Jangan dilupakan bahwa Liga Arab mendukung pemboman Libya, bukan saja mendukung 
dengan resolusi tetapi juga mengirim pesawat pembom mereka untuk maksud yan 
sama. Selain itu juga Indonesia mendukung apa yang dilakukan Nato, maka oleh 
karena itu mereka yang biasanya berkaok-kaoh tentang Palestina yaitu MUI dan 
konco-krocok  serta organisasi lapangan seperti FPI, MMI, laskar-laskar itu dan 
ini etc membisu seperti mayat tidak bernyawa.

From: ajeg 
Sent: Friday, November 04, 2011 6:30 PM
To: [email protected] 
Subject: [proletar] North Alqaeda Terror Organization

  

Baru kali ini terjadi dalam sejarah, rencana penggulingan 
seorang kepala negara dibahas dalam konferensi internasional. 
Tidak cukup satu, tapi butuh dua konferensi internasional 
untuk menggepruk Khadafy. 

Konferensi pertama digelar di London bulan Maret 2011 
menjelang dimulainya serangan udara NATO. Konferensi kedua 
dikasak-kusuk di Paris bulan September 2011 menjelang 
tertangkapnya Khadafy. Ini menunjukkan betapa seriusnya 
persekutuan Barat memandang Libya / Khadafy sebagai musuh.

Keseriusan itu juga memperkuat dugaan bahwa pergolakan massa 
di Tunisia, Mesir dll, hanyalah pemanasan untuk persekongkolan 
jahat yang sesungguhnya, yakni Libya / Khadafy / minyak. 
Artinya, kerusuhan di negara-negara Arab lainnya seperti di 
Yaman dan Suriah tak lebih dari sekedar pemanis dalam dramatisasi 
"Arab Spring". 

Jika Arab Spring disebut-sebut sebagai berseminya demokrasi di 
dunia Arab, kenapa hanya Libya yang mendapat perlakuan khusus 
dari dunia Barat? Kenapa persekutuan Barat harus repot-repot 
menyelenggarakan 2 konperensi tentang Libya serta melumuri 
tangan mereka dengan darah dalam mendukung pemberontak Libya 
--- NATO mengakui meluncurkan tak kurang dari 26 ribu sorti 
serangan udara atas Libya selama 8 bulan. Dengan bangga pula, 
Sekjen NATO, Anders Fogh Rasmussen, berjanji membangun kembali 
militer dan sistem pertahanan Libya yang baru. 

Lalu mau jadi apa demokrasi jika gerombolan algojo NATO 
mengarsiteki pembentukan kembali organisasi militer di 
negara-negara taklukkannya seperti Afghan, Irak, dan Libya 
sekarang ini? 

Lihat, hari-hari ini NATO membiarkan (kalau tidak boleh disebut 
mendukung) milisi pemberontak yang disiapkan menjadi serdadu Libya 
untuk terus meneror, menyiksa, bahkan membantai penduduk sipil 
Tawargha, kota kecil yang dikenal sebagai salahsatu basis pengikut 
Khadafy di wilayah timur Libya.

NATO sudah membuang alasan mereka menggempur Libya yang "untuk 
melindungi warga sipil". 

Dengan begitu, semakin nyata bahwa Barat memang pencipta hati keji 
yang tekun memelihara terorisme. Bukan kebetulan ketika di awal 
serangan NATO, Khadafy menyindir bahwa massa pemberontak didukung 
"al qaeda". 

- ajegile lu 





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke