Amerika Memilih Pertahankan Jordania Daripada Palestina !!!
United Nation itu diciptakan oleh Amerika, dibiayai juga oleh Amerika, dan
kantor pusatnya pun berada di Amerika.
Tujuan Amerika membangun United Nation adalah untuk mempersatukan negara2
didunia yang mengingini tegaknya perdamaian dunia, oleh karena itulah tidak
mungkin ada negara yang bertujuan menghancurkan negara lainnya bisa diterima
dibadan dunia ini.
Dalam menyelesaikan masalah konflik Israel-Arab, maka dasar hukum Internasional
yang digunakan adalah mandat UN yang membagi wilayah bekas jajahan Inggris ini
menjadi dua bagian, yaitu sebagian untuk "Yahudi Palestina", dan bagian lainnya
untuk "Arab Palestina". Negara Yahudi Palestina kemudian menamakan negaranya
"Israel" sedangkan negara Arab Palestina kemudian menamakan negaranya sebagai
"Jordania".
Penduduk Yahudi yang tinggal di wilayah yang sekarang Jordania, dipaksa pindah
ke Israel. sebaliknya, penduduk Arab Palestina yang tinggal di Israel
dibebaskan memilih apakah mau pindah ke Jordania atau mau menjadi warganegara
Israel. Mendadak, Jordania menyerang Israel dibantu sebagian besar penduduk
Arab Palestina yang tinggal di Israel mengangkat senjata dengan bantuan semua
negara2 Arab tetangganya untuk mengusir semua orang2 Yahudi.
Tetapi perang Israel-negara2 Arab akhirnya dimenangkan Israel dan para
pemberontak Arab Palestina mundur berlindung di Jordania. Jordania gagal
memperluas wilayahnya keseluruh Israel, dan untuk melepaskan tanggung jawab
perang dalam penyerbuan ini kemudian raja Jordania membentuk front yang
dinamakannya "gerilyawan pembebasan palestina" yang dikenal sebagai PLO.
Dengan kemenangan Israel tsb, maka raja Jordania dipaksa membubarkan kelompok2
gerilyawan di Jordania yang tadinya dibiayainya.
Setelah kekalahan fatal Arab dan Jordania ini pada 1948, kelompok2 gerilyawan
PLO kemudian menyebarkan diri pindah dari Jordania ke Libanon, Syria dan Mesir
untuk melanjutkan perang merebut negara Israel. Selanjutnya oleh masing2 negara
Arab, para pengungsi gerilyawan PLO ini ditempatkan dalam camp2 pengungsi
dengan bantuan UN. Bantuan UN ini diharapkan bisa mencegah dan menghentikan
para pengungsi yang menyelundup masuk ke Israel untuk merampok makanan
penduduknya. Namun dalam jangka panjang, camp2 pengungsi Arab Palestina ini
menjadi masalah di negara tempat mereka bernaung, tidak dibolehkan bekerja,
tidak dibolehkan menikahi penduduk setempat, tidak boleh sekolah, dan bahkan
untuk keluar dari camp pengungsianpun dilarang kecuali ada yang sakit akan
diantar jemput dengan pengawalan yang ketat. Yasser Arafat sendiri tinggal di
camp penampungan di Libanon.
Kekalahan negara2 Arab 1967 kali kedua ini tidak lagi mendapatkan pengampunan
dari Israel, ratusan ribu pasukan gabungan Arab ini dibantai habis, pesawat2
tempur buatan russia habis dihancurkan beserta radar2nya yang ultra modern.
Wilayah2 strategis dari wilayah Arab ini diduduki untuk mengantisipasi serangan
ulangan. Wilayah2 itu antara lain adalah Gaza, Westbank, Sinai, Golan,
Jerusalem Timur, lembah Bekaa, dan lain2nya lagi.
Baru atas kesediaan Yasser Arafat menandatangani perjanjian perdamaian dengan
Israel di Camp David inilah kemudian Amerika membujuk Israel untuk memberikan
sebagian tanah yang didudukinya untuk menjadi negara Palestina yaitu Westbank
dan Gaza.
Namun kembali ternyata Israel dibohongi untuk ketiga kalinya, setelah wilayah
itu diduduki gerilyawan Arab Palestina, kembali mereka melakukan penyerangan
roket2 dengan lebih gencar lagi, melatih teroris2 bunuh diri dengan menyalah
gunakan bantuan Amerika dan dunia.
Disusul pengkhianatan Jihad 911, "Enough is enough" begitulah kata2 politisi
Amerika yang secara tertutup telah memberi jaminan kepada Israel bahwa tidak
akan ada negara Palestina. Semua bantuan kepada Abbas secara bertahap dicabut
dan inilah satu2nya penyelesaian yang paling mujarab. Penduduk Arab Palestina
akan dikembalikan kewilayah yang telah ditetapkan dalam mandat UN 1948 yaitu ke
Jordania.
Adalah mustahil apabila UN menerima negara Palestina sebagai anggauta baru yang
otomatis harus menendang keluar Jordania dari UN yang mewakili Arab Palestina
selama ini.
Sesuai mandat UN, negara Arab Palestina hanya ada satu yang diakui yaitu
Jordania, dan kalo ada lagi negara Arab Palestina yang lain yang masuk ke UN,
maka Jordania artinya harus ditendang keluar, sama kasusnya dengan Taiwan.
Cina hanya satu yang diakui mewakili negara Cina di UN. Kalo tadinya Taiwan
diakui sebagai satu2nya yang mewakili negara Cina sebagai anggauta UN, maka
setelah negara mainland China diterima menjadi anggauta UN, maka otomatis
Taiwan ditendang keluar dari UN.
Nasib Jordania akan sama dengan Taiwan harus ditendang keluar dari UN apabila
negara Palestina diterima sebagai anggautanya. Namun Amerika sebagai pemegang
hak veto pasti lebih memihak kepada Jordania yang sudah membuktikan
kesetiaannya dalam menjunjung HAM, Demokrasi maupun perdamaian dunia daripada
mendukung negara Palestina yang berulangkali mengkhianati perjanjian yang telah
ditanganinya sendiri.
Oleh karena itu, Amerika sudah mengultimatumkan bahwa apabila diagendakan
pemungutan suara mengenai negara Palestina, maka Amerika akan memveto-nya
tentunya juga disertai menghentikan semua bantuan Amerika kepada Abbas dengan
PLO-nya ini.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/