Hehehe.... emang udah umum koq bhw bajingan Islam itu adalah bajingan rasis jg. Masih blm jelas apa ras si majikan yg nyiksa tkw, para bajingan Islam udah ngevonis sbg cina, make kasus lain buat ngegeneralisasi.
Ada berapa banyak kasus penyiksaan tkw di Malaysia? Banyak sekali. Lalu, kenapa lu cuma bisa ngasih 3 kasus yg dilakukan cina dlm perioda 2 thn? ________________________________ From: PAREWA <[email protected]> To: [email protected] Sent: Fri, June 10, 2011 8:17:47 PM Subject: majikan Di malaysia Re: [proletar] PRT Indonesia Tewas di Malaysia, Diduga Tidak Diberi Makan Berbulan-bulan Item anjing tukang camplok cirik si jusfiq, kebanyakan berita soal penyiksaan tki di malaysia memang tak mencantumkan nama (mgk disengaja baik oleh pihak malaysia atau indonesia, dalam kerangka tidak memicu kerusuhan rasial.). Tapi kalau lu cek, kebanyakan majikan penyiksa itu memang dari etnis cina atau non melayu. Ini 3 contohnya: ------ Lagi, TKI Disiksa Majikan di Malaysia Rabu, 17 Juni 2009 00:00 Kuala Lumpur, Penyiksaan terhadap pembantu rumah tangga asal Indonesia kembali terjadi di Malaysia. Kali ini nasib pilu menimpa Siti Hajar, 33 tahun. Tenaga kerja asal Desa Limbangan Barat, Kecamatan Limbangan, Garut, Jawa Barat,itu disiksa majikan selama tiga tahun sejak Juli 2006. selain disiksa, janda beranak dua anak itu tak digaji dan hanya diberi nasi dengan lauk daging babi, padahal ia seorang muslim. Konselor Penerangan Sosial dan Budaya Kedutaan Indonesia Widyarka Ryananta kemarin mengatakan sekujur tubuh Siti kerap dipukul dengan kayu bila melakukan kesalahan saat bekerja. Bahkan kini kulit wajah Siti, yang awalnya sedikit hitam, berubah menjadi keputih-keputihan akibat sering disiram air panas. ”Kondisi Siti sangat mengenaskan, bahkan lebih parah dari Nirmala Bonat. Ini Nirmala Bonat kedua,” kata Widyarka, mengingatkan akan nasib Nirmala, pembantu asal Indonesia yang juga mengalami penyiksaan oleh majikan di Malaysia. Menurut Widyarka, Siti mulai bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia pada 2 Juli 2006. Semula Siti bekerja pada majikan bernama Lim Hu Su selama empat hari. Tapi ia kemudian pindah ke majikan lain bernama Michel. Di tempat Michel, di 1/19/1 Lanai Kiara 3, Bukit Kiara, Mont Kiara, Kuala Lumpur, inilah penderitaan Siti dimulai. Senin tengah malam lalu, Siti akhirnya berhasil kabur dari rumah majikannya. Ia melarikan diri dengan bersembunyi di sejumlah bus. Saat hari sudah pagi, ia memberhentikan taksi dan memohon kepada sopirnya untuk diantar ke gedung Kedutaan Indonesia. Setelah menerima laporan Siti, Kedutaan Indonesialangsung memanggil majikan dan perusahaan yang mendatangkan Siti ke Malaysia, PT AT Venture Provision. Majikan Siti Hajar mengakui dirinya orang yang temperamental dan cepat marah. Michel mengaku menjadi orangtua tunggal dengan dua anak. Dia bersedia membayar gaji Siti Hajar selama 34 bulan yang mencapai 17.000 ringgit. ”KBRI telah mendampingi Siti melapor ke polisi, kami juga telah membawanya ke rumah sakit Universitas Malaya untuk divisum,” ujar Widyarka. Di Jakarta, Juru Bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah mengungkapkan, majikan Siti Hajar, telah diserahkan ke Polisi Malaysia untuk di periksa dan diproses berdasarkan hukum. Menurutnya, Siti Hajar untuk sementara akan tinggal di tempat penampungan KBRI di Kuala Lumpur. Sejak diberangkatkan ke Malaysia pada tanggal 28 April 2006 oleh PT Mangga Dua Mahkota, Siti hampir tidak pernah menghubungi keluarganya. Dia juga tak pernah mengirim uang, sehingga kedua anaknya Toni, 14 tahun, dan Jakki, 4 tahun, terpaksa dirawat kakak Siti, Isah, 36 tahun. Kemarin pukul 10 pagi, Siti akhirnya bisa berbicara dengan keluarganya melalui sambungan telepon. Dalam percakapan singkat itu Siti meminta keluarganya memperjuangkan kasusnya. Ia juga mengungkapkan rasa rindu kepada dua anaknya dan ingin cepat pulang ke Indonesia. Adapun majikannya ditahan polisi kemarin. ---------------------------- Kamis, 03 Desember 2009 KUALA LUMPUR - Pengadilan Tinggi di Malaysia hari ini memutuskan mengurangi hukuman bagi majikan penganiaya tenaga kerja Indonesia (TKI) Nirmala Bonat. Hukuman Yim Pek Ha menjadi 12 tahun penjara. Keputusan itu dikeluarkan pengadilan setelah Yim mengajukan permohonan pemotongan dari sebelumnya 18 tahun, seperti diputuskan pada sidang 27 November tahun lalu. Hukuman 18 tahun penjara dikenakan atas tiga tuntutan penganiayaan di waktu berbeda terhadap Nirmala di rumah Yim di Villa Putera pada 2004 lalu. Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur memutuskan hukuman masing-masing lima tahun atas dua tuntutan, yaitu penganiayaan yang menyebabkan korban terluka. Demikian seperti diberitakan The Star, Kamis (3/12/2009). Satu tuntutan lagi menambah hukuman Yim menjadi 12 tahun, yaitu penganiayaan pada 17 Mei 2004. Saat itu Yim memukul Nirmala dengan mug yang terbuat dari baja.(ton) -------- WN Malaysia Eksploitasi 63 Perempuan Indonesia Fajar Nugraha Selasa, 07 September 2010 15:04 KUALA LUMPUR - Pengadilan Malaysia mendakwa seorang warganya yang dianggap terbukti mengeksploitasi 63 perempuan asal Indonesia. Sebanyak 63 Perempuan Indonesia tersebut dipaksa bekerja sebagai pembantu rumah tangga, dengan bayaran minim bahkan ada yang tidak diberi upah sama sekali. Lee In Chiew, yang juga seorang pengusaha didakwa melakukan eksploitasi oleh pengadilan distrik Perlis Utara hari ini. Dia didakwa pasal berlapis termasuk tuduhan penyelundupan manusia. Jika dinyatakan bersalah Lee dihadapkan pada hukuman penjara selama 20 tahun. Demikian diberitakan Associated Press, Selasa (7/9/2010). Pengacara Lee yakni K Kumarthiraviam mengatakan, kasus ini diperkirakan sebagai kasus penyelundupan manusia terbesar yang pernah melibatkan warga Malaysia sebelumnya. Hingga kini belum ada pembelaan yang diajukan oleh Lee, sementara pengadilan baru akan dilanjutkan pada 13 Oktober mendatang. Pihak berwenang Malaysia telah menyelamatkan 63 perempuan termasuk delapan orang yang telah pulang ke Indonesia. Mereka diselamatkan dari rumah Lee di bulan Juli lalu, setelah tiga orang dari perempuan tersebut berhasil melarikan diri dan meminta pertolongan. Pekerja perempuan asal Indonesia sebelumnya dijanjikan pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga dengan bayaran 500 ringgit Malaysia atau sekira Rp1,4 juta (Rp2.882 per ringgit), tiap bulannya. Para perempuan ini dipaksa untuk bekerja dalam waktu yang panjang sebagai petugas pembersih, kebanyakan tanpa bayaran selama kurang lebih dua tahun. Korban yang paling muda yang berhasil diselamatkan berusia 17 tahun. (faj) --- Pada Jum, 10/6/11, item abu <[email protected]> menulis: Dari: item abu <[email protected]> Judul: Re: [proletar] PRT Indonesia Tewas di Malaysia, Diduga Tidak Diberi Makan Berbulan-bulan Kepada: [email protected] Tanggal: Jumat, 10 Juni, 2011, 2:47 PM Hehehe.... si habe ini emang rasis dan bajingan. Dimana tuh dibilang majikannya cina? Si habe ini bukannya ngebela tkw, dia coba nyerang gua dgn ngegeneralisasi. Dasar bajingan si habe ini. Apa pernah si habe ngebela tkw baik di Arab atau Malaysia atau tempat lain? Hehehe.... gua rasa, kalo di negara Islam, si habe akan tutup mulut. ________________________________ From: Habe Proletar <[email protected]> To: [email protected] Sent: Fri, June 10, 2011 8:44:43 AM Subject: Re: [proletar] PRT Indonesia Tewas di Malaysia, Diduga Tidak Diberi Makan Berbulan-bulan tem, TKW yang diskisa di malaysia itu mati sama majikan cina kok lo diem aja ngga maki maki cina? ________________________________ From: item abu <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thu, June 9, 2011 2:28:04 PM Subject: Re: [proletar] PRT Indonesia Tewas di Malaysia, Diduga Tidak Diberi Makan Berbulan-bulan Di negara sendiri jg diperbudak koq, diperas habis2an sebelum bisa keluar negeri jadi tkw, waktu pulang jg diperas habis2an lagi. ________________________________ From: sunny <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thu, June 9, 2011 11:47:47 PM Subject: [proletar] PRT Indonesia Tewas di Malaysia, Diduga Tidak Diberi Makan Berbulan-bulan Refleksi : Dibilang Indonesia merdeka tetapi rakyat dijadikan budak di negeri sahabat Arab Saudia, gaji tidak dibayar, diperkosa, derita dan jeritan tak terbilang, malah di negeri tetangga nan serumpun pun tidak dikasi makan. Merdeka untuk diperbudakan?? http://us.detiknews.com/read/2011/06/09/094152/1656426/1148/prt-indonesia-tewas-di-malaysia-diduga-tidak-diberi-makan-berbulan-bulan?9911022 Kamis, 09/06/2011 09:41 WIB PRT Indonesia Tewas di Malaysia, Diduga Tidak Diberi Makan Berbulan-bulan Rita Uli Hutapea - detikNews Kuala Lumpur - Lagi-lagi berita menyedihkan mengenai TKI di luar negeri. Seorang pembantu rumah tangga (PRT) tewas secara misterius di rumah majikannya di Malaysia. Penyebab kematian wanita Indonesia bernama Isti Komariyah itu masih diselidiki. Namun otoritas Malaysia menduga, wanita berumur 26 tahun itu mati kelaparan. Sebab para pemeriksa medis di University Malaya Medical Centre (UMMC) menemukan bahwa tubuh PRT tersebut kurus kering saat meninggal. "Dia sangat kurus dan sangat mungkin dia tidak diberi makan selama beberapa bulan," ujar sumber seperti diberitakan harian Malaysia, The Star, Kamis (9/6/2011). Meski begitu penyebab pasti kematian TKI tersebut masih menunggu pemeriksaan lebih jauh. Isti telah dinyatakan meninggal setibanya di UMMC pada Minggu, 5 Juni sekitar pukul 07.50 waktu setempat. TKI tersebut dibawa ke rumah sakit oleh majikannya. Dalam pemeriksaan awal pada jasadnya ditemukan adanya memar-memar baru dan bekas-bekas luka lama di punggung, kening dan kakinya. Majikan Isti yang merupakan pasangan suami istri berumur 50-an tahun melaporkan kematian Isti ke polisi. Kedua majikan Isti kemudian ditahan polisi. Keduanya akan ditahan hingga 11 Juni mendatang dan saat ini tengah diselidiki atas dugaan pembunuhan Isti. Isti masuk ke Malaysia secara legal. Wanita itu telah bekerja sebagai PRT di negeri jiran tersebut sejak Desember 2008 lalu. [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
