Kayaknya sih ini spy presiden dpt duit lagi dr menteri baru, atau dr lelang posisi menteri.
>________________________________ >From: Sunny <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Wednesday, September 21, 2011 4:28 AM >Subject: [proletar] Sepuluh Kementrian Layak Direshuffle > > > >Refl :Apakah reshuffle akan memperbaiki pekerjaan berbagai kementrian dan >membawa hasil gemilang bagi perbaikan hidup rakyat mayoritas ataukah >masalahnya seperti orang tenggelam baru mau belajar berenang? > >http://www.cenderawasihpos.com/index.php?mib=berita.detail&id=3422 > >Senin, 19 September 2011 , 04:45:00 > >Sepuluh Kementrian Layak Direshuffle > >LSI: Kepercayaan Publik Pada Kabinet Hanya 37,7 Persen > >JAKARTA - Rencana digelarnya reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II sebaiknya >segera terealisasi. Ini karena, kepercayaan publik pada kinerja KIB II saat >ini terus merosot tajam. Berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia >(LSI) kepercayaan publik kepada kabinet Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono >hanya menyentuh angka 37,7 persen. > >"Kepuasan publik pada pemerintah ini merosot. Ini adalah waktu yang pas >(pemerintahan SBY-Boediono) untuk melakukan reshuffle," ujar Adjie Alfarabi, >peneliti LSI dalam paparan hasil survei Melorotnya Kepercayaan Publik Atas Dua >Tahun Kabinet SBY-Boediono di kantor LSI, kemarin (18/9). Angka tersebut kalah >dengan pendapat responden yang menyatakan tidak puas. Sebanyak 44,7 persen >responden menyatakan tidak puas kepada kinerja KIB II. > >Survei itu sendiri digelar pada rentang tanggal 5-10 September, dengan >melibatkan 1200 responden di seluruh provinsi melalui mekanisme wawancara >tatap muka. > >Menurut Adjie, jika dibandingkan dengan tingkat kepercayaan publik sebelumnya, >angka 37,7 persen adalah titik terendah. Pada survei LSI terkait 100 hari >kabinet SBY-Boediono yang digelar Januari 2010, kepercayaan publik masih >mencapai 52,3 persen. "Angka 50 persen keatas itu masih masuk dalam kategori >bahwa publik masih menaruh harapan pada pemerintah," ujarnya. > >Namun, pada survei satu tahun kabinet SBY-Boediono pada bulan September 2010, >angkanya menurun. LSI mencatat bahwa kepercayaan publik kepada kabinet >SBY-Boediono telah berada pada angka 46,5 persen. Kepercayaan itu terus >menurun pada dua tahun perjalanan kabinet SBY-Boediono. "Secara keseluruhan, >kepercayaan publik menurun sekitar 15 persen," terang Adjie. > >Apa yang menyebabkan turunnya kepercayaan publik" Adjie menyatakan, ada lima >indikasi menurunnya kepercayaan publik. Dalam hal ini ada lima tipe problem di >10 kementrian yang menyebabkan melorotnya kepuasan publik. Yang paling utama >adalah heboh isu korupsi, yang mau tidak mau mengkaitkan Mentrian Pemuda dan >Olahraga Andi Mallarangeng, dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin >Iskandar. "Isu korupsi kementrian memberikan daya rusak paling besar bagi >kabinet," kata Adjie. > >Selanjutnya, kebijakan negatif kementrian juga memberi kontribusi menurunnya >kepercayaan publik. LSI menyebut ada empat menteri, yakni Menakertrans >Muhaimin Iskandar, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, Menteri Agama >Suryadharma Ali, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia Darwin Z Saleh. > >Muhaimin misalkan, dinilai lemah dalam perlindungan TKI. Kasus dipancungnya >Tenaga Kerja Wanita Ruyati di Arab Saudi menjadi contoh. Patrialis dinilai >memiliki kebijakan negatif karena pernah memberi remisi pada koruptor. >"Suryadharma tidak mampu melindungi warga minoritas (Ahmadiyah, red), dan >kasus tabung gas untuk Kementrian ESDM masih terjadi saat ini," jelasnya. > >Problem lain adalah "cacat moral" yang terjadi pada sejumlah menteri KIB II. >LSI mencatat ada tiga menteri, yakni Menteri Perhubungan Freddy Numberi, >Menteri ESDM Darwin Z Saleh, Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa yang >diduga memiliki masalah keluarga. "Jika komitmen dengan istri saja dilanggar, >bagaimana komitmen dengan rakyat yang tidak memiliki hubungan istimewa dengan >menteri," kritik Adjie. > >Masalah Suharso juga tidak hanya itu. Dalam hal tugasnya sebagai Menpera, LSI >mencatat kekecewaan publik karena masih merasa kesulitan mendapatkan rumah >yang layak. Ini termasuk juga kekecewaan publik kepada Menteri Pertanian >Suswono yang sulit merealisasikan harga bahan pokok yang terjangkau. > >Problem terakhir adalah masalah kesehatan menteri. Selama ini, tercatat >Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih yang diisukan terkena kanker >paru-paru. Termasuk yang terbaru adalah Menteri BUMN Mustafa Abubakar yang >masuk rumah sakit karena diduga sakit jantung. "Menteri yang sakit tentu sulit >bekerja maksimal," kata Adjie. > >Menurut Adjie, tolok ukur dari problem menteri itu merupakan tanggapan >kualitatif dari responden. Tidak adanya angka kuantitatif yang menyebut >problem-problem menteri itu, disebabkan karena tidak memungkinkan tanggapan >kualitatif disebut secara numerik. "Namun, jika bisa diukur, angkanya bisa >lebih turun, karena dalam tanya jawab terlihat sekali skeptisisme publik," >jelasnya. > >Adjie menambahkan, dengan posisi ini, LSI merekomendasikan agar proses >reshuffle kabinet segera direalisasikan. Dengan mengganti beberapa menteri >yang bermasalah, akan menjadi momentum meraih kembali kepercayaan publik. >"Presiden SBY sebaiknya lebih selektif dengan calon menteri yang diajukan >partai," kata Adjie. > >Untuk calon menteri dari parpol, lanjut dia, bisa dipertimbangkan jika >memiliki kapasitas yang mumpuni. "Calon parpol bisa diakomodasi, sejauh >kompeten dan punya leadership yang baik dan tak tercela," tandasnya. (bay) > >GRAFIS > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
