Yang bikin Soviet kalah  dengan perang di Afghanistan ialah  karena USA yang 
meng-supply stringer, makannya pesawat udara dan helicopter berjatuhan seperti 
burung kena tembak. Sekarang USA mempunyai masalah sama di Afghanistan dan 
Irak. Untuk berperang  USA harus utang dengan menjual obligasi negara kepada 
Tiongkok.  Pada lain pihak Tiongkok tidak mau nilai dollar jatuh, sebab kalau 
nilai dollar jatuh bisa berarti cadang devisa mereka yang berapa trilion itu 
merosot dan juga obligasi turun harga. Jadi saling interaksi.

From: Teddy S. 
Sent: Saturday, October 22, 2011 7:35 PM
To: [email protected] 
Subject: [proletar] Re: Five Misconceptions

  
Dulu saat pertengahan tahun 1990-an, pas lagi mampir ke Hobart (Indiana), 
tempat almarhum teman saya yang dulunya jadi konsultan sewaktu masih di 
Indonesia, saya jadi kaget sewaktu dia bilang tanah-tanah pertanian 
sekelilingnya ditanami kedelai yang dia bilang di-expor ke Indonesia.

Bagi orang-orang India, keadaan sekarang ini suatu peluang untuk beli rumah 
murah di AS. Seperti halnya dengan orang-orang Filipina, kebanyakanan 
orang-orang India dengan bermacam cara berusaha menggapai mimpi untuk bisa 
tinggal di AS. Harga rumah di AS pernah turun hingga tinggal 1/4 harga 
puncaknya, entah bisa turun lebih jauh lagi apa tidak. Suku bunga pinjaman juga 
sangat rendah mendekati 0%.

Menurut berita, perang AS sudah menghabiskan $700 billion.
Coba kalau tidak dapat sedotan sumber daya alam seluruh dunia, sudah dari dulu 
AS bangkrut. Uni Sovyet aja dengan perang Afganistan yang tidak lama sudah jadi 
bangkrut.

--- In mailto:proletar%40yahoogroups.com, "johny_indon" <johny_indon@...> wrote:
>
> 
> 
> mus, elu tau ngga sampe detik ini 99% tahu sumedang 
> itu dibikin dari kedelai yg diimpor dari amrik?
> kalo beneran industri konsumsi dilarang trus itu kedele 
> yg memproduksi siapa dong? nasa?
> 
> btw, sekarang ini 46,2 juta orang amrik hidup dibawah garis 
> kemiskinan, sementara pemerintahnya sibuk buang2 duit di irak, afghanistan 
> dan libya.
> ironis emang.
> 
> http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2011/09/110913_uspoverty.shtml
> 
> Angka kemiskinan di AS meningkat
> Terbaru 14 September 2011 - 07:06 WIB
> 
> Lebih dari 40 juta warga AS hidup dibawah garis kemiskinan.
> 
> Angka kemiskinan di Amerika Serikat meningkat pada posisi tertinggi sebanyak 
> 46,2 juta jiwa.
> 
> Angka ini merupakan rekor tertinggi sejak Badan Statistik AS mulai melakukan 
> pendataan keluarga miskin pada tahun 1959.
> Berita terkait
> 
> Kemiskinan di AS ini meningkat 15,1% dari 14,3% di tahun 2009.
> 
> Definisi kemiskinan di Amerika ditentukan dari pendapatan tahunan kurang dari 
> US$22.314 untuk satu keluarga yang terdiri dari empat orang atau US$11.139 
> bagi satu orang -pendapatan kurang dari US$30/hari.
> 
> Warga Amerika yang hidup dibawah garis kemiskinan ini meningkat dalam empat 
> tahun berturut-turut.
> 
> Dalam data yang dikeluarkan badan statistik disebutkan warga kulit hitam dan 
> keturunan Hispanis menempati urutan pertama daftar kemiskinan.
> 
> Badan statistik dalam laporannya mencatat 25,8% warga kulit hitam hidup dalam 
> kemiskinan, sementara keturunan Hispanis mencapai 25,3%.
> Rencana baru
> 
> Laporan terbaru ini juga menunjukan rata-rata pendapatan tahunan keluarga di 
> AS menurun 2,3% pada tahun 2010 menjadi US$49.445 pertahun.
> 
> Sementara itu, warga Amerika yang tidak memiliki asuransi kesehatan tetap 
> pada posisi sekitar 50 juta jiwa.
> 
> Demikian halnya dengan angka pengangguran yang tetap sama diatas 9%.
> 
> Untuk mengatasi angka kemiskinan ini, Presiden Barack Obama pekan lalu 
> meluncurkan sebuah rancangan paket pembukaan pekerjaan baru senilai US$450 
> miliar.
> 
> Dia menginginkan dana tersebut digunakan untuk proyek konstruksi besar, 
> sekolah dan pelayanan, sekaligus memotong pajak bagi para pekerja dan usaha 
> kecil menengah untuk meningkatkan lapangan pekerjaan.
> 
> Tetapi rencana ini harus mendapatkan dukungan dari Kongres -yang dikuasai 
> oleh Republikan- yang telah menyatakan menentang rencana tersebut.
> 
> --- In mailto:proletar%40yahoogroups.com, "muskitawati" <muskitawati@> wrote:
> >
> > 
> > 
> > > "suryana" <gsuryana@> wrote:
> > > Persaingan produk komsumsi terus
> > > berkembang bisa dibilang tidak
> > > terkendali, model demi model terus
> > > keluar dari pabrikan, sedang
> > > 1 produk bisa menjadi beragam merk
> > > dan beragam jenis dengan perbedaan
> > > yg sebenarnya tidak terlalu jauh,
> > > sehingga minat konsumen dipaksa
> > > utk selalu tertarik dengan produk 
> > > terakhir, dalam hal ini Amerika
> > > selalu ketinggalan dibandingkan
> > > dengan negara Jepang, Korea Selatan
> > > dan sekarang ditambah dengan RRC.
> > 
> > Anda salah, pandangan yang sangat stupid, anda tidak mengenal dan tidak 
> > mengetahui perkembangan dunia terutama Amerika.
> > 
> > Kesalahan yang paling fatas adalah anda menganggap Amerika bersaing dalam 
> > produk konsumsi dengan Cina, Jepang, Korsel, dll. Itu tidak pernah terjadi.
> > 
> > Justru, pindahnya pabrik2 di Amerika ke negara2 tsb bukan disebabkan apa 
> > yang anda pahami sekarang, yaitu karena mahalnya tenaga kerja di Amerika. 
> > Betul, tenaga kerja Amerika memang lebih mahal, namun pindahnya perusahaan2 
> > Amerika ke-negara2 tsb bukan itu alasannya, melainkan memang sudah 
> > direncanakan bahwa semua pabrikan yang memproduksi barang2 konsumsi 
> > DILARANG untuk berdiri di Amerika.
> > 
> > Pemerintah Amerika sudah memutuskan, tanah Amerika hanya diperuntukkan 
> > produk2 hightech terutama bidang angkasa luar dan yang disebutnya green 
> > manufacture.
> > 
> > Pemerintah Amerika mengundang semua investor diseluruh dunia untuk 
> > menanamkan dan mengembangkan science, information system, dan teknologi 
> > tinggi di Amerika dengan insentif zero tax ditambah pinjaman bunga rendah 
> > bahkan tanpa bunga. Sebaliknya, semua produksi barang2 konsumsi akan 
> > dikenakan pajak sangat tinggi di Amerika ini, sehingga satu2nya pilihan 
> > mereka harus outsourcing ke-negara2 berkembang yang lebih murah.
> > 
> > Jadi Amerika tidak akan pernah masuk dalam persaingan barang2 konsumsi, 
> > tapi hanya menjadi pusat semua teknologi tinggi didunia ini.
> > 
> > Dengan peraturan tsb, Amerika mengundang masuk semua ahli2 dan penemu2 
> > berbakat dari seluruh dunia, sementara mendorong pekerja2 pengangguran yang 
> > sebelumnya bergerak atau bekerja di-barang2 konsumsi untuk keluar negeri 
> > membuka bisnis konsultasi. Jadi produk2 Cina yang anda lihat makin maju 
> > makin berkembang itu adalah hasil dari konsultant2 Amerika yang pindah 
> > kesana, termasuk India, Jepang dll.
> > 
> > Sementara itu pula, pemerintah Amerika mengundang semua pelajar2 berbakat 
> > dari seluruh dunia untuk sekolah di Amerika dimana mereka yang betul2 
> > berprestasi bisa langsung bekerja di Amerika. Mereka dijamin dengan 
> > beasiswa, uang saku, dan segala kebutuhannya dijamin semasa kuliahnya.
> > 
> > Tindakan pemerintah Amerika justru menyebabkan braindrain yang akan 
> > menjadikan negara2 berkembang malah makin tergantung bukan sebaliknya 
> > menjadikan Amerika tergantung kepada negara2 yang anda sebutkan tadi.
> > 
> > Ny. Muslim binti Muskitawati.
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > > 
> > > sur.
> > > +++++
> > > 
> > > by Ernest F. Hollings on October 20, 2011 - 12:24pm
> > > 
> > > Bio: Former
> > > Senator (D-SC)
> > > 
> > > Ezra Kline published a 7,000 word analysis of what Washington should have 
> > > done to create jobs in The Washington Post on Oct. 9. On Oct. 10 Eugene 
> > > Robinson in The Washington Post (10/11/11) stated in The Washington Post: 
> > > ". 
> > > I love that the Occupy protests . are aimed at just the right 
> > > target[economic justice]."
> > > 
> > > We need to correct five misconceptions to create jobs now.
> > > 
> > > 1. That the demonstrators in Wall Street are "on target."
> > > 
> > > They should be at the White House and the Capitol in Washington. They 
> > > mistake result for cause. Business doesn't create the business climate. 
> > > Government does. Business in Wall Street is only taking advantage of the 
> > > business climate or economy that governments develop. The government of 
> > > the 
> > > U. S. has developed an open market with anti-trust laws. But China has 
> > > developed a closed market, causing Corporate America to off-shore to 
> > > China 
> > > its production and jobs to make profits to invest in Wall Street.
> > > 
> > > 2. That the economy is in a "cylical downturn."
> > > 
> > > Rather than a lack of confidence in the economy or consumer demand, the 
> > > trouble with the economy is the off-shoring of the economy - investment, 
> > > research, technology, production, jobs, payrolls - the economy. When the 
> > > Clinton Administration passed NAFTA, admitted China to the World Trade 
> > > Organization, and gave China most favored nation status, the economy 
> > > hemorrhaged off-shore. Now, we're in globalization or an economy war with 
> > > Corporate America fighting for China, Vietnam, India, Brazil, etc. Our 
> > > challenge is to get Corporate America investing in America and fighting 
> > > for 
> > > America.
> > > 
> > > 3. That you can't spend to stimulate the economy to create jobs and 
> > > balance 
> > > the budget at the same time.
> > > 
> > > You can do both. Take the tax benefit to off-shore jobs and give it to 
> > > Corporate America to on-shore jobs -- cancel the corporate income tax and 
> > > replace it with a 6% value added tax. This releases $1.2 trillion in 
> > > off-shore profits for Corporate America to invest and create jobs in the 
> > > United States. Last year, the corporate tax produced $194.1 billion in 
> > > revenues. A 2010 6% VAT would have produced $700 billion in revenues. $70 
> > > billion in exemptions for the poor leaves $630 billion to pay down the 
> > > debt. 
> > > Replacing the corporate tax of 35% with a 6% VAT amounts to a tax cut. 
> > > This 
> > > tax cut creates the business climate that will bring Corporate America 
> > > home. 
> > > And it creates millions of jobs and billions to pay down the debt.
> > > 
> > > 4. That the value added tax is too complicated.
> > > 
> > > The VAT is very simple. Rather than a tax on retail sales and on the 
> > > sales 
> > > price, a VAT is a tax on every sale - not on the sales price - but only 
> > > on 
> > > the seller's mark-up or value added. A VAT is a tax on consumption - the 
> > > more you consume, the more you pay. Since the rich spend more, they pay 
> > > more 
> > > taxes. Since the poor must spend most of its income on food, health and 
> > > housing, exemptions are allowed. You either pass the VAT on or pay it 
> > > yourself. The VAT is self-enforcing, eliminating much of the Internal 
> > > Revenue Service. This cuts the size of government. The VAT is rebated on 
> > > exports, promoting exports, creating jobs. A VAT has no loopholes, 
> > > producing 
> > > instant tax reform. But the tax lawyers and tax lobbyists will howl. With 
> > > no 
> > > loopholes, the VAT eliminates most of the Washington lobbyists. The tax 
> > > lobbyists howl: "A VAT increases the state sales tax." It doesn't. It 
> > > cuts 
> > > the federal corporate income tax of 35% to a 6% VAT. The people and 
> > > corporations like the VAT. That's why 141 countries compete in 
> > > globalization 
> > > with a VAT.
> > > 
> > > 5. That the tax cuts in President Obama's jobs plan for workers, firemen, 
> > > policemen, and teachers, create jobs.
> > > 
> > > They retain but don't create jobs. "More than half of it [the jobs plan] 
> > > is 
> > > tax cuts." Business Week (9/19/11).
> > > 
> > > The better jobs plan would be enforcing our trade laws. Instead of 
> > > bailing 
> > > out the auto industry, we should have imposed a quota on auto imports 
> > > like 
> > > Brazil. Instead of begging Russia for helicopters for Afghanistan, the 
> > > President should enforce the War Production Act of 1950 like President 
> > > Kennedy did in 1961. Instead of passing legislation that counters China's 
> > > Rimini devaluation, the President should impose a surcharge on imports 
> > > like 
> > > President Nixon imposed in 1971. Enforcing our trade laws like President 
> > > Reagan enforced them i.e. saving the steel, motor vehicle, computer, and 
> > > machine tools industries, would create millions of jobs. If President 
> > > Obama 
> > > enforced our trade laws, it would put a tourniquet on the hemorrhaging of 
> > > our economy.
> > > 
> > > 
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> >
>





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke