http://www.cenderawasihpos.com/index.php?mib=berita.detail&id=3425
Senin, 19 September 2011 , 04:49:00


Menteri ESDM: Dampak Mogok Akan Begitu Besar


 
Potensi Penurunan Pendapatan Mencapai Rp 57,3 M/Hari

JAYAPURA - Mogok kerja yang dilakukan oleh para karyawan PT. Freeport Indonesia 
sejak Kamis (15/9) lalu mendapat pemerintah serius pemerintah pusat. Sebab, 
jika mogok itu berlangsung lama, maka secara otomatis dampaknya akan sangat 
besar.

Ya, terkait hal itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Darwin 
Zahedy Saleh terbang ke Jayapura untuk melakukan pertemuan tertutup dengan 
Pemerintah Provinsi Papua, PT Freeport Indonesia (PTFI), Kapolda Papua dan 
Pangdam XVII/Cenderawasih di berlangsung Swiss Belhotel, Sabtu (17/9).

Usai pertemuan itu, Menteri ESDM kepada wartawan menjelaskan bahwa rapat yang 
dilaksanakan ini, merupakan rapat penting dari sekian rapat panting yang akan 
membicarakan persoalan di PT Freeport Indonesia akibat adanya mogok kerja 
karyawan PT Freeport itu.

Hanya saja, kata menteri, pertemuan ini bukan menyangkut soal upah atau 
ketenagakerjaan, sebab itu urusan menteri ketenagakerjaan. Namun kehadiran 
pihaknya lebih pada teknis produksi dan pertambangan, terutama hal-hal yang 
meyangkut akibat yang terjadi di area pertambangan.

"Kehadiran kita dalam rapat ini terkait persoalan teknis, produksi dan 
pertambangan, sebab apabila kegiatan produksi terhenti, maka ada 
potensi-potensi kegiatan teknis, misalnya pada peralatan dan pertambangan, 
seperti tata air, tata udara, permesinan, dan dampak seperti longsor dan 
banjir, hal-hal itu perlu evaluasi yang bersifat teknis," jelas Darwin Zahedy 
Saleh.

Menteri menegaskan bahwa dampak yang diakibatkan kerena mogok kerja itu akan 
begitu besar, sebab area pertambangan terutama pertambangan bawah tanah jika 
tidak dijaga dengan baik, maka akan membuat dampak yang besar di area PT. 
Freeport.

Meskipun begitu, menteri mengaku sangat optimis persoalan di PT. Freeport akan 
segera selesai, ini terlihat dari perkembangan-perkembangan maju yang terjadi 
saat ini antara pihak yang mogok dan pihak perusahan.

Di tempat yang sama, Dirjen Mineral dan Batuan pada Kementerian ESDM, Thamrin 
Sihite mengatakan, jika sampai mogok terjadi sebulan, maka berdampak pada 
pengelolaan lingkungan dan keselamatan kerja, misalnya jika lokasi peledakan 
tidak dirawat, maka akan menimbulkan penumpungan air, bahkan bisa menimbulkan 
banjir bandang.

"Pernah terjadi lonsor, bahkan banjir bisa menyapu pemukiman di sekitar area 
pertambangan, dan itu sangat berbahaya. Mudah-mudahan itu tidak terjadi," jelas 
Thamrin.

Terkait hal itu, pihaknya sudah melakukan antisipasi ekstrim, ini terbukti 
dengan sejumlah ahli-ahli khusus telah didatangkan untuk mengambil 
langkah-langkah pencegahan. "Antisipasi ektrim tetap kita laskanakan," tegasnya.

Sementera itu Kapolda Papua Irjen Pol. Bigman Lumban Tobing mengatakan secara 
umum kondisi keamanan di PT.Freeport dan Kabupaten Mimika berangsur-angsur 
pulih, bahkans aat ini dalam kondisi kondusif, tidak ada tanda-tanda yang 
mengancam.

"Saya berharap semua pihak menahan diri, mereka yang mau bekerja silahkan 
bekerja, yang mau mogok silahkan mogok, asalkan yang mogok jangan mengajak yang 
ingin kerja," terangnya.

Sedangkan Presiden Direktur dan CEO PTFI, Armando Mahler menyatakan bahwa 
akibat dari mogok tersebut potensi penurunan penerimaan pendapatan negara 
mencapai U$$ 6,7 juta atau mencapai Rp. 57,3 milyar/hari, serta potensi 
penurunan penjualan mencapai U$$ 19 juta/hari. 

Pihaknya menjelaskan jika karyawan tidak bekerja, maka satu karyawan akan 
kehilangan Rp. 557 ribu/hari, padahal para karyawan ini memiliki istri dan anak.

"Kami sudah tetapkan sistem tidak kerja tidak dibayar, tidak ada untung dari 
mogok, kita sama-sama rugi, sehingga saya harapkan keriawan ada pengertian," 
tegasnya.

Ditambahkannya, saat ini ada perkembangan terbaru, sebab sebelumnya tidak ada 
karyawan yang bekerja, namun saat ini sudah hampir 400 karyawan sudah kembali 
bekerja, dan kemungkinan akan diikuti lagi dengan karyawan yang lain.

"Persoalan ini sudah diatur, sehingga saya sangat berharap agar karyawan 
bekerja, sebab pertemuan tetap dilaksanakan untuk membicarakan persoalan ini," 
imbuhnya.

Sementara itu, dari Timika dilaporkan bahwa sebagian Karyawan PT. Freeport 
Indonesia (PTFI) yang melakukan aksi mogok kerja itu telah kembali ke 
Tembagapura untuk melakukan aktifitas kerja kembali. Sejak Sabtu (17/9) dan 
Minggu (18/9), sejumlah karyawan PTFI dan kontraktor telah diberangkatkan 
kembali untuk melakukan aktifitas kerja di job site masing-masing. Sejumlah 
karyawan terpantau berkumpul dan berangkat dari Terminal Bus Karyawan di 
Gorong-Gorong, Timika.

Sabtu (17/9) pagi, sejumlah karyawan berkumpul di Terminal Gorong-Gorong untuk 
menuju job site. Demikian juga hari Minggu (18/9) kemarin, jumlah karyawan yang 
kembali menuju job site untuk bekerja meningkat. 

Juru Bicara PTFI, Ramdani Sirait menginformasi mengenai jumlah karyawan PTFI 
dan kontraktor yang telah diberangkatkan ke Tembagapura.

Dikatakan Ramdani, selama hari Sabtu-Minggu (17-18 September 2011) 1.524 
karyawan PTFI dan kontraktor telah diberangkatkan ke Tembagapura untuk kembali 
bekerja. Rinciannya, hari Sabtu (17/9) sebanyak 656 karyawan telah 
diberangkatkan dengan 15 bus. Kemudian hari Minggu (18/9) sebanyak 868 karyawan 
telah diberangkatkan dengan 15 bus.



Untuk mengamankan aktifitas karyawan yang mulai melakukan aktifitas kerja 
dengan berangkat melalui terminal Bus Karyawan di Gorong-gorong, terlihat 
puluhan aparat kepolisian dari Polres Mimika dan Detasemen Brimob Timika tampak 
berjaga-jaga untuk mengamankan aktifitas tersebut.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke