Keesokan harinya, rencanya mau check out pagi hari dan pergi ke Danau Maninjau 
dengan melewati 'Kelok 40' yang terkenal itu sekalian ke Padang untuk menginap 
semalam sebelum pulang ke Jakarta.  

Tapi, berhubung banyak yang capek sehingga acara ke Danau Maninjau itu 
dibatalkan dan kami berkeliling Bukittinggi pergi ke benteng 'Fort de Kock', 
Jam Gadang, dan Ngarai Sianok dan setelah itu langsung check out menuju Padang.

Jam Gadang merupakan landmark Bukittinggi terletak di jantung kota Bukittinggi 
dan jaraknya hanya sepelemparan batu dari Benteng 'Fort de Kock'.  Jam ini 
didirikan pada tahun 1928 dan mesin jam ini merupakan hadiah dari Ratu Juliana 
dan hanya ada 2 mesin jam seperti ini di dunia, kembarannya satu lagi jam Big 
Ben di London.  Jam Gadang mempunyai 4 buah jam (4 muka) sesuai dengan arah 
mata 
angin dengan mesin jam yang bergerak secara mekanis.

Benteng Fort de Kock terletak diatas bukit yang paling tinggi di Bukittinggi 
dan 
sekarang sudah dihubungkan dengan jembatan gantung diatas downtown Bukittinggi 
menuju Kebon Binatang dan Rumah Adat Baanjuang.  

Dari Fort de Kock ini gw berkeliling untuk melihat seluruh kota Bukittinggi 
yang dikelilingi oleh 3 gunung, Gunung Merapi, Gunung Singgalang dan Gunung ... 
(lupa euy nama gunungnya).

Ngarai Sianok merupakan lembah dengan kedalaman sekitar 100 m dengan dinding 
lembahnya yang berwarna warni dan di dasarnya mengalir Sungai Sianok yeng 
berliku-liku dengan back ground Gunung Singgalang dan Gunung Merapi.  

Keindahan pemandangan Ngarai Sianok sering memberi inspirasi buat para pelukis 
melukis keindahan panorama Ngarai Sianok.  Kalo orang sana bilangnya 'Little 
Grand 
Canyon', tapi menurut gw sih, nggak ada sama2 nya sedikitpun dengan dengan 
Grand 
Canyon.

Gua Jepang berada tepat ditengah Ngarai Sianok, dengan kedalaman 40 meter dari 
atas bukit dan 50 meter dari dasar jurang.  Jadi, gw turun kebawah sampai 
kedalaman 40 meter dan lorong gua itu tingginya sekitar 2 meter dan lebarnya 
sepanjang 2 bentangan tangan orang dewasa.  

Didalamnya terdapat sekitar 6 ruang  amunisi, tempat rapat, rumah sakit, dapur, 
tempat pembuangan mayat, tempat pengintaian.  Gua Jepang ini cukup besar, luas, 
dan komplit.  Gw berjalan  didalam Gua Jepang sekitar 40 menit, jadi estimasi 
panjangnya jalan di Gua Jepang sekitar 1,5 km deh.

Bayangin aja, berapa tuh orang Indonesia yang mati pada waktu menggali Gua 
Jepang yang besar dan luasnya seperti itu?

Setelah selesai makan siang, lalu kami check out dari hotel dan melanjutkan 
perjalanan ke kota Padang.  Tiba di kota Padang sekitar maghrib dan check in di 
hotel dan setelah istirahat sejenak lalu dilanjutkan dengan makan malam. 

Makanan di kota Padang kayaknya nggak ada yang enak, kecuali makanan Cina.  At 
least, makanan di Padang sudah pasti nggak sebanding dengan makanan di 
Bukittinggi.  Disamping itu, kita sudah terlalu capek untuk mencari restoran 
lainnya, maka kita makan di restoran Cina atas dasar rekomendasi teman.

Kebetulan, makanan Cina adalah favorit gw padahal tadinya gw udah males untuk 
ikutan, tapi mendengar bahwa makanan di restoran ini enak, maka gw paksain juga 
ikut.  Ternyata makanannya memang bener2 enak, jadi nggak sia2 deh gw ikutan 
makan malam di restoran ini.

Keesokan harinya merupakan hari terakhir dan setelah sholat subuh gw pergi 
jalan2 menyusuri pantai di depan hotel. Pantainya Padang, menurut gw, tidak 
bagus sama sekali, warna pasirnya coklat, udah gitu nggak boleh berenang di 
laut karena 50 meter dari bibir pantai terdapat palung yang sangat dalam.  

Setelah breakfast, lalu rombongan putar2 kota Padang melihat taman di tengah 
kota (lupa namanya), jembatan Malin Kundang, terus ke beberapa tempat yang gw 
nggak perhatikan. Reruntuhan bekas gempa sudah tidak terlihat sama sekali, 
semuanya sudah dibangun kembali dan sudah bersih dari bekas2 gempa.  

Menurut gw sih, setelah sebelumnya menginap di Bukittinggi, kota Padang tidak 
menarik sama sekali.  Mungkin karena udaranya yang sangat panas menyengat, 
mungkin juga karena memang tidak ada obyek wisata yang menarik, atau mungkin 
juga karena makanannya tidak enak.

Makan siang kita makan lagi di restoran Cina semalam, dan sekarang kita datang 
dengan 'full team' dan kita pesan makanan 1 jam sebelum kita tiba di restoran 
supaya makanan bisa datang tepat waktunya.  Menunya, kepiting saus Padang, 
udang besar, cumi goreng, steamed fish, ayam goreng mentega, kailan, dan 
beberapa jenis makanan lagi.

Alhamdulilah, setelah makan siang rombongan singgah sebentar di toko makanan 
"Christine Hakim" untuk membeli oleh2 keripik pedas dan makanan ciri khas 
Padang lainnya, setelah itu rombongan langsung menuju bandara "Minangkabau" 
untuk kembali ke Jakarta.  



=======



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke