Kalo Palestina Diterima Jadi Anggauta UN Maka Jordania Dikeluarkan !!!
                                
Mandat UN adalah membagi dua wilayah Palestina menjadi wilayah untuk negara 
Yahudi Palestina, dan negara Arab Palestina.  Yahudi Palestina menamakan 
negaranya "Israel" dan Arab Palestina menamakan negaranya "Jordania".

Akibatnya, kalo sekarang Arab Palestina mau menamakan negaranya sebagai negara 
"Palestina" untuk duduk sebagai anggauta UN, otomatis negara "Jordania" harus 
dikeluarkan dari anggauta UN karena tidak bisa ada dua wakil Arab Palestina 
dalam lembaga dunia ini sama seperti nasib negara "Taiwan" yang harus 
dikeluarkan dari UN dikarenakan "Cina" masuk menjadi anggauta UN.  Dalam hal 
ini tidak bisa ada dua negara Cina yang mewakili Cina didalam UN.

Saat ini PLO berstatus sebagai "Observer" atau sebagai tamu peninjau saja dalam 
badan United Nation (UN) ini.  Namun status ini diberikan hanya sementara 
sebagai hasil ditanda tanganinya perjanjian camp David oleh Yasser Arafat yang 
waktu itu mewakili PLO dalam kerangka mendirikan negara baru yang bernama 
"Palestina".

Namun sekarang berbeda, Yasser Arafat sudah mati dan penggantinya Mahmud Abbas 
yang terpilih sebagai presiden sudah kadaluwarsa statusnya sebagai presiden 
sehingga belum ada presiden yang syah berdasarkan pemilu.  Hal ini disebabkan 
karena organisasinya PLO terpecah belah tidak lagi mewakili Palestina seperti 
halnya Arafat.

Pemerintahan baru Abbas yang terpilih itu menolak perjanjian camp David yang 
telah disepakati untuk mendirikan negara Palestina.  Gugurnya perjanjian Camp 
David mementahkan persoalan kembali yang secara otomatis membatalkan berdirinya 
negara Palestina itu sendiri.

Palestina terpecah dua, yaitu PLO dan Hamas dimana pengikut Hamas menguasai 
lebih dari 90% pendukung Palestina, sementara Abbas hanya mendapatkan dukungan 
kurang dari 10% saja sehingga otoritas yang diwakilinya menjadi tidak memenuhi 
syarat.

Dilain pihak meskipun Hamas menguasai lebih dari 90% pendukungnya namun tidak 
mungkin mendapatkan pengakuan karena tujuan Hamas bukan untuk perdamaian 
sebagaimana syarat setiap anggauta PBB tetapi untuk memusnahkan Yahudi dan 
merebut tanah airnya menjadi negara Palestina.

Tuntutan Abbas sekarang adalah minta diakui dan menjadi anggauta UN berdasarkan 
wilayah sebelum perang 1967.  Tentu saja tuntutan ini tidak cocok karena 
sebelum perang 1967 tidak pernah ada negara Palestina dan juga tidak ada 
wilayahnya, karena wilayah Gaza dan Westbank yang sekarang berisi warga yang 
dinamakan Palestina itupun asalnya dari pemberian Israel yang merebutnya dari 
kemenangan perang 6 hari.  Sebelum perang 1967, wilayah Gaza adalah milik 
Mesir, dan wilayah Westbank milik Jordania.

Wilayah Gaza dan Westbank ini kemudian diberikan kepada PLO Yasser Arafat 
berdasarkan perjanjian Camp David !!!  Pembatalan sepihak perjanjian Camp David 
oleh Abbas tentunya juga membatalkan hak Palestina atas Gaza dan Westbank ini.

Demikianlah, dengan pembatalan perjanjian Camp David meskipun sebelum perang 
1967, tidak dikenal batas wilayah negara Palestina yang dituntut oleh Abbas 
dalam melamar negara Palestina sebagai anggauta UN.

Raja Abdullah II dari Jordania menolak mentah2 rencana Israel untuk 
mengembalikan semua orang2 Arab Palestina di Gaza dan Westbank kembali ke 
Jordania.  Menurut Abdullah, Jordania beda dari Palestina meskipun Jordania 
mendukung Palestina bukan berarti sama urusannya.

Namun penyelesaian dengan merenovasi negara Jordania menjadi negara Palestina 
merupakan pemecahan yang terbaik karena kerajaan Jordania yang sekarang ini 
sangat rapuhnya, rakyatnya muak dengan system kerajaan monarchi yang cuma 
memeras rakyat memperkaya keluarga kerajaannya sehingga Monarki Jordania ini 
sama sekali tidak didukung rakyatnya.  Apalagi Jordania sekarang inipun 
mendiskriminasi maupun mengusir orang2 Arab Palestina yang mayoritas ini keluar 
dari Jordania dan sisanya ditempatkan dalam Camp2 pengungsian Palestina yang 
masih bertebaran diwilayah Jordania tanpa diizinkan bekerja dan hidup mereka 
berasal dari donasi UN.

Kerajaan Jordania hingga sekarang masih bisa bertahan karena menjadi boneka 
Amerika yang sangat setia seperti juga Arab Saudia.  Namun kalo PLO yang 
mewakili negara Palestina diterima menjadi anggauta UN, maka tidak ada pilihan 
lain bagi UN dengan menendang keluar Jordania meskipun harus mengorbankan 
kepentingan Amerika.

Itulah sebabnya, Amerika mati2an melarang Abbas untuk melamar menjadi anggauta 
UN, karena berarti menendang keluar Jordania yang menjadi kepentingan Amerika.  
Untuk itu, Amerika sudah mengultimatumkan, bahwa apabila akan dilakukan voting 
untuk diterimanya negara Palestina, maka sebelumnya Amerika akan mem "veto" nya.

Ny. Muslim binti Muskitawati.






------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke