalo di negara Islam, si habe akan tutup mulut.



________________________________

From: Habe Proletar <[email protected]>

To: [email protected]

Sent: Fri, June 10, 2011 8:44:43 AM

Subject: Re: [proletar] PRT Indonesia Tewas di Malaysia, Diduga Tidak Diberi 

Makan Berbulan-bulan



tem, 

TKW yang diskisa di malaysia itu mati sama majikan cina

kok lo diem aja ngga maki maki cina?



________________________________

From: item abu <[email protected]>

To: [email protected]

Sent: Thu, June 9, 2011 2:28:04 PM

Subject: Re: [proletar] PRT Indonesia Tewas di Malaysia, Diduga Tidak Diberi 

Makan Berbulan-bulan



Di negara sendiri jg diperbudak koq, diperas habis2an sebelum bisa keluar 
negeri 



jadi tkw, waktu pulang jg diperas habis2an lagi.



________________________________

From: sunny <[email protected]>

To: [email protected]

Sent: Thu, June 9, 2011 11:47:47 PM

Subject: [proletar] PRT Indonesia Tewas di Malaysia, Diduga Tidak Diberi Makan 

Berbulan-bulan



Refleksi : Dibilang Indonesia merdeka tetapi rakyat dijadikan budak di  negeri 

sahabat Arab Saudia, gaji tidak dibayar, diperkosa, derita dan jeritan tak 

terbilang, malah di negeri tetangga nan serumpun pun tidak dikasi makan. 
Merdeka 



untuk diperbudakan??



http://us.detiknews.com/read/2011/06/09/094152/1656426/1148/prt-indonesia-tewas-di-malaysia-diduga-tidak-diberi-makan-berbulan-bulan?9911022



Kamis, 09/06/2011 09:41 WIB



PRT Indonesia Tewas di Malaysia, Diduga Tidak Diberi Makan Berbulan-bulan 

Rita Uli Hutapea - detikNews



Kuala Lumpur - Lagi-lagi berita menyedihkan mengenai TKI di luar negeri. 
Seorang 



pembantu rumah tangga (PRT) tewas secara misterius di rumah majikannya di 

Malaysia. Penyebab kematian wanita Indonesia bernama Isti Komariyah itu masih 

diselidiki.



Namun otoritas Malaysia menduga, wanita berumur 26 tahun itu mati kelaparan. 

Sebab para pemeriksa medis di University Malaya Medical Centre (UMMC) menemukan 

bahwa tubuh PRT tersebut kurus kering saat meninggal.



"Dia sangat kurus dan sangat mungkin dia tidak diberi makan selama beberapa 

bulan," ujar sumber seperti diberitakan harian Malaysia, The Star, Kamis 

(9/6/2011).



Meski begitu penyebab pasti kematian TKI tersebut masih menunggu pemeriksaan 

lebih jauh. 



Isti telah dinyatakan meninggal setibanya di UMMC pada Minggu, 5 Juni sekitar 

pukul 07.50 waktu setempat. TKI tersebut dibawa ke rumah sakit oleh majikannya. 



Dalam pemeriksaan awal pada jasadnya ditemukan adanya memar-memar baru dan 

bekas-bekas luka lama di punggung, kening dan kakinya. 



Majikan Isti yang merupakan pasangan suami istri berumur 50-an tahun melaporkan 

kematian Isti ke polisi. Kedua majikan Isti kemudian ditahan polisi. Keduanya 

akan ditahan hingga 11 Juni mendatang dan saat ini tengah diselidiki atas 
dugaan 



pembunuhan Isti.



Isti masuk ke Malaysia secara legal. Wanita itu telah bekerja sebagai PRT di 

negeri jiran tersebut sejak Desember 2008 lalu.



[Non-text portions of this message have been removed]



[Non-text portions of this message have been removed]



[Non-text portions of this message have been removed]



[Non-text portions of this message have been removed]





    
     

    
    


 



  





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke