Abbas Diangkat Jadi Gubernur Wilayah Otonomi Gaza-Westbank???
                  
Bersama dengan tuntutan Abbas kepada PBB untuk diakui dan diterima sebagai 
negara anggauta, maka berakhirlah "Two State Solution Peace Process".

Jadi kalo Abbas menyatakan tidak mau berunding dengan Israel selama tidak 
dihentikannya "jews settlement", maka Israel juga akan menyatakan tidak mau 
beunding dengan Arab Palestina selama menempatkan dirinya sebagai "Negara 
Palestina".

"Two State Solution" itu sendiri sebetulnya sudah mati bersamaan pengkhianatan 
Palestina terhadap "Camp David Agreement" yang ditanda tangani pemimpin 
Palestina Yasser Arafat.

Kemungkinan besar, Israel akan mengadakan pemilu di Westbank dan Gaza untuk 
pemilihan Gubernur Propinsi Palestina, dan selanjutnya Amerika dan UN 
menghentikan semua bantuannya yang dialihkan kepada Israel yang melanjutkan 
gaji Abbas serta para pengikutnya.  Ini enggak mungkin bisa ditolak, karena 
kalo menolak tentunya semuanya mati kelaparan, tentunya enggak mungkin semuanya 
bersedia mati kelaparan.

Bukan tidak mungkin extreemist Hamas melawan dengan kekerasan senjata, tapi 
akan mudah diatasi dengan mendeportasi mereka keluar Gaza kembali ke Yordania.

http://www.bbc.co.uk/news/world-middle-east-14988070

The main obstacle to an agreement, then, is not territory or settlements but 
the Palestinian insistence on the "right" to demographically destroy the Jewish 
state. Absurdly, the Palestinian leadership is demanding that Palestinians 
immigrate not only to a Palestinian state but also to a neighbouring state, 
Israel.

Palestinian leaders have rejected President Barack Obama's call that they 
recognise Israel as the homeland of the Jewish people. 

Tujuan negara Palestina sudah jelas, yaitu hak Arab Palestina untuk 
menghancurkan negara Yahudi Israel.  Dan hal ini tentunya tidak akan ditanggapi 
oleh PBB apalagi ingin jadi anggauta PBB tentunya tidak mungkin.  PBB sebagai 
pelaksana mandat dari Inggris untuk membagi wilayah Palestina menjadi dua yaitu 
Yahudi Palestina dan Arab Palestina sudah terlaksana sehingga ribuan orang2 
Arab Palestina di Israel harus pindah ke Jordania, sementara sudah jutaan 
orang2 Yahudi yang tinggal disemua-negara2 Arab telah diusir dan sekarang 
menetap di Israel.

Keadilan harus sama beratnya, kalo negara2 Arab mengusir orang2 Yahudi dari 
negaranya, kenapa tidak boleh Israel juga mengusir orang2 Arab dari Israel ???  
Inilah kunci penyelesaian selanjutnya nanti dimana perundingan dengan Abbas 
hanya berkisar pendeportasian orang2 Arab Palestina ke-negara2 Arab, atau 
membangun wilayah otonomi untuk orang2 Arab Palestina yang setuju untuk hidup 
berdampingan dengan orang2 Yahudi.

Perubahan yang terjadi ini betul2 merupakan pukulan KO bagi Arab Palestina, 
bencana besar bagi karir Abbas, dan akan menjadi krisis ekonomi bagi rakyat 
Arab Palestina di Westbank dan Gaza.

Cita2 dan harapan rakyat Arab Palestina akan hak untuk merdeka dalam bentuk 
memiliki sebuah negara sudah terlaksana oleh Mandat UN dalam eksistensi negara 
Jordania.  Tidak akan ada lagi negara Arab Palestina yang bisa diakui diluar 
Jordania apalagi didalam Israel.

Ny. Muslim binti Muskitawati.








------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke