Acara pemancungan tki ini pasti udah berlangsung selama puluhan thn. Lalu, kenapa "pers" baru ngoceh sekarang?
>________________________________ >From: sunny <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Friday, July 8, 2011 2:43 AM >Subject: [proletar] Tamparan' Pers, untuk Penanggulangan TKI > > > >http://www.jambiekspres.co.id/opini/19717-tamparan-pers-untuk-penanggulangan-tki.html > >Kamis, 30 Juni 2011 10:42 > >'Tamparan' Pers, untuk Penanggulangan TKI > >ADA 368 orang tenaga kerja Indonesia lagi yang terancam hukuman pancung; 23 >orang di Arab Saudi dan 345 orang di Malaysia. > >Lagi-lagi, banyak pihak meragukan, keseriusan pemerintah melalui kinerja empat >kementerian yang terlibat dalam penempatan tenaga kerja di Indonesia yaitu, >Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM >(bagian keimigrasian), serta Duta Besar negara tempat TKI bekerja, dan PJTKI >yang menjaring tenaga kerja tersebut. > >Mereka khawatir, jika instansi pemerintahan ini, tidak dihebohkan, atau >'ditampar'. Kaki tangan Presiden ini akan terus lengah, dan tidak akan >terbangun karena sakit. > >Dikhawatirkan, kelengahan ini, akan bermuara lagi pada tragedi 'Ruyati-Ruyati' >baru, yang lepas dari pantauan pemerintah Indonesia. > >Tekanan pers, terhadap kinerja empat kementerian ini pasca hukuman pancung >Ruyati, Sabtu (18/6) di Saudi Arabia, memang pukulan cukup telak bagi >lingkaran pihak yang berwenang terhadap pahlawan devisa ini. > >Kematian Ruyati yang setidaknya juga memperlihatkan betapa karut-marutnya >penanggulangan serta kurangnya kepedulian pemerintah terhadap pahlawan devisa >ini sejak lama. > >Kasus Darsem yang melakukan pembunuhan karena melakukan pembelaan diri, justru >memancing banyak pihak simpatik dan membuka dompet amal untuk mengupayakan >penggalangan dana denda tadi. > >Semestinya, jika memang pemerintah berniat melindung warga negaranya, >persoalan yang dihadapi Darsem seharusnya dari awal sudah ada ketegasan >pemerintah, terutama soal ketersediaan dana tadi. > >Sayangnya, sikap pemerintah setenga-setengah, bahkan mereka dari awal >seolah-olah tarik ulur, dan seakan justru berharap, dana denda datang dari >bantuan pihak luar. > >Padahal deadline kompensasi pengampunan hukum pancung hanya menghitung hari 7 >Juli mendatang. Lagi-lagi tekanan 'pers' memberikan tamparan ke departemen >yang berwenang itu, soal tanggung jawab tadi. > >Sehingga, entah karena tekanan pers, dan serangan publik yang begitu gencar, >akhirnya pemerintah setelah mendapat persetujuan DPR RI memutuskan dana denda >Darsem akan segera dibayarkan. > >Tamparan pers, sesekali memang diperlukan mengawal kelengahan pemerintah >untuk terus terjaga, bahwa di balik devisa yang dihasilkan TKI itu, mereka >juga punya hak mendapat perlindungan yang layak dari pemerintah Indonesia. > > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
