Gara2 Dukung Palestina, RI Dikucilkan Dunia !!!
Dukung Palestina jelas politik blunder, bukan membawa rezeki kepada bangsa kita
tetapi malah membawa celaka dan bencana kepada bangsa kita. Hubungan keluar
negeri semuanya dingin, tidak ada satupun negara sahabat yang bersimpati kepada
negara kita.
Makin lama makin pudar rasa kebangsaan, rasa nasionalisme diganti dengan
keimanan Syariah Islam yang anti-nasionalisme. Extreemitas Islam menghancurkan
budaya bangsa, kalo sebelumnya sesama Islam saling membantai, sekarang tambah
meluas--budaya bangsapun rela dikorbankan, misalnya saja patung Gatot Kaca di
Purwakarta yang merupakan simbol keperkasaan dirgantara budaya bangsa ini telah
dihancurkan ber-sama2 karena bertentangan dengan keimanan Islam yang diimport
dari Arab jingjing.
Padahal patung Gatot Kaca itu tidak menghina Islam, tidak men-jelek2an Islam,
dan tidak menista agama Islam seperti Islam Ahmadiah.
Jadi kalo Islam Ahmadiah dilarang, dibantai dan dianiaya karena dituduh menista
agama Islam, maka patung2 Gatot Kaca, Bima, Arjuna Yudistira dll yang sama
sekali tidak mengganggu ajaran Islam tetap saja dibantai tanpa alasan selain
alasan bertentangan dengan agama Islamnya.
Patung2 juga dianggapnya sebagai musuh2 Islam, bukan cuma Kristen, yahudi,
Hindu-Buddha saja yang dianggap musuh Islam, tapi juga budaya dan tradisi
bangsanya sendiripun sekarang dimusuhinya sendiri karena dianggap memusuhi
Islam.
Ke blunderan politik luar negeri kita adalah membuka hubungan diplomatik dengan
Palestina yaitu negara yang belum ada petanya, belum ada batas2nya, belum jelas
rakyatnya, tapi malah sekarang ada dubes-nya, dan dubesnya ini digaji
pemerintah RI bukan pemerintah Palestina. Lebih aneh lagi, kantor kedubesannya
juga mendapatkan rumah gratis, listrik gratis, segalanya gratis karena dibiayai
oleh pemerintah RI sendiri.
Dubes Palestina inipun pusatnya di Westbank dibawah pemimpin Abbas, tapi yang
kita dukung dan memberi bantuan selama ini bukan si Abbas melainkan si Hamas
yang enggak punya kedubesannya disini. Pemerintah RI membangunkan RS untuk
Hamas di Gaza, padahal Hamas dan Abbas itu bermusuhan.
Akhirnya, pemimpin RI ini bingung sendiri, keluar biaya besar untuk kampanye ke
negara2 Asteng agar dukung keanggautaan Palestina di UN, ternyata di UN sendiri
tidak ada yang mendukung Palestina karena salah prosedur dalam lamarannya.
Niatnya, RI membujuk Abbas agar rekonsiliasi damai dengan Hamas, tetapi sewaktu
ke Amerika sidang PBB ini, ternyata si Abbas ini malah sibuk kejar2 Israel
untuk berdamai sambil mengutuk si Hamas yang berkhianat.
Negara2 tetangga Asean geleng2 kepala, melihat negara kacau balau begini,
investor RIM pindah ke Malaysia malah Malaysianya yang diancam produksinya mau
di boikot dengan pajak yang tinggi.
Lalu masih ada kah para pembaca yang bisa menunjukkan adanya negara sahabat
bagi negeri ini ??? Tetangga pun muak melihatnya, merasa menjadi negara besar,
merasa jadi pemimpin Asean meskipun yang dipimpin itu tidak pernah
menganggapnya pemimpin.
Jauh lebih menguntungkan buka hubungan dengan Israel, import barang2 Israel
tidak lagi melalui calo2 bisa langsung. Dagangan produksi dalam negeri juga
bisa dieksport langsung ke Israel dengan harga pasaran yang baik katimbang
dikirim sebagai sumbangan ke Gaza. Enggak perlu kasih gratis kepada Israel,
bahkan kedutaan besarnyapun harus beli gedung bukan gratis.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/