Di kristen juga wanita disuruh tunduk kepada suami seperti kepada tuhan....
-----Original Message-----
From: David <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 27 Jun 2011 09:39:30 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [proletar] Dr. Gina Puspita, Deklarator Klub Taat Suami: Poligami
 Itu Bukan Suami yang Suruh

kasihan para wanita itu, mereka dituntut nrimo perbuatan suami yang mau
jajan sana-sini, sedangkan si wanita tidak boleh jajan sana-sini. padahal
menurut penelitian hasrat seksual wanita dan pria itu sama.

penindasan konyol atas nama agama.


2011/6/27 item abu <[email protected]>

> **
>
>
> Islam itu emang agama yg benar unt bajingan2 sex maniak, tukang merkosa,
> tukang siksa cewek, pedophile dan segala bajingan lainnya.
>
> Khusus unt hal2 yg berbau sex yg gua sebutin di atas, semua itu didukung
> dgn ayat Quran, hehehe....
>
> >________________________________
> >From: sunny <[email protected]>
> >To: [email protected]
> >Sent: Sunday, June 26, 2011 5:58 PM
> >Subject: [proletar] Dr. Gina Puspita, Deklarator Klub Taat Suami: Poligami
> Itu Bukan Suami yang Suruh
>
> >
> >
> >
> >Refleksi : Untuk kaum pria beragama, tetapi belum atau malas mengetahui
> wahyu Allah dengan sempurna, maka sejalan dengan berita dibawah ini
> diberitahukan bahwa Al Quran 2:223 menyatakan: "Isteri-isterimu adalah
> (seperti) tempat bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok
> tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik)
> untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak
> akan menemui Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman".
> >
> >Tentu saja tokoh-tokoh MUI, konglomerat segera berdatatangan ke kantor
> "Isteri taaat suami", untuk bagi cerita dengan ibu-ibu perawan,
> >
> >Salah satu hal yang menarik ialah para TKW seagama yang diperkosa atau
> diperlakukan tidak adil yang kembali dari tanah Nabi, agaknya tidak ada
> tokoh MUI menujuk muka dan meninta cerita mereka dibagi atau membuang suara
> prihatin. Hal ini berlangsung kurang lebih setengah abad. hehehe
> >
> >Selamat bercocok tanam!
> >
> >
> http://www.tempointeraktif.com/hg/Wawancara/2011/06/26/brk,20110626-343303,id.html
> >
> >Dr. Gina Puspita, Deklarator Klub Taat Suami: Poligami Itu Bukan Suami
> yang Suruh
> >
> >Minggu, 26 Juni 2011 | 04:42 WIB
> >
> >Gina Puspita. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo
> >
> >TEMPO Interaktif, Jakarta - Deklarasi Klub Taat Suami yang dicanangkan
> oleh Kelompok Global Ikhwan di sebuah restoran di kawasan Kebayoran Baru,
> Jakarta Selatan, pada 18 Juni lalu, menuai pro dan kontra. Kalangan pria
> yang memiliki keistimewaan menikah lagi merasa mendapat angin segar dengan
> ajaran klub ini bahwa istri selayaknya harus menaati suami, termasuk ketika
> suaminya menikah lagi. Namun, banyak juga yang menolak deklarasi klub,
> terutama para istri dan kalangan feminis yang memandang klub ini telah
> merendahkan perempuan.
> >
> >"Kami hanya ingin berbagi pengalaman bahwa di Global Ikhwan ada cara
> mendidik suami, mendidik istri, dan anak-anak. Kami membagi bagaimana
> melaksanakan perintah Tuhan untuk taat. Di mana merendahkannya?" kata Gina
> Puspita, Ketua Klub Taat Suami Indonesia, Rabu lalu.
> >
> >Kecaman terhadap klub ini makin kencang manakala seorang pengurusnya
> mengatakan agar para istri melayani hasrat seksual suaminya seperti pelacur
> melayani pelanggannya demi menghindari perselingkuhan. Klub ini dituding
> menyamakan istri dengan pelacur dan urusan pernikahan hanya sebatas ranjang.
> "Kita melayani suami karena Tuhan, maka kita berbuat seperti orang yang
> melayani orang lain karena uang, tapi bukan menyamakan seperti pelacur,"
> ujar Gina, yang menjabat sebagai Ibu Global Ikhwan untuk wilayah Sumatera I,
> yang melingkupi seluruh Sumatera, kecuali Medan dan Aceh.
> >
> >Global Ikhwan didirikan oleh Abuya Asaari Muhammad Tamimi, yang pernah
> mengaku mendatangkan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004. Saat berdiri pada
> 1968, namanya adalah Darul Arqam, lalu berubah menjadi Rufaqa lantaran
> dianggap sesat oleh Pemerintah Malaysia, dan akhirnya berubah lagi menjadi
> Global Ikhwan. Pusat perkumpulan ini sekarang berada di Haramain (Tanah
> Suci) Mekah dan Madinah, Arab Saudi, setelah bertahun-tahun berada di
> Malaysia. Cabang-cabangnya ada di Indonesia, Malaysia, Yordania, Suriah,
> Mesir, Eropa, dan Australia. Anggotanya diprediksi mencapai 10 ribu jiwa di
> seluruh dunia. Di Indonesia, Gina memperkirakan ada 500 keluarga.
> >
> >Tempo berkesempatan melihat geliat roda bisnis Global Ikhwan berjalan. Di
> Jakarta, Global Ikhwan menyewa sebelas rumah toko di Plaza Niaga II Blok E
> 9-21 Sentul City, Bogor. Di sini, aktivitas yang ada adalah homestay,
> penerbitan, minimarket, rumah produksi, rumah kebajikan (rumah amal), asrama
> untuk santri perempuan dan laki-laki, usaha air isi ulang, kafetaria, klinik
> gigi dan salon, serta sekolah taman kanak-kanak. Tak jauh dari plaza di
> kawasan Victory, Global Ikhwan menjalankan usaha binatu, toko roti, dan
> penjahitan pakaian.
> >
> >Saat melayani wawancara dengan Istiqomatul Hayati dan fotografer Wisnu,
> Gina didampingi oleh Siti Fauzah, ibu untuk Jawa I (Pulau Jawa dan
> Pontianak); Nunung Saleh Ibrahim, Ketua Yayasan Global Ikhwan; Sofiah Duleh,
> ibu untuk Pekanbaru; dan Khadijah Duleh, ibu untuk Global Ikhwan Sentul.
> >
> >Apa respons dari pendeklarasian Klub Taat Suami ini?
> >
> >Setelah peluncuran, banyak yang datang dari tokoh-tokoh Islam, MUI,
> konglomerat, dan pemerintah. Dari kantor Wali Kota Jakarta Selatan datang
> meminta agar Klub Taat Suami bisa membagi cerita dengan ibu-ibu PKK.
> Responsnya bagus sampai sekarang. Orang-orang banyak yang bertanya konsep
> taat suami itu seperti apa.
> >
> >Bagaimana Anda menanggapi kalangan yang kontra?
> >
> >Saya rasa itu karena beberapa sebab. Pertama, mungkin mereka tidak
> memahami konsep taat yang kami pahami. Dan bagi kalangan feminis, konsep
> taat itu menjadi asing. Islam itu awalnya asing dan kembali menjadi asing.
> Bukan saja soal taat. Waktu saya pakai jilbab pada 1982, hebohnya luar
> biasa. Tapi, lihatlah sekarang, jilbab bukan suatu yang aneh. Sebenarnya,
> kalau kita masuk ke perusahaan, ada bos, pemiliknya, kita yang jadi stafnya
> itu taat. Ketaatan itu maksudnya bukan sesuatu status yang merendahkan
> martabat.
> >
> >Bukankah seharusnya muslim hanya taat kepada Allah?
> >
> >Bukti seorang taat kepada Allah, dia terima semua aturan-Nya. Prinsipnya,
> kita berbuat baik pada orang karena iman. Begitu juga taat kepada suami.
> Bukan suami yang suruh, tapi Allah yang suruh.
> >
> >Apa maksud pernyataan bahwa istri yang tidak taat, tidak menghiburkan,
> bisa menjadi sumber kerusakan masyarakat?
> >
> >Bahwa istri yang baik, tapi tidak bisa melayani suaminya akan membuat
> suaminya pulang dengan wajah kusut. Apalagi jika istrinya bermasalah,
> padahal seharusnya istri itu menjadi tiang negara. Kalau yang mengalami
> masalah rumah tangga ini adalah para pemimpin dunia, maka sudah tentu
> merugi, tapi itu bukan berarti istri menjadi biang kerusakan masyarakat
> karena sebenarnya sumber kerusakan itu karena manusia sudah kehilangan
> moral. Suami pun, sebelum dia membimbing istrinya menjadi lebih baik, harus
> taat dulu kepada Allah dan bersikap baik. Kenapa kami terfokus pada ketaatan
> istri karena ini klub perempuan, maka yang dibicarakan masalah perempuan.
> >
> >Apa tanggapan Anda ketika klub ini dituding merendahkan martabat
> perempuan?
> >
> >Saya pikir ketika kita melayani suami kita dengan dasar cinta, itu bukan
> merendahkan martabat. Kami hanya ingin berbagi pengalaman meski kami masih
> jauh dari sempurna, bahwa sejak Global Ikhwan berdiri (1968) ada cara
> mendidik suami, mendidik istri, dan dan anak-anak. Kami bahagia, tidak ada
> krisis. Kami membagi pengalaman yang sudah ada. Hasilnya bagaimana kami
> melaksanakan perintah Tuhan untuk taat karena akhirnya seperti kami, Allah
> memberikan balas jasa kepada kita. Di mana merendahkannya? Di sini (Global
> Ikhwan), 50 persen penggerak perusahaan adalah perempuan. Kalaupun ada
> komentar (negatif), itu karena informasi yang belum sampai. Ini sebuah
> ajaran Tuhan, bukan teori baru.
> >
> >Sebenarnya apa konsep taat dalam definisi Klub Taat Suami ini?
> >
> >Dalam rumah tangga, sudah Tuhan katakan bahwa pria itu pemimpin bagi
> perempuan. Suami yang baik, bukti bahwa dia taat kepada Allah, dia adalah
> yang berakhlak baik. Begitu juga istri. Kalau dia taat kepada Allah, dia
> akan mengikuti suami. Rasulullah sendiri mengatakan perempuan itu di (hari)
> akhir akan dilihat empat hal: salat, puasa, menjaga marwah dirinya, yang
> keempat akan ditanya tingkat ketaatan pada suami.
> >
> >Kenapa konsep ketaatan itu hanya dibebankan kepada istri. Bagaimana jika
> suaminya tidak taat kepada Allah?
> >
> >Kalau begitu, mesti ditanya mengapa dulu mereka menikah. Kalau suami tidak
> taat kepada Allah, kita tidak wajib taat. Hanya, kadang penyelesaiannya akan
> kami panggil kedua belah pihak untuk konseling, mendekatkan suaminya kepada
> Allah. Kadang suaminya menjadi ganas karena istrinya. Jadi, kita lihat
> keduanya.
> >
> >Definisi taat ini sampai seberapa jauh?
> >
> >Kami ingin 100 persen taat. Ketaatan tentulah ada dalam aspek kehidupan.
> Misalnya mau makan, suami mau sup, kita ingin sayur asam. Apa salahnya kita
> sediakan sup. Kalau sudah berumah tangga lama, kita juga akan bersenang hati
> melayani orang yang kita cintai. Dan begitu juga tentang hubungan seksual.
> Kalau orang-orang memberikan layanan kepada lelaki hanya untuk cari uang,
> dia melayaninya dengan begitu rupa, luar biasa, yang membuat orang datang
> lagi-datang lagi sampai ketagihan. Kenapa kita tidak juga melayani (seperti
> itu terhadap suami sendiri)? Ini bukanlah menyamakan istri sama dengan
> pelacur. Ada aturannya, apa yang tidak boleh jangan dikerjakan.
> >
> >Artinya perempuan tidak punya hak untuk mengekspresikan keinginan
> seksualnya?
> >
> >Kita bicara tentang taat kepada Allah, maka Allah yang terbaik. Bila
> seorang istri ketika menikah, maka suaminya terima nikahnya, dia yang bayar
> mahar. Artinya, dalam berumah tangga, yang raja itu suami. Jadi, dalam
> aturan itu pasti ada hikmahnya. Allah itu baik. Kalau kita melayani suami
> menurut selera suami, nanti Tuhan akan berikan kepada kita nikmat lebih
> hebat dari perempuan lain yang ingin memuaskan diri sendiri.
> >
> >Ketaatan ini termasuk mengikhlaskan ketika suami ingin menikah lagi?
> >
> >Ya. Awalnya kan ketaatan pada Tuhan, bukan karena suami suruh. Artinya,
> kalau kita taat kepada Allah, kita harus terima seluruh perintah Allah yang
> dibolehkan. Poligami termasuk yang dibolehkan Allah. Itu kita harus
> menyetujuinya. Makanya saya geli kalau ada yang bilang korban poligami
> (tertawa). Kalau kami ini bukan korban, kami ini pejuang poligami.
> >
> >Ada standar ganda di sini: berupaya agar suami tidak melirik perempuan
> lain dan menyetujui suami berpoligami....
> >
> >Itu betul, suami tidak melirik orang lain. Makanya dia tidak pernah
> menyatakan mau poligami. Dalam Global Ikhwan tidak ada pria yang bilang saya
> mau poligami. Pernikahan di Global Ikhwan itu perkawinan yang dirancang.
> Begitu pula poligami. Kami ada Departemen Keluarga dan Kesejahteraan yang
> mengurusi monogami dan poligami. Di situ mengurus, selain agar mendapatkan
> kecocokan antarpasangan, tapi juga akan memperkuat perjuangan Islam. Jadi,
> suami-suami yang sudah dididik untuk takut kepada Allah, mereka tidak
> terpikir menikah lagi karena takut akan amanah. Departemen ini mengurus
> madu-madu juga. Departemen ini juga yang memperkenalkan saya dengan madu
> saya.
> >
> >Bagaimana perasaan Anda ketika menikahkan suami Anda dengan perempuan
> lain?
> >
> >Fauzah: Perasaan kami tentu rasa sakit itu ada, tapi kami tahu sakit itu
> apa. Tapi, kami tahu ada obatnya. Ini seperti ujian naik kelas. Kalau
> poligami itu bukan sesuatu yang baik, tentu para nabi dan rasul tidak akan
> poligami. Padahal, mereka adalah orang-orang yang paling tinggi
> ketakwaannya.
> >
> >Selama ini pijakan poligami adalah Surat Annisa ayat 3. Tapi, pada ayat
> 129 disebutkan bahwa sesungguhnya manusia itu tidak bisa berbuat adil....
> >
> >Islam itu meletakkan sesuatu pada tepatnya. Adil yang paling tinggi adalah
> meletakkan Allah sebagai Tuhan. Dalam konsep adil yang utama dari suami, dia
> harus bisa menempatkan Allah sebagai Tuhannya. Bila itu sudah dapat,
> pernikahan akan bahagia dengan sendirinya.
> >
> >Ayat 129 itu menunjukkan Allah menyukai monogami?
> >
> >Kan diizinkan mengambil istri kedua, ketiga, keempat. Kalau enggak mampu,
> satu. Jadi, sebetulnya istri satu ini emergency. Saya katakan tadi ini
> sebuah pengalaman. Kami lihat Abuya dengan 4 istri, 40 anak, 200 cucu,
> pernikahan rukun, karena semua mengambil Tuhan sebagai pemimpin. Itu
> kuncinya.
> >
> >Bukankah Rasulullah pernah mengadu kepada Allah kalau dia tidak sanggup
> berbuat adil?
> >
> >Saya rasa yang Rasulullah kata soal perasaan dia yang khusus kepada Aisyah
> dibanding kepada istri-istri yang lain. Kecenderungan hati itu disetujui
> oleh istri-istri yang lain karena Siti Aisyah diberi keistimewaan, dia yang
> paling bertakwa. Waktu dengan Aisyah, Rasulullah mendapatkan wahyu, lalu
> Aisyah mendapatkan pembelaan dari Allah.
> >
> >Bisakah dideskripsikan kebahagiaan Anda ketika masih monogami dan kini
> poligami?
> >
> >Fauzah: Saat monogami itu hidup, ya, begitu-begitu saja. Tidak ada
> tantangan apa-apa. Seperti orang tidak pernah masuk mal yang dingin, tentu
> dia akan bilang belanja di Blok M itu sudah paling oke. Tapi, ketika
> ditawarkan mal lain, dia akan lihat memang ada mal dingin. Begitu juga
> ketika poligami, ternyata ada ya kehidupan ini. Jadi, makin kita taat kepada
> Allah, makin akan dibukakan pintu-pintu yang kita tidak pernah tahu.
> >
> >Kalau Anda merasa cinta suami Anda terbesar untuk Anda, bagaimana dengan
> istri kedua, ketiga, dan keempat yang seakan menjadi pelengkap?
> >
> >Kalau kita sudah cinta Allah, itu memang semua indah. Pengorbanan itu
> terbayar. Dan, dalam perjalanannya itu, kami terheran-heran bagaimana Allah
> membalas. Ada kebaikan yang banyak dalam poligami. Kami tiba-tiba merasa
> rindu dengan madu kami. Kayak adik-beradik. Satu rumah.
> >
> >Apa saja yang diajarkan dalam Global Ikhwan?
> >
> >Kami mengajarkan paling tidak ada satu paket seperti halnya Rasulullah
> mengajarkan salat setelah sebelas tahun kenabian. Begitu pula pola didikan
> yang ada dalam Global Ikhwan ini, terutama kepada orang yang taat kepada
> Allah. Ada praktik membimbing salat. Kemudian diajarkan bagaimana berumah
> tangga. Dan memang ada pengenalan tentang hubungan suami-istri yang menurut
> tata cara aturan. Tapi, tampaknya orang sangat tertarik tentang hal itu
> karena sebelumnya pendidikan soal seks ditutup. Tabu. Padahal, dalam Islam
> ada kok dan halal.
> >
> >Jika ada klub taat suami, apakah di Global Ikhwan juga ada klub
> memperlakukan istri dengan baik?
> >
> >Oh, ya. Kami kan mengajarkan paket, jadi bukan hanya perempuan.
> >
> >Apakah di Global Ikhwan anak-anak diajarkan kursus pernikahan?
> >
> >Kami sudah mengajarkan sejak mereka masih kecil. Kalau anak-anak ditanya
> oleh kami apakah mau poligami kelak, mereka menjawab, "Mau." Ini kan yang
> Allah bolehkan dan dicontohkan oleh Rasulullah. Jadi, ini sudah ada di benak
> mereka saat kecil.
> >
> >Global Ikhwan sendiri selama ini bergerak di bidang apa?
> >
> >Kami bergerak di semua bidang. Ada kesehatan, pendidikan, kesejahteraan,
> dan lain-lain. Di Malaysia ada pabrik makanan, restoran, dan lain-lain.
> >
> >Bagaimana anak-anak Global Ikhwan mendapat pendidikan?
> >
> >Ya di sini. Kami ada homeschooling. Mereka belajar di sini sampai mereka
> mahir, jadi langsung aplikatif. Kalau mereka ingin meneruskan ke sekolah
> formal dengan kuliah, bisa juga. Kalau dia sudah ada keahlian, sudah
> langsung masuk ke proyek.
> >
> >BIODATA
> >
> >NAMA:
> >
> >Dr. Gina Puspita
> >
> >KELAHIRAN:
> >
> >Bogor, 8 September 1963
> >
> >SUAMI:
> >
> >DR. Ing. Abdurrahman Riesdam Effendi (mempunyai tiga anak)
> >
> >PEKERJAAN:
> >
> >Dosen, Ibu Global Ikhwan wilayah Sumatera I
> >
> >PENDIDIKAN:
> >
> >- Bahasa Prancis dan adaptasi sistem pendidikan Prancis di Formation
> International de l'Aeronaetique et Spatiale, Toulouse, Prancis (1982-1983)
> >
> >- Sarjana teknik di Paul Sabatier University, Toulouse, Prancis
> (1983-1987)
> >
> >- Dipl. Ing dan DEA di Teknik Penerbangan (konstruksi pesawat udara) di
> Ecole National Superieure de l'Aeronautique et de l'Escape, Toulouse,
> Prancis (1987-1989)
> >
> >- Doktor teknik penerbangan di Ecole National Superieure de l'Aeronautique
> et de l'Escape (1989-1993)
> >
> >KARIER:
> >
> >- Supervisor mahasiswa Teknik Mesin dan Teknik Penerbangan di Universitas
> Prancis untuk Pengembangan Struktur Analisis, ENSAE-Prancis (1990-1993)
> >
> >- Dosen tamu di Teknik Penerbangan Institut Teknologi Bandung (1994-2000)
> >
> >- Dosen Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta (1996-sekarang)
> >
> >- Kepala Departemen Optimisasi Struktur Divisi Penelitian dan Pengembangan
> Kedirgantaraan PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (1993-2003)
> >
> >BUKU:
> >
> >Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam Islam bersama Riesdam
> Effendi (2006)
> >
> >PENGHARGAAN:
> >
> >- Pelajar teladan tingkat sekolah menengah atas se-Provinsi Jawa Barat
> (1982)
> >
> >- Medali emas dari Kementerian Industri Prancis (1989)
> >
> >- Penghargaan Perempuan Teknologi Muslim Terbaik (2000)
> >
> >[Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
> >
> >
> >
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>



-- 
www.davidsilalahi.konsultanasuransi.com ; http://enjoy-hidup.blogspot.com/

Asuransi Allianz terbaik 2010 di Indonesia,  INFOBANK:
http://www.antaranews.com/berita/1277927039/infobank-umumkan-peringkat-perusahaan-asuransi

Asuransi Allianz terbaik 2011 di Indonesia, Media Asuransi:
http://economy.okezone.com/read/2011/06/14/320/468410/ini-dia-perusahaan-asuransi-terbaik

Allianz, Top 20 The Biggest Company in the world:
http://money.cnn.com/magazines/fortune/global500/2010/snapshots/7674.html

Allianz, The most Admired Company in the World:
http://money.cnn.com/magazines/fortune/mostadmired/2010/snapshots/7674.html
<
http://www.antaranews.com/berita/1277927039/infobank-umumkan-peringkat-perusahaan-asuransi
>
Contact me for your A to Z insurance needs.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links





------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke