Jadi si item telah mengakui mesjid dibongkar di daerah dimana muslim jumlahnya 
sedikit. Di Dili, timor leste, malah satu2nya mesjid raya yg sudah puluhan 
tahun jg dibongkar paksa tuh. Di amerika tak boleh bikin mesjid di lahan milik 
pribadi. Kenapa pada ribut soal izin gereja didaerah mayoritas Islam? Padahal 
saking baiknya org islam Indonesia, gereja amat banyak jumlahnya kok. Malahan 
gua pernah lihat sebuah kelurahan didaerah mayoritas muslim, dimana gereja 
boleh didirikan, terdapat 25 gereja (dalam berbegai aliran), sekolah kristen, 
dan rumah sakit dalam radius hanya 1 km. Tak ada mslah tuh org islam.  Coba 
ente ke amerika, spanyol, singapur....bisa ngga mesjid ddibuat sembarangan..

--- Pada Sab, 2/7/11, item abu <[email protected]> menulis:

Dari: item abu <[email protected]>
Judul: [proletar] DPR Pelajari Kasus Pembongkaran Masjid di Medan
Kepada: "[email protected]" <[email protected]>
Tanggal: Sabtu, 2 Juli, 2011, 1:20 PM







 



  


    
      
      
      Hehehe... kalo mesjid dibongkar, semua orang kebakaran jenggot termasuk 
anggota DPR. 



Tp kalo gereja dibongkar, DPR ga peduli.



http://id.berita.yahoo.com/dpr-pelajari-kasus-pembongkaran-masjid-di-medan-121826902.html



DPR Pelajari Kasus Pembongkaran Masjid di MedanRepublika – Kam, 30 Jun 2011



REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN - Komisi I DPR RI mempelajari kasus 

pembongkaran Masjid Al-Ikhlas yang mendapatkan penolakan dari Forum Umat Islam 
(FUI) Sumatera Utara. Tim Komisi I DPR RI mencari informasi 

mengenai pembongkaran itu dengan mendatangi langsung lokasi bekas masjid itu di 
Jalan Timor, Medan, Kamis.

Di lokasi tersebut, tim Komisi I DPR mendapatkan penjelasan dari salah seorang 
pengurus FUI Sumut Affan 

Lubis mengenai status hukum Masjid Al-Ikhlas yang juga bekas rumah 

ibadah milik Detasemen Perhubungan Kodam I Bukit Barisan yang 

dipindahkan ke kawasan Namurambe, Kabupaten Deli Serdang.

Sambil 

menunjukkan sejumlah surat, Affan menyebutkan bahwa pengembangan Masjid 

Al-Ikhlas dilakukan melalui dana wakaf dari umat Islam. Dana tersebut 

didapatkan melalui sedekah dan infaq umat Islam ketika mengikuti shalat 

Jumat di Masjid Al-Ikhlas. "Jadi Masjid Al-Ikhlas ini adalah milik umat 

Islam karena dikembangkan dengan dana wakaf," katanya sambil menyerahkan 
surat-surat tersebut.

Pimpinan rombongan Komisi I DPR Mayjen TNI 

(Purn) Yahya Sucawiria mengatakan, kedatangan pihaknya ke Sumut ingin 

mendapatkan informasi yang sebenarnya mengenai kasus pembongkaran Masjid 
Al-Ikhlas itu. Selama ini Komisi I DPR telah mendengar informasi 

mengenai kasus tersebut dari berbagai sumber dengan versinya 

masing-masing.

Karena itu, pihaknya mengunjungi Sumut dengan harapan dapat mengetahui 
permasalahan yang sebenarnya dari berbagai pihak.

Namun Yahya Sucawiria menegaskan jika pihaknya bukan sebagai penentu atau 

pengambil keputusan dalam permasalahan tersebut. "Kami hanya mendengar 

dari berbagai pihak, hasilnya akan diserahkan ke pimpinan Dewan," kata 

politisi dari Partai Demokrat itu.

Selain FUI, pihaknya juga akan meminta informasi dari Majelis Ulama 

Indonesia (MUI), DPRD, dan Pemprov Sumut. "Dalam satu hari ini harus 

tuntas," kata Yahya didampingi sejumlah anggota Komisi DPR lainnya 

seperti Azwar Abubakar, Maiyasak Johan, Mayjen (Purn) Tritamtomo Syahfan Badri, 
dan Neil Iskandar Daulay.

Sementara itu, Syahfan Badri 

mengatakan, pihaknya belum berani lebih banyak berkomentar karena masih 

harus mempelajari informasi yang diterima, apalagi belum banyak pihak 

yang dimintai keterangannya.

Pihaknya harus menemui semua pihak 

terkait jika ingin memberikan keterangan mengenai sikap Komisi I DPR 

terhadap pembongkaran Masjid Al-Ikhlas di Jalan Timor Medan.

"Nanti saja setelah diplenokan," kata politisi dari Partai Keadilan Sejahtera 
(PKS) itu.

Ketua I Bidang Hukum dan Pengerahan Massa FUI Sumut Indra Suheri mengatakan, 

pihaknya sangat mengharapkan anggota Komisi I DPR dapat memperjuangkan 

aspirasi umat Islam di Sumut terhadap keberadaan Masjid Al-Ikhlas 

tersebut.



[Non-text portions of this message have been removed]





    
     

    
    


 



  





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke