kasihan para wanita itu, mereka dituntut nrimo perbuatan suami yang mau jajan sana-sini, sedangkan si wanita tidak boleh jajan sana-sini. padahal menurut penelitian hasrat seksual wanita dan pria itu sama.
penindasan konyol atas nama agama. 2011/6/27 item abu <[email protected]> > ** > > > Islam itu emang agama yg benar unt bajingan2 sex maniak, tukang merkosa, > tukang siksa cewek, pedophile dan segala bajingan lainnya. > > Khusus unt hal2 yg berbau sex yg gua sebutin di atas, semua itu didukung > dgn ayat Quran, hehehe.... > > >________________________________ > >From: sunny <[email protected]> > >To: [email protected] > >Sent: Sunday, June 26, 2011 5:58 PM > >Subject: [proletar] Dr. Gina Puspita, Deklarator Klub Taat Suami: Poligami > Itu Bukan Suami yang Suruh > > > > > > > > >Refleksi : Untuk kaum pria beragama, tetapi belum atau malas mengetahui > wahyu Allah dengan sempurna, maka sejalan dengan berita dibawah ini > diberitahukan bahwa Al Quran 2:223 menyatakan: "Isteri-isterimu adalah > (seperti) tempat bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok > tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) > untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak > akan menemui Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman". > > > >Tentu saja tokoh-tokoh MUI, konglomerat segera berdatatangan ke kantor > "Isteri taaat suami", untuk bagi cerita dengan ibu-ibu perawan, > > > >Salah satu hal yang menarik ialah para TKW seagama yang diperkosa atau > diperlakukan tidak adil yang kembali dari tanah Nabi, agaknya tidak ada > tokoh MUI menujuk muka dan meninta cerita mereka dibagi atau membuang suara > prihatin. Hal ini berlangsung kurang lebih setengah abad. hehehe > > > >Selamat bercocok tanam! > > > > > http://www.tempointeraktif.com/hg/Wawancara/2011/06/26/brk,20110626-343303,id.html > > > >Dr. Gina Puspita, Deklarator Klub Taat Suami: Poligami Itu Bukan Suami > yang Suruh > > > >Minggu, 26 Juni 2011 | 04:42 WIB > > > >Gina Puspita. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo > > > >TEMPO Interaktif, Jakarta - Deklarasi Klub Taat Suami yang dicanangkan > oleh Kelompok Global Ikhwan di sebuah restoran di kawasan Kebayoran Baru, > Jakarta Selatan, pada 18 Juni lalu, menuai pro dan kontra. Kalangan pria > yang memiliki keistimewaan menikah lagi merasa mendapat angin segar dengan > ajaran klub ini bahwa istri selayaknya harus menaati suami, termasuk ketika > suaminya menikah lagi. Namun, banyak juga yang menolak deklarasi klub, > terutama para istri dan kalangan feminis yang memandang klub ini telah > merendahkan perempuan. > > > >"Kami hanya ingin berbagi pengalaman bahwa di Global Ikhwan ada cara > mendidik suami, mendidik istri, dan anak-anak. Kami membagi bagaimana > melaksanakan perintah Tuhan untuk taat. Di mana merendahkannya?" kata Gina > Puspita, Ketua Klub Taat Suami Indonesia, Rabu lalu. > > > >Kecaman terhadap klub ini makin kencang manakala seorang pengurusnya > mengatakan agar para istri melayani hasrat seksual suaminya seperti pelacur > melayani pelanggannya demi menghindari perselingkuhan. Klub ini dituding > menyamakan istri dengan pelacur dan urusan pernikahan hanya sebatas ranjang. > "Kita melayani suami karena Tuhan, maka kita berbuat seperti orang yang > melayani orang lain karena uang, tapi bukan menyamakan seperti pelacur," > ujar Gina, yang menjabat sebagai Ibu Global Ikhwan untuk wilayah Sumatera I, > yang melingkupi seluruh Sumatera, kecuali Medan dan Aceh. > > > >Global Ikhwan didirikan oleh Abuya Asaari Muhammad Tamimi, yang pernah > mengaku mendatangkan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004. Saat berdiri pada > 1968, namanya adalah Darul Arqam, lalu berubah menjadi Rufaqa lantaran > dianggap sesat oleh Pemerintah Malaysia, dan akhirnya berubah lagi menjadi > Global Ikhwan. Pusat perkumpulan ini sekarang berada di Haramain (Tanah > Suci) Mekah dan Madinah, Arab Saudi, setelah bertahun-tahun berada di > Malaysia. Cabang-cabangnya ada di Indonesia, Malaysia, Yordania, Suriah, > Mesir, Eropa, dan Australia. Anggotanya diprediksi mencapai 10 ribu jiwa di > seluruh dunia. Di Indonesia, Gina memperkirakan ada 500 keluarga. > > > >Tempo berkesempatan melihat geliat roda bisnis Global Ikhwan berjalan. Di > Jakarta, Global Ikhwan menyewa sebelas rumah toko di Plaza Niaga II Blok E > 9-21 Sentul City, Bogor. Di sini, aktivitas yang ada adalah homestay, > penerbitan, minimarket, rumah produksi, rumah kebajikan (rumah amal), asrama > untuk santri perempuan dan laki-laki, usaha air isi ulang, kafetaria, klinik > gigi dan salon, serta sekolah taman kanak-kanak. Tak jauh dari plaza di > kawasan Victory, Global Ikhwan menjalankan usaha binatu, toko roti, dan > penjahitan pakaian. > > > >Saat melayani wawancara dengan Istiqomatul Hayati dan fotografer Wisnu, > Gina didampingi oleh Siti Fauzah, ibu untuk Jawa I (Pulau Jawa dan > Pontianak); Nunung Saleh Ibrahim, Ketua Yayasan Global Ikhwan; Sofiah Duleh, > ibu untuk Pekanbaru; dan Khadijah Duleh, ibu untuk Global Ikhwan Sentul. > > > >Apa respons dari pendeklarasian Klub Taat Suami ini? > > > >Setelah peluncuran, banyak yang datang dari tokoh-tokoh Islam, MUI, > konglomerat, dan pemerintah. Dari kantor Wali Kota Jakarta Selatan datang > meminta agar Klub Taat Suami bisa membagi cerita dengan ibu-ibu PKK. > Responsnya bagus sampai sekarang. Orang-orang banyak yang bertanya konsep > taat suami itu seperti apa. > > > >Bagaimana Anda menanggapi kalangan yang kontra? > > > >Saya rasa itu karena beberapa sebab. Pertama, mungkin mereka tidak > memahami konsep taat yang kami pahami. Dan bagi kalangan feminis, konsep > taat itu menjadi asing. Islam itu awalnya asing dan kembali menjadi asing. > Bukan saja soal taat. Waktu saya pakai jilbab pada 1982, hebohnya luar > biasa. Tapi, lihatlah sekarang, jilbab bukan suatu yang aneh. Sebenarnya, > kalau kita masuk ke perusahaan, ada bos, pemiliknya, kita yang jadi stafnya > itu taat. Ketaatan itu maksudnya bukan sesuatu status yang merendahkan > martabat. > > > >Bukankah seharusnya muslim hanya taat kepada Allah? > > > >Bukti seorang taat kepada Allah, dia terima semua aturan-Nya. Prinsipnya, > kita berbuat baik pada orang karena iman. Begitu juga taat kepada suami. > Bukan suami yang suruh, tapi Allah yang suruh. > > > >Apa maksud pernyataan bahwa istri yang tidak taat, tidak menghiburkan, > bisa menjadi sumber kerusakan masyarakat? > > > >Bahwa istri yang baik, tapi tidak bisa melayani suaminya akan membuat > suaminya pulang dengan wajah kusut. Apalagi jika istrinya bermasalah, > padahal seharusnya istri itu menjadi tiang negara. Kalau yang mengalami > masalah rumah tangga ini adalah para pemimpin dunia, maka sudah tentu > merugi, tapi itu bukan berarti istri menjadi biang kerusakan masyarakat > karena sebenarnya sumber kerusakan itu karena manusia sudah kehilangan > moral. Suami pun, sebelum dia membimbing istrinya menjadi lebih baik, harus > taat dulu kepada Allah dan bersikap baik. Kenapa kami terfokus pada ketaatan > istri karena ini klub perempuan, maka yang dibicarakan masalah perempuan. > > > >Apa tanggapan Anda ketika klub ini dituding merendahkan martabat > perempuan? > > > >Saya pikir ketika kita melayani suami kita dengan dasar cinta, itu bukan > merendahkan martabat. Kami hanya ingin berbagi pengalaman meski kami masih > jauh dari sempurna, bahwa sejak Global Ikhwan berdiri (1968) ada cara > mendidik suami, mendidik istri, dan dan anak-anak. Kami bahagia, tidak ada > krisis. Kami membagi pengalaman yang sudah ada. Hasilnya bagaimana kami > melaksanakan perintah Tuhan untuk taat karena akhirnya seperti kami, Allah > memberikan balas jasa kepada kita. Di mana merendahkannya? Di sini (Global > Ikhwan), 50 persen penggerak perusahaan adalah perempuan. Kalaupun ada > komentar (negatif), itu karena informasi yang belum sampai. Ini sebuah > ajaran Tuhan, bukan teori baru. > > > >Sebenarnya apa konsep taat dalam definisi Klub Taat Suami ini? > > > >Dalam rumah tangga, sudah Tuhan katakan bahwa pria itu pemimpin bagi > perempuan. Suami yang baik, bukti bahwa dia taat kepada Allah, dia adalah > yang berakhlak baik. Begitu juga istri. Kalau dia taat kepada Allah, dia > akan mengikuti suami. Rasulullah sendiri mengatakan perempuan itu di (hari) > akhir akan dilihat empat hal: salat, puasa, menjaga marwah dirinya, yang > keempat akan ditanya tingkat ketaatan pada suami. > > > >Kenapa konsep ketaatan itu hanya dibebankan kepada istri. Bagaimana jika > suaminya tidak taat kepada Allah? > > > >Kalau begitu, mesti ditanya mengapa dulu mereka menikah. Kalau suami tidak > taat kepada Allah, kita tidak wajib taat. Hanya, kadang penyelesaiannya akan > kami panggil kedua belah pihak untuk konseling, mendekatkan suaminya kepada > Allah. Kadang suaminya menjadi ganas karena istrinya. Jadi, kita lihat > keduanya. > > > >Definisi taat ini sampai seberapa jauh? > > > >Kami ingin 100 persen taat. Ketaatan tentulah ada dalam aspek kehidupan. > Misalnya mau makan, suami mau sup, kita ingin sayur asam. Apa salahnya kita > sediakan sup. Kalau sudah berumah tangga lama, kita juga akan bersenang hati > melayani orang yang kita cintai. Dan begitu juga tentang hubungan seksual. > Kalau orang-orang memberikan layanan kepada lelaki hanya untuk cari uang, > dia melayaninya dengan begitu rupa, luar biasa, yang membuat orang datang > lagi-datang lagi sampai ketagihan. Kenapa kita tidak juga melayani (seperti > itu terhadap suami sendiri)? Ini bukanlah menyamakan istri sama dengan > pelacur. Ada aturannya, apa yang tidak boleh jangan dikerjakan. > > > >Artinya perempuan tidak punya hak untuk mengekspresikan keinginan > seksualnya? > > > >Kita bicara tentang taat kepada Allah, maka Allah yang terbaik. Bila > seorang istri ketika menikah, maka suaminya terima nikahnya, dia yang bayar > mahar. Artinya, dalam berumah tangga, yang raja itu suami. Jadi, dalam > aturan itu pasti ada hikmahnya. Allah itu baik. Kalau kita melayani suami > menurut selera suami, nanti Tuhan akan berikan kepada kita nikmat lebih > hebat dari perempuan lain yang ingin memuaskan diri sendiri. > > > >Ketaatan ini termasuk mengikhlaskan ketika suami ingin menikah lagi? > > > >Ya. Awalnya kan ketaatan pada Tuhan, bukan karena suami suruh. Artinya, > kalau kita taat kepada Allah, kita harus terima seluruh perintah Allah yang > dibolehkan. Poligami termasuk yang dibolehkan Allah. Itu kita harus > menyetujuinya. Makanya saya geli kalau ada yang bilang korban poligami > (tertawa). Kalau kami ini bukan korban, kami ini pejuang poligami. > > > >Ada standar ganda di sini: berupaya agar suami tidak melirik perempuan > lain dan menyetujui suami berpoligami.... > > > >Itu betul, suami tidak melirik orang lain. Makanya dia tidak pernah > menyatakan mau poligami. Dalam Global Ikhwan tidak ada pria yang bilang saya > mau poligami. Pernikahan di Global Ikhwan itu perkawinan yang dirancang. > Begitu pula poligami. Kami ada Departemen Keluarga dan Kesejahteraan yang > mengurusi monogami dan poligami. Di situ mengurus, selain agar mendapatkan > kecocokan antarpasangan, tapi juga akan memperkuat perjuangan Islam. Jadi, > suami-suami yang sudah dididik untuk takut kepada Allah, mereka tidak > terpikir menikah lagi karena takut akan amanah. Departemen ini mengurus > madu-madu juga. Departemen ini juga yang memperkenalkan saya dengan madu > saya. > > > >Bagaimana perasaan Anda ketika menikahkan suami Anda dengan perempuan > lain? > > > >Fauzah: Perasaan kami tentu rasa sakit itu ada, tapi kami tahu sakit itu > apa. Tapi, kami tahu ada obatnya. Ini seperti ujian naik kelas. Kalau > poligami itu bukan sesuatu yang baik, tentu para nabi dan rasul tidak akan > poligami. Padahal, mereka adalah orang-orang yang paling tinggi > ketakwaannya. > > > >Selama ini pijakan poligami adalah Surat Annisa ayat 3. Tapi, pada ayat > 129 disebutkan bahwa sesungguhnya manusia itu tidak bisa berbuat adil.... > > > >Islam itu meletakkan sesuatu pada tepatnya. Adil yang paling tinggi adalah > meletakkan Allah sebagai Tuhan. Dalam konsep adil yang utama dari suami, dia > harus bisa menempatkan Allah sebagai Tuhannya. Bila itu sudah dapat, > pernikahan akan bahagia dengan sendirinya. > > > >Ayat 129 itu menunjukkan Allah menyukai monogami? > > > >Kan diizinkan mengambil istri kedua, ketiga, keempat. Kalau enggak mampu, > satu. Jadi, sebetulnya istri satu ini emergency. Saya katakan tadi ini > sebuah pengalaman. Kami lihat Abuya dengan 4 istri, 40 anak, 200 cucu, > pernikahan rukun, karena semua mengambil Tuhan sebagai pemimpin. Itu > kuncinya. > > > >Bukankah Rasulullah pernah mengadu kepada Allah kalau dia tidak sanggup > berbuat adil? > > > >Saya rasa yang Rasulullah kata soal perasaan dia yang khusus kepada Aisyah > dibanding kepada istri-istri yang lain. Kecenderungan hati itu disetujui > oleh istri-istri yang lain karena Siti Aisyah diberi keistimewaan, dia yang > paling bertakwa. Waktu dengan Aisyah, Rasulullah mendapatkan wahyu, lalu > Aisyah mendapatkan pembelaan dari Allah. > > > >Bisakah dideskripsikan kebahagiaan Anda ketika masih monogami dan kini > poligami? > > > >Fauzah: Saat monogami itu hidup, ya, begitu-begitu saja. Tidak ada > tantangan apa-apa. Seperti orang tidak pernah masuk mal yang dingin, tentu > dia akan bilang belanja di Blok M itu sudah paling oke. Tapi, ketika > ditawarkan mal lain, dia akan lihat memang ada mal dingin. Begitu juga > ketika poligami, ternyata ada ya kehidupan ini. Jadi, makin kita taat kepada > Allah, makin akan dibukakan pintu-pintu yang kita tidak pernah tahu. > > > >Kalau Anda merasa cinta suami Anda terbesar untuk Anda, bagaimana dengan > istri kedua, ketiga, dan keempat yang seakan menjadi pelengkap? > > > >Kalau kita sudah cinta Allah, itu memang semua indah. Pengorbanan itu > terbayar. Dan, dalam perjalanannya itu, kami terheran-heran bagaimana Allah > membalas. Ada kebaikan yang banyak dalam poligami. Kami tiba-tiba merasa > rindu dengan madu kami. Kayak adik-beradik. Satu rumah. > > > >Apa saja yang diajarkan dalam Global Ikhwan? > > > >Kami mengajarkan paling tidak ada satu paket seperti halnya Rasulullah > mengajarkan salat setelah sebelas tahun kenabian. Begitu pula pola didikan > yang ada dalam Global Ikhwan ini, terutama kepada orang yang taat kepada > Allah. Ada praktik membimbing salat. Kemudian diajarkan bagaimana berumah > tangga. Dan memang ada pengenalan tentang hubungan suami-istri yang menurut > tata cara aturan. Tapi, tampaknya orang sangat tertarik tentang hal itu > karena sebelumnya pendidikan soal seks ditutup. Tabu. Padahal, dalam Islam > ada kok dan halal. > > > >Jika ada klub taat suami, apakah di Global Ikhwan juga ada klub > memperlakukan istri dengan baik? > > > >Oh, ya. Kami kan mengajarkan paket, jadi bukan hanya perempuan. > > > >Apakah di Global Ikhwan anak-anak diajarkan kursus pernikahan? > > > >Kami sudah mengajarkan sejak mereka masih kecil. Kalau anak-anak ditanya > oleh kami apakah mau poligami kelak, mereka menjawab, "Mau." Ini kan yang > Allah bolehkan dan dicontohkan oleh Rasulullah. Jadi, ini sudah ada di benak > mereka saat kecil. > > > >Global Ikhwan sendiri selama ini bergerak di bidang apa? > > > >Kami bergerak di semua bidang. Ada kesehatan, pendidikan, kesejahteraan, > dan lain-lain. Di Malaysia ada pabrik makanan, restoran, dan lain-lain. > > > >Bagaimana anak-anak Global Ikhwan mendapat pendidikan? > > > >Ya di sini. Kami ada homeschooling. Mereka belajar di sini sampai mereka > mahir, jadi langsung aplikatif. Kalau mereka ingin meneruskan ke sekolah > formal dengan kuliah, bisa juga. Kalau dia sudah ada keahlian, sudah > langsung masuk ke proyek. > > > >BIODATA > > > >NAMA: > > > >Dr. Gina Puspita > > > >KELAHIRAN: > > > >Bogor, 8 September 1963 > > > >SUAMI: > > > >DR. Ing. Abdurrahman Riesdam Effendi (mempunyai tiga anak) > > > >PEKERJAAN: > > > >Dosen, Ibu Global Ikhwan wilayah Sumatera I > > > >PENDIDIKAN: > > > >- Bahasa Prancis dan adaptasi sistem pendidikan Prancis di Formation > International de l'Aeronaetique et Spatiale, Toulouse, Prancis (1982-1983) > > > >- Sarjana teknik di Paul Sabatier University, Toulouse, Prancis > (1983-1987) > > > >- Dipl. Ing dan DEA di Teknik Penerbangan (konstruksi pesawat udara) di > Ecole National Superieure de l'Aeronautique et de l'Escape, Toulouse, > Prancis (1987-1989) > > > >- Doktor teknik penerbangan di Ecole National Superieure de l'Aeronautique > et de l'Escape (1989-1993) > > > >KARIER: > > > >- Supervisor mahasiswa Teknik Mesin dan Teknik Penerbangan di Universitas > Prancis untuk Pengembangan Struktur Analisis, ENSAE-Prancis (1990-1993) > > > >- Dosen tamu di Teknik Penerbangan Institut Teknologi Bandung (1994-2000) > > > >- Dosen Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta (1996-sekarang) > > > >- Kepala Departemen Optimisasi Struktur Divisi Penelitian dan Pengembangan > Kedirgantaraan PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (1993-2003) > > > >BUKU: > > > >Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam Islam bersama Riesdam > Effendi (2006) > > > >PENGHARGAAN: > > > >- Pelajar teladan tingkat sekolah menengah atas se-Provinsi Jawa Barat > (1982) > > > >- Medali emas dari Kementerian Industri Prancis (1989) > > > >- Penghargaan Perempuan Teknologi Muslim Terbaik (2000) > > > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > -- www.davidsilalahi.konsultanasuransi.com ; http://enjoy-hidup.blogspot.com/ Asuransi Allianz terbaik 2010 di Indonesia, INFOBANK: http://www.antaranews.com/berita/1277927039/infobank-umumkan-peringkat-perusahaan-asuransi Asuransi Allianz terbaik 2011 di Indonesia, Media Asuransi: http://economy.okezone.com/read/2011/06/14/320/468410/ini-dia-perusahaan-asuransi-terbaik Allianz, Top 20 The Biggest Company in the world: http://money.cnn.com/magazines/fortune/global500/2010/snapshots/7674.html Allianz, The most Admired Company in the World: http://money.cnn.com/magazines/fortune/mostadmired/2010/snapshots/7674.html < http://www.antaranews.com/berita/1277927039/infobank-umumkan-peringkat-perusahaan-asuransi > Contact me for your A to Z insurance needs. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
