Yg goblok itu adalah lu, bukan Jusfiq.



>________________________________
>From: johny_indon <[email protected]>
>To: [email protected]
>Sent: Friday, November 4, 2011 2:00 PM
>Subject: [proletar] Re: Jangan Sakit Karena Miskin
>
>
>  
>
>
>coba perhatikan kalimat tolol ini:
>
>"Di Perancis tiap penduduk kudu bayar premi asuransi tapi sama-sama berhak 
>dapat rawatan praktis gratis, cuma kudu bayar presentase kecil untuk biaya 
>obat-obat"
>
>dia pikir "bayar premi" = "gratis".
>
>--- In [email protected], "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@...> wrote:
>>
>> 
>> Asuransi kesehatan, seperti setiap asuransi, terasa rugi selama belum 
>> sakit..Tapi sekalinya sakit dan perlu dirawat dirumah sakit atau perlu 
>> operasi yang ruwet baru terasa guna asuransi itu. 
>> 
>> Terlepas dari itu sistem asuransi kesehatan di Australia lebih ruwet dari di 
>> Perancis misalnya. Di Perancis tiap penduduk kudu bayar premi asuransi tapi 
>> sama-sama berhak dapat rawatan praktis gratis, cuma kudu bayar presentase 
>> kecil untuk biaya obat-obat..
>> 
>> 
>> --- In [email protected], "Teddy S." <teddyr@> wrote:
>> >
>> > Di Australia tidak wajib untuk punya asuransi kesehatan pribadi (swasta), 
>> > tapi ada konsekuensinya bagi yang tidak memiliki dan masih bekerja berupa 
>> > tambahan 2% premium jika nantinya memutuskan untuk bergabung. Premium 
>> > untuk asuransi kesehatan pribadi ini harus dibayar 100% dari kantong 
>> > sendiri. Kalau tidak punya ini masih ada Medicare yang tidak memberikan 
>> > penggantian bagi perawatan gigi, tapi cukup baik untuk memberikan 
>> > perlindungan kesehatan mendasar. Ibu saya tidak membayar retribusi (levy) 
>> > untuk Medicare, tapi saya yang bekerja membayar retribusi tersebut yang 
>> > merupakan persentasi dari pendapatan. Jadi seperti halnya pajak, semakin 
>> > besar pendapatan, semakin besar pula retribusinya.
>> > 
>> > Bagi saya selama ini kalau dihitung-hitung sebenarnya rugi untuk punya 
>> > asuransi kesehatan pribadi karena praktis pengeluaran saya hanyalah untuk 
>> > perawatan gigi yang penggantiannya juga tidak utuh. Jadi jika anda sehat, 
>> > maka akan rugi untuk membayar premiumnya. Sebelumnya saya pernah 
>> > memanfaatkan untuk operasi 4 gigi bungsu secara serempak pada seorang 
>> > dokter spesialis yang saya tuntut harus tanpa ada rasa sakit dan ini 
>> > memang benar. Akibatnya masih harus menombok dari kantong sendiri sekitar 
>> > A$ 600. Kolega saya ada yang tidak menombok, tapi harus menahan rasa sakit.
>> > 
>> > Ibu saya tidak punya asuransi kesehatan pribadi hingga harus menunggu 
>> > untuk suatu prosedur yang dilakukan di rumah sakit. Pada pengalaman yang 
>> > lalu, saya harus menutup sedikit tambahan biaya karena konsultasi dengan 
>> > dokter spesialis tidak mendapat penggantian 100% oleh Medicare.
>> > Tapi prosedur dengan cepat bisa dilakukan di rumah sakit karena sang 
>> > dokter spesialis dapat jatah kamar operasi di rumah sakit tersebut. 
>> > Rupanya sang dokter spesialis menagih Medicare sekitar A$ 700 per prosedur 
>> > ERCP dengan ibu saya tidak membayar sepeserpun juga dan 3 kali prosedur 
>> > diperlukan.
>> > 
>> > 
>> > --- In [email protected], "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@> wrote:
>> > >
>> > > 
>> > > Sekedar untuk mengingatkan pelajaran yang  layak ditiru: 
>> > > 
>> > > Di berbagai negeri demokratik yang maju, tiap orang diwajibkan untuk 
>> > > punya asuransi kesehatan, jadi masaalah biaya tidak lagi menjadi 
>> > > persoalan bagi tiap orang sakit.
>> > > 
>> > > Untuk pembayar preminya, yanag memang mahal, negara meringankan beban: 
>> > > di negeri Beladna, misalnya, orang yang berpenghasilan tidak mencukupi, 
>> > > seperti orang gelandangan, dapat tunjuangan dari Jawatan Pajak (!) untuk 
>> > > membaya preminya.
>> > > 
>> > > Artinya: tiap orang, termasuk orang gelandangan, berhak untuk dapat 
>> > > perawatan yang sama dari dokter, rumah sakit dan laboratorium medikal.. 
>> > > 
>> > > 
>> > > 
>> > > --- In [email protected], "Sunny" <ambon@> wrote:
>> > > >
>> > > > http://www.suarapembaruan.com/suarapembaca/jangan-sakit-karena-miskin/12010
>> > > > Jangan Sakit Karena Miskin
>> > > > 
>> > > > 
>> > > > Selasa, 4 Oktober 2011 | 14:17
>> > > > 
>> > > > Saya sangat sedih saat mendengar seorang bayi yang masih berusia 7 
>> > > > bulan harus menghembuskan napas terakhirnya karena orang tuanya 
>> > > > miskin. Seorang Ayah dengan penghasilan 900.000 per bulan sekarang 
>> > > > harus merasakan kesedihan mendalam karena anaknya meninggal dan 
>> > > > sekarang dia harus memikul beban hutang hampir Rp 30 juta. Apakah 
>> > > > warga miskin dilarang sakit? Apakah hanya yang mempunyai uang yang 
>> > > > boleh masuk rumah sakit dan di berikan perawatan? Saya rasa, ironis 
>> > > > sekali.
>> > > > 
>> > > > Saya sangat berharap kejadian seperti ini tidak akan pernah terulang 
>> > > > lagi. Karena, sungguh disayangkan, nyawa harus melayang hanya karena 
>> > > > tidak ada dana untuk biaya pengobatan. Warga miskin juga butuh 
>> > > > pelayanan kesehatan. 
>> > > > 
>> > > > Kita semua hanyalah manusia biasa yang senantiasa kapanpun dapat 
>> > > > terkena penyakit.
>> > > > 
>> > > > Nanda Agastya Wardana
>> > > > Mahasiswi Jurusan Psikologi
>> > > > Universitas Bina Nusantara 
>> > > > 
>> > > > 
>> > > > 
>> > > > [Non-text portions of this message have been removed]
>> > > >
>> > >
>> >
>>
>
>
> 
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke