jadi si item cabul ngga bisa bantah dan mulai gila sembari ketawa2 sendiri 
hehehe

--- Pada Sen, 4/7/11, item abu <[email protected]> menulis:

Dari: item abu <[email protected]>
Judul: Re: Bls: [proletar] DPR Pelajari Kasus Pembongkaran Masjid di Medan
Kepada: "[email protected]" <[email protected]>
Tanggal: Senin, 4 Juli, 2011, 4:53 PM







 



  


    
      
      
      Hehehe... biasa, orang Islam itu ngibul.



>________________________________

>From: PAREWA <[email protected]>

>To: [email protected]

>Sent: Monday, July 4, 2011 2:25 PM

>Subject: Bls: [proletar] DPR Pelajari Kasus Pembongkaran Masjid di Medan

>

>

>  

>Jadi si item telah mengakui mesjid dibongkar di daerah dimana muslim jumlahnya 
>sedikit. Di Dili, timor leste, malah satu2nya mesjid raya yg sudah puluhan 
>tahun jg dibongkar paksa tuh. Di amerika tak boleh bikin mesjid di lahan milik 
>pribadi. Kenapa pada ribut soal izin gereja didaerah mayoritas Islam? Padahal 
>saking baiknya org islam Indonesia, gereja amat banyak jumlahnya kok. Malahan 
>gua pernah lihat sebuah kelurahan didaerah mayoritas muslim, dimana gereja 
>boleh didirikan, terdapat 25 gereja (dalam berbegai aliran), sekolah kristen, 
>dan rumah sakit dalam radius hanya 1 km. Tak ada mslah tuh org islam.  Coba 
>ente ke amerika, spanyol, singapur....bisa ngga mesjid ddibuat sembarangan..

>

>--- Pada Sab, 2/7/11, item abu <[email protected]> menulis:

>

>Dari: item abu <[email protected]>

>Judul: [proletar] DPR Pelajari Kasus Pembongkaran Masjid di Medan

>Kepada: "[email protected]" <[email protected]>

>Tanggal: Sabtu, 2 Juli, 2011, 1:20 PM

>

> 

>

>Hehehe... kalo mesjid dibongkar, semua orang kebakaran jenggot termasuk 
>anggota DPR. 

>

>Tp kalo gereja dibongkar, DPR ga peduli.

>

>http://id.berita.yahoo.com/dpr-pelajari-kasus-pembongkaran-masjid-di-medan-121826902.html

>

>DPR Pelajari Kasus Pembongkaran Masjid di MedanRepublika – Kam, 30 Jun 2011

>

>REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN - Komisi I DPR RI mempelajari kasus 

>

>pembongkaran Masjid Al-Ikhlas yang mendapatkan penolakan dari Forum Umat Islam 
>(FUI) Sumatera Utara. Tim Komisi I DPR RI mencari informasi 

>

>mengenai pembongkaran itu dengan mendatangi langsung lokasi bekas masjid itu 
>di Jalan Timor, Medan, Kamis.

>

>Di lokasi tersebut, tim Komisi I DPR mendapatkan penjelasan dari salah seorang 
>pengurus FUI Sumut Affan 

>

>Lubis mengenai status hukum Masjid Al-Ikhlas yang juga bekas rumah 

>

>ibadah milik Detasemen Perhubungan Kodam I Bukit Barisan yang 

>

>dipindahkan ke kawasan Namurambe, Kabupaten Deli Serdang.

>

>Sambil 

>

>menunjukkan sejumlah surat, Affan menyebutkan bahwa pengembangan Masjid 

>

>Al-Ikhlas dilakukan melalui dana wakaf dari umat Islam. Dana tersebut 

>

>didapatkan melalui sedekah dan infaq umat Islam ketika mengikuti shalat 

>

>Jumat di Masjid Al-Ikhlas. "Jadi Masjid Al-Ikhlas ini adalah milik umat 

>

>Islam karena dikembangkan dengan dana wakaf," katanya sambil menyerahkan 
>surat-surat tersebut.

>

>Pimpinan rombongan Komisi I DPR Mayjen TNI 

>

>(Purn) Yahya Sucawiria mengatakan, kedatangan pihaknya ke Sumut ingin 

>

>mendapatkan informasi yang sebenarnya mengenai kasus pembongkaran Masjid 
>Al-Ikhlas itu. Selama ini Komisi I DPR telah mendengar informasi 

>

>mengenai kasus tersebut dari berbagai sumber dengan versinya 

>

>masing-masing.

>

>Karena itu, pihaknya mengunjungi Sumut dengan harapan dapat mengetahui 
>permasalahan yang sebenarnya dari berbagai pihak.

>

>Namun Yahya Sucawiria menegaskan jika pihaknya bukan sebagai penentu atau 

>

>pengambil keputusan dalam permasalahan tersebut. "Kami hanya mendengar 

>

>dari berbagai pihak, hasilnya akan diserahkan ke pimpinan Dewan," kata 

>

>politisi dari Partai Demokrat itu.

>

>Selain FUI, pihaknya juga akan meminta informasi dari Majelis Ulama 

>

>Indonesia (MUI), DPRD, dan Pemprov Sumut. "Dalam satu hari ini harus 

>

>tuntas," kata Yahya didampingi sejumlah anggota Komisi DPR lainnya 

>

>seperti Azwar Abubakar, Maiyasak Johan, Mayjen (Purn) Tritamtomo Syahfan 
>Badri, dan Neil Iskandar Daulay.

>

>Sementara itu, Syahfan Badri 

>

>mengatakan, pihaknya belum berani lebih banyak berkomentar karena masih 

>

>harus mempelajari informasi yang diterima, apalagi belum banyak pihak 

>

>yang dimintai keterangannya.

>

>Pihaknya harus menemui semua pihak 

>

>terkait jika ingin memberikan keterangan mengenai sikap Komisi I DPR 

>

>terhadap pembongkaran Masjid Al-Ikhlas di Jalan Timor Medan.

>

>"Nanti saja setelah diplenokan," kata politisi dari Partai Keadilan Sejahtera 
>(PKS) itu.

>

>Ketua I Bidang Hukum dan Pengerahan Massa FUI Sumut Indra Suheri mengatakan, 

>

>pihaknya sangat mengharapkan anggota Komisi I DPR dapat memperjuangkan 

>

>aspirasi umat Islam di Sumut terhadap keberadaan Masjid Al-Ikhlas 

>

>tersebut.

>

>[Non-text portions of this message have been removed]

>

>[Non-text portions of this message have been removed]

>

>

> 

>

>



[Non-text portions of this message have been removed]





    
     

    
    


 



  





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke