Nabi rampok pedophile dan tuakng bunuh aja dianggap sbg orang terbaik sejagad, 
jadi ga heran kalo raja Arab kayak gitu dijadikan doktor.




>________________________________
>From: muskitawati <[email protected]>
>To: [email protected]
>Sent: Saturday, September 3, 2011 9:15 AM
>Subject: [proletar] Gara2 Beri Gelar Raja Arab, Rektor UI Diadili DPR !!!
>
>
>  
>Gara2 Beri Gelar Raja Arab, Rektor UI Diadili DPR !!!
>
>Rektor UI menuduh mereka yang mengkritik kebijaksanaan beliau dalam memberi 
>gelar Doctor HAM kepada Raja Arab Saudia sebagai sebagai usaha menggulingkan 
>beliau.
>
>Padahal yang terjadi justru sebaliknya, karena rektor UI memberikan gelar 
>kepada Raja Arab itulah merupakan kesalahan fatal yang menyebabkan dia harus 
>dicopot dari jabatannya.
>
>Bermain politik bagi pejabat haruslah waspada memantau gerak angin, dikala 
>masyarakat sedang badai demo memprotes pelanggaran HAM oleh Arab Saudia yang 
>menghukum mati para TKW yang difitnahnya sebagai pembunuh, maka blunderlah si 
>rektor UI menganugerahi raja Arab Saudi ini dengan gelar doktor tegakkan HAM.
>
>Rupanya rektor UI sibuk urusan vested interestnya sendiri sehingga tidak baca 
>koran bahwa masyarakat sedang resah atas pelanggaran HAM yang dilakukan Raja 
>Arab Saudia ini.
>
>Wajar, setiap blunder selalu dimanfaatkan oleh saingan politik untuk menjegal 
>karir politik yang blunder ini.
>
>Jadi kalopun rektor UI harus dicopot dari jabatannya, penyebabnya jelas yaitu 
>kebijaksanaannya yang blunder yang tidak bijaksana ini sehingga masyarakat dan 
>bangsa Indonesia merasa dirugikan oleh tindakan sang rektor yang buta HAM ini.
>
>Celakanya, si Rektor ini bukan sadar, malah menjerumuskan dirinya kepada 
>blunder kedua yaitu menuduh kritik pemberian gelar ini sebagai upaya 
>penggulingan dirinya.
>
>http://us.detiknews.com/read/2011/08/26/161732/1712089/10/berikan-gelar-pada-raja-arab-rektor-ui-akan-dipanggil-dpr?nd992203605
>
>Enggak heran kalo akhirnya dia dipanggil oleh DPR untuk diadili.
>
>Rektor UI itu khan bidangnya adalah bidang ilmu pengetahuan, jadi kalo ada 
>tokoh Agama Islam seperti raja Arab ini mau diberi gelar pun harusnya tugas 
>Rektor IAIN yang menganugerahkannya bukan tugas Rektor UI.
>
>Lebih celaka lagi, rektor UI memaksakan pembenaran tindakannya yang salah ini 
>dengan lagi2 memfitnah professor2 lain yang dituduhnya mendukung inisiatif 
>sang rektor untuk memberikan gelar tsb.  Bahkan rektor bego ini menyatakan 
>bahwa ide memberikan gelar kepada raja Arab ini datangnya justru dari para 
>professor yang keahliannya bukan agama Islam.
>
>Ini fakta, ini bukti, bawah system pengorganisasian maupun pembagian keahlian 
>dalam pendidikan amat kacau balau di Indonesia.  Rektor UI yang harusnya 
>memfokuskan bidang ilmu pengetahuan malah fokusnya kepada agama Islam, 
>sehingga dilingkungan UI bukan lab ilmu pengetahuan yang dibangun besar 
>melainkan mesjidnya yang lebih besar dari aula tempat diskusi ilmu pengetahuan 
>yang dibangunnya.  Dengan tempat wudhu yang mewah dan lengkap tentunya 
>mengurangi dana untuk fasilitasnya dibidang ilmu pengetahuan.
>
>Sama halnya, kalo UI memfokuskan kepada Islamnya, maka IAIN yang harusnya 
>memfokuskan kepada Islamnya malah fokusnya justru kepada lab Komputer, 
>seharusnya IAIN lebih banyak menerima siswa bidang agama Islam tetapi 
>bertengkar dengan DepDikBud agar diizinkan untuk menerima lebih banyak 
>mahasiswa yang ingin mengejar karir dibidang komputer.
>
>Begitulah salahnya, menyatukan agama Islam dengan segala hal sebagai hal yang 
>keharusan padahal harusnya diharamkan.  Hal ini bukan cuma berlaku dalam 
>bidang ini saja, tetapi juga disemua bidang, seperti tugas MUI bisa mengambil 
>alih tugas DepKes dalam pengawasan makanan dimana halal haramnya makanan 
>dianggap menyangkut kesehatan sehingga tugas2 DepKes terbengkelai, dilain 
>pihak korupsi terlindungi di MUI akibat pengambil alihan tugas ini.  Jelasnya, 
>MUI itu berada diluar administrasi keuangan negara karena MUI bukan badan 
>negara tapi swasta yang disubsidi seperti BUMN.  Sedangkan tugas DepKes yang 
>harusnya didanai negara dananya bisa di-bagi2 antar pejabat karena tugasnya 
>bisa dialihkan kepada MUI.
>
>Kalo DepKes hanya bisa mengawasi kesehatan makanan saja, sebaliknya MUI bukan 
>cuma makanan, kehalalan pabrik mobil pun menjadi tugasnya antara lain suasana 
>kerja yang Islamiah, cara kerja yang Islamiah, penggajian yang Islamiah, 
>pakaian yang Islamiah.  Bahkan pabrik alat2 elektronik juga dibawah pengawasan 
>MUI karena ada kalanya sewaktu alat elektronik yang sudah diproduksi pabrik 
>itu ditest oleh quality control dinyatakan haram dan untuk menghalalkannya 
>hanya diberi tambahan tempelan saja dalam amplopnya.
>
>Ny. Muslim binti Muskitawati.
>
>
> 
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke