Orang Islam Indonesia itu ga lama akan akan nyembah2 ke Saudi minta spy bisa ngirim tkw dan naik haji/umroh.
>________________________________ >From: sunny <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Friday, July 1, 2011 6:15 AM >Subject: [proletar] Dendam, mulai 2 Juli Arab Saudi larang TKI > > > >Refleksi : Rezim SBY mau moratorium bulang Agustus, tetapi Arab Saudia larang >mulai 2 Juli. Pihak mana yang lebih berwewenang dalam menentukan waktu? >Insyaaalloh TKI yang berada di tanah Arab Saudia dilindungi Allah terhadap >perbuatan jahat atas diri mereka . > >Bagaimana kalau NKRI dan MUI memutuskan untuk tidak akan mengirim jemah haji >dan umroh ke Arab Saudia. Apakah hal ini akan mungkin dan apakah bila >dilakukan tidak menyebabkan Allah menjadi murka kepada rakyat Indonesia? > >http://www.harianterbit.com/artikel/fokus/artikel.php?aid=126872 > >Dendam, mulai 2 Juli Arab Saudi larang TKI >Tanggal : 30 Jun 2011 >Sumber : Harian Terbit > >JAKARTA - Seperti 'balas dendam' atas kebijakan penghentian sementara tenaga >kerja (moratorium) ke Arab Saudi, ternyata Saudi melakukan hal sama. Mulai 2 >Juli, semua TKI dilarak masuk dan bekerja di negeri itu. Untuk itu, mulai Rabu >28 Juni 2011 waktu setempat, pemerintah mengumumkan, akan menghentikan >pemberian izin kerja untuk tenaga kerja sektor domestik dari dua negara ini. > >Seperti dimuat Straits Times, Kamis 30 Juni 2011, Kementerian Tenaga Kerja >Arab mengatakan, penghentian pemberian visa kerja akan berlaku efektif mulai >Sabtu, 2 Juli 2011. Alasannya, ini terkait tuntutan yang diajukan RI dan >Filipina. "Kementerian Tenaga Kerja akan menghentikan penerbitan bisa kerja >bagi tenaga kerja domestik dari Indonesia mulai Sabtu, 2 Juli 2011," kata juru >bicara kementerian, Hattab Bin Saleh Al-Anzi, seperti dimuat Arab News. > >Ditambahkan Al-Anzi, sebagai gantinya, Arab Saudi akan merekrut pekerja >domestik termasuk pembantu dari negara lain. Keputusan tersebut dibuat setelah >beberapa negara pengekspor tenaga kerja menyampaikan minatnya untuk mengisi >posisi pembantu rumah tangga RI dan Filipina. Ditambahkan dia, larangan >perekrutan akan dilakukan secara ketat. > >Jubir Kepresidenen urusan Luar Negeri, T Faizasyah dihubungi terpisah >mengatakan dia belum bisa mengomentari kebijakan Arab Saudi tersebut karena >masih menunggu sikap Kemenlu. "Ini menyangkut urusan diplomatik, jadi kita >tunggu dulu sikap kemenlu sebagai lembaga resmi pemerintah," tambahnya. > >Sementara, Arif Jamal, agen perekrutan yang kembali dari Indonesia minggu >lalu, mengatakan keputusan Saudi untuk menghentikan pemberian visa bagi >pekerja migran perempuan Indonesia akhirnya akan menutup semua pintu >perundingan dengan pemerintah. > >Untuk diketahui, minggu lalu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengutuk >eksekusi mati tenaga kerja wanita Ruyati binti Satubi dan menuduh pemerintah >Arab merusak norma dan tatanan hubungan internasional, dengan tidak memberikan >informasi apapun pada pihak Indonesia. > >Tragedi Ruyati juga membuat pemerintah memutuskan menghentikan sementara, atau >moratorium pengiriman tenaga kerja ke Arab Saudi, sampai ada nota kesepakatan >terbaru dengan pihak Saudi. > >Arab Saudi juga berkonflik dengan Filipina. Seperti dimuat The National, >Filipina Mei lalu menolak permintaan Arab Saudi yang berniat memotong gaji >minimum bulanan para pekerjanya, dari US$400 ke US$200. Sebaliknya tuntutan >untuk asuransi pekerja dan informasi latar belakang majikan yang diminta, >ditolak Saudi. Filipina lantas mengumumkan moratorium, sampai ada kesepakatan >baru. > >Sementara itu Anggota Komisi I DPR, Tantowi Yahya Kamis, dalam eksekusi >terhadap PRT Royati pemerintah Arab Saudi jelas melanggar konvensi Jenewa >tentang kekonseleran karena tidak memberitahukan pemerintah Indonesia >menjelang eksekusi dilaksanakan. "Kita menghormati hukum Islam yang berlaku di >Arab Saudi, tapi sebagai warga dunia, Arab Saudi juga harus mengghormati >Konvensi Jenewa yang sudah menjadi komitmen dunia internasional," tambahnya. > >Tapi kenyataannya pemerintah Arab Saudi bukan minta maaf malah lebih galak >dari Indonesia. "Kalau Indonesia memberlakukan moratorium pengiriman TKI mulai >Agustus, pemerintah Arab Saudi justru lebih dulu menyetop izin TKI mulai 2 >Juli mendatang." > >Menurut Tantowi, kurangnya respek Arab Saudi terhadap pemerintah Indonesia tak >lepas dari kenyataan bahwa Indonesia selama ini hanya mampu mengekspor PRT- >yang mungkin dianggap budak- oleh Arab Saudi. > >Dihubungi terpisah, Wahyu Susilo dari Migrant Care mengharapkan kebijakan >tersebut dijadikan momentum bagi pemerintah untuk mencari pasar ekspor TKI >yang baru dan melindungi tenaga kerja asing di negaranya seperti Korea Selatan. > >Untuk jangka panjang tentu saja harus mampu menciptakan lapangan kerja baru. >"Pemerintah sendiri mengatakan setiap pertumbuhan rkonomi 1 persen akan >menciptakan lapangan kerja baru 400 ribu orang. Tapi kenyataannya pertumbuhan >ekonomi kita disebut-sebut sampai 6 persen, namun orang tetap saja sulit cari >kerja. Lalu di mana kesalahannya?" tegas Wahyu. (wilam/negara) > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
