http://us.detiknews.com/read/2011/10/24/115630/1750891/159/tak-ada-harapan-dari-paradoks-presiden
Senin, 24/10/2011 11:56 WIB 

Bisakah Reshuffle Selamatkan SBY? 
Tak Ada Harapan dari Paradoks Presiden 
Deden Gunawan – detikNews




 
Jakarta - Kinerja pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II 
benar-benar membuat kecewa Presiden SBY. Ia menyesal kepercayaan penuh yang 
diberikan kepada para menteri tidak memberikan hasil yang memuaskan.

Ketua DPP PD bidang Bappenas Kastorius Sinaga menuturkan, selama dua tahun 
pemerintahan periode kedua yang dipimpinnya, SBY telah memberikan kepercayaan 
penuh pada para menteri terutama yang berasal dari parpol koalisi.

Kini SBY menyesalinya karena ternyata kinerja mereka tidak baik. Bahkan SBY 
secara terbuka menyesali adanya gesekan antar menterinya. Lewat reshuffle 
nanti, SBY akan mengambil alih tongkat komando yang diberikan kepada menteri 
dari parpol koalisi tersebut.

"Kepada kami (PD) SBY secara langsung bilang akan mengambil alih tongkat 
komando di kementerian, terutama yang berhubungan langsung dengan rakyat, 
seperti Kemenkes, Kemendiknas, dan urusan alutsista," kata Kasto.

Setelah reshuffle nanti, SBY juga akan berada di garis depan dalam mencegah 
terjadinya perampokan APBN. Pendek kata, setelah reshuffle nanti, SBY akan 
melakukan perubahan yang radikal demi melecut kinerja kabinetnya.

Namun janji PD itu tidak bisa menghilangkan nada minor yang sudah lama beredar 
di kalangan masyarakat. Banyak kalangan justru tidak yakin reshuffle akan 
memberikan perubahan signifikan bagi perbaikan kinerja kabinet. SBY diprediksi 
tidak akan berani bersikap radikal melakukan perubahan.

Ia bakal akomodatif dalam melakukan reshuffle. Ia tidak akan berani mencopot 
sejumlah menteri meskipun sang menteri berkinerja buruk. Mengapa? Karena SBY 
ingin mempertahankan dukungan dari banyak pihak dan tidak ingin memiliki musuh 
setelah reshuffle.

"Sudah karakternya ingin menyenangkan semua pihak. Jadi sekalipun ada beberapa 
menteri yang kinerjanya buruk, SBY tidak bakal berani mencopotnya," analisa 
pengamat politik Maswadi Rauf saat berbincang-bincang dengan detik+.

Indikasi SBY berupaya menyenangkan banyak pihak bisa terlihat dengan 
pengangkatan sejumlah wakil menteri di sejumlah kementerian. SBY tidak mencopot 
menteri yang kementeriannya tidak bekerja maksimal. SBY justru menempatkan 
wakil menteri.

Padahal jika mau tegas, SBY sebenarnya punya kewenangan memecat menteri sesuai 
keinginannya seperti dijamin undang-undang. Partai koalisi akan menerima 
pemecatan itu asal didasarkan penilaian yang jelas.

Sikap SBY yang berusaha hati-hati dalam mengganti menteri membuat proses 
reshuffle berjalan panjang dan menjadi gaduh. Bahkan untuk mencoret nama satu 
orang menteri saja SBY harus minta pendapat ke sejumlah pihak, terutama di 
lingkaran dekatnya.

"Ada satu orang menteri di bidang ekonomi yang menurut penilaian UKP4 kurang 
maksimal. SBY sempat ingin menggantinya. Tapi ketika orang di ring-1 tidak 
sependapat SBY batal mencoretnya," jelas sumber detik+ di lingkungan istana.

Namun sumber tersebut enggan menyebut nama menteri di bidang ekonomi yang 
sempat ingin didepak tapi kemudian 'diselamatkan' ring-1 Istana tersebut. 
"Tebak aja deh sendiri," begitu kata sang sumber.

Gaya kepemimpinan SBY yang terlalu banyak meminta pertimbangan termasuk dalam 
menjalankan pemerintahan membuat banyak kalangan menyalahkan SBY atas buruknya 
kinerja KIB II. Janji SBY yang akan menyetop perampokan APBN lewat reshuffle 
juga disangsikan.

Sekjen Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Yuna Farhan 
menganggap, pernyataan SBY paradoks dengan tindakannya. SBY mengatakan akan 
menyetop perampokan APBN, namun di satu sisi, ia justru mengangkat beberapa 
wakil menteri, yang tentunya akan menyedot dana APBN.

"Apa yang diucapkan SBY selama ini selalu paradoks dengan apa yang 
dilakukannya. Sejak awal pemerintahan saja, pemerintahan SBY sudah melakukan 
pemborosan dengan membeli mobil-mobil mewah untuk para menteri di kabinetnya," 
kata Farhan.

Jika SBY benar-benar ingin menyelamatkan APBN seharusnya dalam pergantian 
menteri, SBY berpatokan pada audit BPK terhadap sejumlah kementerian. Yuna 
mencontohkan, dari hasil audit BPK terhadap beberapa kementerian, seperti 
Kemenakertrans dan Kemendiknas berstatus disclaimer. Terutama soal biaya 
perjalanan dinas di kementerian itu yang tidak jelas pertanggungjawabannya.

Aneh jika SBY justru tidak mengganti menteri-menteri yang duduk di kementerian 
tersebut. "Harusnya SBY mengambil sikap tegas kepada menteri-menteri yang di 
kementeriannya bermasalah dalam hasil audit BPK. Ini kalau SBY benar-benar 
ingin menyelamatkan APBN dari perampokan," tegasnya.

Karena ucapan SBY yang selalu paradoks dengan tindakannya, Fitra memprediksi 
perombakan menteri yang dilakukan SBY tidak akan berpengaruh terhadap kinerja 
pemerintahan 3 tahun mandatang.

Tudingan karakter SBY sebagai penyebab buruknya pemerintahan tentu saja 
dibantah kubu presiden. Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi DPP PD Ruhut 
Sitompul mengakui SBY memang ingin menyenangkan banyak pihak. Tapi, ia 
menegaskan bukan berarti karakter itu menyebabkan SBY tidak bisa bersikap 
tegas. Menurut Ruhut, SBY pasti dengan tegas akan mencopot menteri yang 
bermasalah.

"Selama 2 tahun KIB II, bapak SBY punya gambaran bagaimana kerja 
menteri-menterinya. Dan saat ini akan ada perubahan mendasar dari sikap bapak 
terhadap menteri-menteri yang tidak bisa kerja," ujar Ruhut.

(iy/vit) 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke