Refleksi : Kalau nelayan tidak sejahtera, berarti penduduk pesisir pantai pun miskin melarat dan kekurangan gizi. Ikan di laut habis lantas mau ambil dari mana?
http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=280806 PERDAGANGAN BEBAS Globalisasi Tak Sejahterakan Nelayan Rabu, 15 Juni 2011 JAKARTA (Suara Karya): Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) menginginkan agar Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/ WEF) tidak memaksakan untuk melanjutkan kebijakan terkait perdagangan global. Ini dikarenakan hampir bisa dipastikan tidak menyejahterakan masyarakat, khususnya nelayan tradisional. "Perdagangan dunia terbukti tidak memberi manfaat nyata bagi nelayan tradisional," kata Sekretaris Jenderal Kiara M Riza Damanik di Jakarta, Selasa (14/6). Riza Damanik mengatakan, sistem perdagangan global yang tidak memiliki manfaat seperti konsep perdagangan bebas. Konsep ini didukung oleh lembaga internasional seperti WEF. Dalam prosesnya, WEF mendorong globalisasi baru yang dipimpin oleh Asia guna merespons tekanan, antara lain dengan menyadari bahwa regulasi dan pungutan pajak merupakan solusi usang hingga pentingnya pengadaan infrastruktur energi. Selain itu, WEF juga berkeinginan memperoleh dukungan negara-negara Asia untuk dapat mendorong perundingan Agenda Doha Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Riza Damanik menjelaskan, selama ini putaran-putaran perundingan WTO tidak kunjung membuahkan hasil, bahkan membuat perekonomian global menjadi tidak seimbang. Sedangkan terkait dengan nelayan, Riza menjelaskan, banyak nelayan kecil dan masyarakat adat di daerah pesisir yang menggantungkan hidupnya pada kegiatan perikanan. Namun sekitar 50 persen hasil tangkapan ikan di negara-negara berkembang ternyata diekspor. Dengan konsentrasi tujuan tertinggi terdapat di tiga pasar dunia, yaitu Uni Eropa, Jepang, dan Amerika Serikat. Karena itu, lanjut Riza Damanik, WTO yang mendukung perdagangan bebas telah gagal, terutama dalam memberikan keadilan dalam kesejahteraan bagi para nelayan tradisional di dunia, sehingga perlu untuk dihentikan. "Sistem perekonomian hari ini menghasilkan kemiskinan dan krisis pangan di negara berkembang. Penyelesaian krisis pangan sebagai dampak globalisasi memerlukan tindakan koreksi," katanya. Untuk itu, perlu adanya upaya perundingan dengan mengedepankan perlindungan terhadap kelompok nelayan/petani dan kewajiban memenuhi kebutuhan pangan domestik. (Bayu) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
