Jangan-jangan Allah itu DEWA BULAN, alias ALIEN yang bermarkas di BULAN??? 

Ia datang menampakkan diri MENGAKU sebagai "Jibril"

Aku pernah baca artikel membuktikan bahwa Al Ilah itu dewi Bulan...
 

[email protected], "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@...> wrote:
>
> 
> 
> Ini bukti tambahan bahwa yang menyusun buku taik onta itu adalah orang Arab 
> primitif yang, ketika mereka menulis buku taik ontak itu, tidak tahu ilmu 
> falak..
> 
> Yang mengherankan - dan menyedihkan - adalah bahwa Abbas Amin, Dipo, 
> johny-indon,  PAREWA PAREWA, rezameutia, Roman Proteus dll. yang tahun 2011 
> ini dan punya akses ke internet belum juga menyadari hal itu..  
> 
> Betul-betul dungu kayak babi kabeh..
> 
> 
> --- In [email protected], item abu <itemabu@> wrote:
> >
> > Yg tolol itu adalah auloh, kenapa make bulan unt referensi waktu. Sampe 
> > ngocehnya sethn ada 12 bln, padahal kalo nurutin bulan, ternyata ada lebih 
> > dr 12, hehehe...
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > >________________________________
> > >From: ajeg <ajegilelu@>
> > >To: [email protected]
> > >Sent: Tuesday, August 30, 2011 11:11 AM
> > >Subject: [proletar] Re: Jusuf Kalla dan Din Syamsudin serta Kriteria Hilal
> > >
> > >
> > >  
> > >
> > >Serempak secara ilmiah untuk seluruh wilayah RI 
> > >jelas nggak mungkin, tapi kalau secara politis bisa 
> > >saja diatur. 
> > >
> > >Saking luasnya kepulauan nusantara ini (matahari 
> > >butuh waktu sekitar 14 jam untuk menerangi / melintasi 
> > >seluruh wilayah kepulauan) maka Indonesia harus 
> > >membagi wilayahnya ke dalam 3 zona waktu (tadinya 6) 
> > >berdasarkan koordinat, dihitung secara atomic, dan 
> > >ditentukan secara politis. 
> > >
> > >Sama seperti Eropa yang secara geografis juga dibagi 
> > >menjadi 3 wilayah waktu. Tetapi secara politis, 
> > >Prancis & Spanyol yang berada pada koordinat bujur yang 
> > >sama dengan Inggris (tepat di selatan Pulau Inggris) 
> > >justru mengikuti zona Waktu Eropa Tengah. Sementara, 
> > >Inggris & Portugal mengklaim berada di wilayah Waktu 
> > >Eropa Barat. Uni Eropa sepertinya belum sempat 
> > >memikirkan penyatuan waktu ini karena masih repot 
> > >dengan penyatuan mata uang dan lain-lainnya. 
> > >
> > >Realitanya, secara ilmiah pun standar waktu di bumi 
> > >(internasional) menggunakan 2 cara yaitu, dihitung 
> > >berdasarkan frekuensi atom dan dibagi menurut koordinat 
> > >- berdasar posisi bumi terhadap matahari. 
> > >
> > >Satu hal yang pasti, standar waktu internasional 
> > >menggunakan perhitungan ilmiah berdasarkan posisi bumi 
> > >terhadap matahari. Hitungan ini juga yang digunakan 
> > >untuk menetapkan hari / tanggal, bulan, dan tahun baru. 
> > >
> > >Umat Islam juga menggunakan posisi matahari dalam 
> > >kegiatan sehari-hari. Seperti misalnya untuk menentukan 
> > >masuknya waktu shalat, atau menentukan waktu imsak dan 
> > >berbuka puasa pada bulan Ramadhan. Tetapi untuk menentukan 
> > >datangnya periode bulan baru, Islam tentu saja 
> > >menghitungnya dari posisi bulan, bukan posisi matahari. 
> > >
> > >Dengan demikian, selain dibantu dengan hitungan ilmiah, 
> > >manusia hendaknya mendekatkan hidup & kehidupannya dengan 
> > >kondisi alamiah. 
> > >
> > >Jadi, penyatuan / penyeragaman waktu masuknya BULAN baru 
> > >(sebutlah masuknya bulan Syawal) untuk seluruh wilayah 
> > >Indonesia dengan menggunakan posisi MATAHARI justru menjadi 
> > >lelucon. Tidak ilmiah, dan samasekali tidak alamiah. 
> > >
> > >Bicara NKRI ke depan, hal-hal ilmiah (keseragaman) dan 
> > >alamiah (keberagaman) begini perlu dipahami dalam penerapan 
> > >desentralisasi. Jangan sesumbar desentralisasi tapi isinya 
> > >cuma menang-kalah dalam pilkada. Atau malah menuntut 
> > >penyeragaman hal-hal yang secara alamiah berbeda. 
> > >
> > >--- baswati <baswati@> wrote:
> > >
> > >> Setuju, 
> > >> mengikuti sidang tersebtu sungguh sangat inspiring untuk membangun > 
> > >> NKRI masa depan.
> > >> 
> > >> Namun ada pertanyaan mengganjal nih dari orang awam.
> > >> Ketika wilayah NKRI itu lebar sekali sehingga apakah hilal yang 
> > >> terlihat di wilayah barat juga terlihat di wilayah timur. Artinya, 
> > >> secara ilmiah apakah bisa disimpulkan sama untuk NKRI mengingat 
> > >> bumi itu bulat ? 
> > >> 
> > >> 
> > >> rifky pradana wrote:
> > >> 
> > >> > Sidang Itsbat dengan Memperhatikan Layar Hasil Pengamatan Teleskop
> > >> > dari Beberapa Lokasi di Indonesia (Antara/Fouri Gesang Sholeh) 
> > >
> > >[...] 
> > >
> > >
> > > 
> > >
> > >
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke