Hehehe.... "demokrasi" model Indonesia itu bisa kita lihat dr betapa rakusnya pejabat pemerintah, DPR dan instansi negara lainnya bersama2 ngerampok uang rakyat.
"demokrasi" di Liga Arab bisa kita lihat spt di Saudi di mana keluarga Saud ngabis2in harta, atau Sudan yg melakukan ethnic cleansing. Atau Syria yg ga malu2 unt menghabisi rakyatnya yg dianggap melawan pemerintah. Yg penting kaing2nya koq, asal udah ngaku demokrasi, maka jadi deh demokrasi. Sama spt Islam yg ngaku melindungi cewek misalnya, cewek udah disiksa, diperkosa, dll tp ngakunya udah melindungi cewek. >________________________________ >From: ajeg <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Saturday, November 5, 2011 8:38 AM >Subject: Re: [proletar] North Alqaeda Terror Organization > > > > >Ngawur. > >Yang didukung Liga Arab, Indonesia, seluruh dunia, bahkan juga >oleh Khadafy sendiri adalah demokratisasi, bukan pemboman, apalagi >kudeta. > >http://www.washingtonpost.com/world/arab-league-condemns-broad-bombing-campaign-in-libya/2011/03/20/AB1pSg1_story.html > >Dengan kesejahteraan dan berbagai jaminan sosial yang diterima >rakyat Libya, pemerintahan Khadafy sudah melakukan hal-hal >demokratis menurut ukuran Libya. Hanya segelintir antek Barat saja >yang mau dikibuli cara hidup dengan ukuran demokrasi Barat. > >Dari berbagai pengalaman dunia, demokrasi ala Barat itu adalah >kebebasan berbuat apa saja ketika keuangan morat-marit. Termasuk, bebas >sembarangan mencampuri urusan dalam negeri orang sampai >mendalangi kudeta. > >Kita lihat saja apakah setelah ini pendidikan & pengobatan gratis >serta macam-macam kemudahan bagi rakyat masih bisa berjalan di Libya? >Yang santer terdengar baru pembangunan kembali militer Libya. >Artinya, "belilah senjata" .. > >Tau kan di mana tokonya? > >--- "Sunny" <ambon@...> wrote: > >> Jangan dilupakan bahwa Liga Arab mendukung pemboman Libya, bukan >> saja mendukung dengan resolusi tetapi juga mengirim pesawat pembom >> mereka untuk maksud yan sama. Selain itu juga Indonesia mendukung >> apa yang dilakukan Nato, maka oleh karena itu mereka yang biasanya >> berkaok-kaoh tentang Palestina yaitu MUI dan konco-krocok serta >> organisasi lapangan seperti FPI, MMI, laskar-laskar itu dan ini etc >> membisu seperti mayat tidak bernyawa. >> >> From: ajeg >> >> > Baru kali ini terjadi dalam sejarah, rencana penggulingan >> > seorang kepala negara dibahas dalam konferensi internasional. >> > Tidak cukup satu, tapi butuh dua konferensi internasional >> > untuk menggepruk Khadafy. >> > >> > Konferensi pertama digelar di London bulan Maret 2011 >> > menjelang dimulainya serangan udara NATO. Konferensi kedua >> > dikasak-kusuk di Paris bulan September 2011 menjelang >> > tertangkapnya Khadafy. Ini menunjukkan betapa seriusnya >> > persekutuan Barat memandang Libya / Khadafy sebagai musuh. >> > >> > Keseriusan itu juga memperkuat dugaan bahwa pergolakan massa >> > di Tunisia, Mesir dll, hanyalah pemanasan untuk persekongkolan >> > jahat yang sesungguhnya, yakni Libya / Khadafy / minyak. >> > Artinya, kerusuhan di negara-negara Arab lainnya seperti di >> > Yaman dan Suriah tak lebih dari sekedar pemanis dalam dramatisasi >> > "Arab Spring". >> > >> > Jika Arab Spring disebut-sebut sebagai berseminya demokrasi di >> > dunia Arab, kenapa hanya Libya yang mendapat perlakuan khusus >> > dari dunia Barat? Kenapa persekutuan Barat harus repot-repot >> > menyelenggarakan 2 konperensi tentang Libya serta melumuri >> > tangan mereka dengan darah dalam mendukung pemberontak Libya >> > --- NATO mengakui meluncurkan tak kurang dari 26 ribu sorti >> > serangan udara atas Libya selama 8 bulan. Dengan bangga pula, >> > Sekjen NATO, Anders Fogh Rasmussen, berjanji membangun kembali >> > militer dan sistem pertahanan Libya yang baru. >> > >> > Lalu mau jadi apa demokrasi jika gerombolan algojo NATO >> > mengarsiteki pembentukan kembali organisasi militer di >> > negara-negara taklukkannya seperti Afghan, Irak, dan Libya >> > sekarang ini? >> > >> > Lihat, hari-hari ini NATO membiarkan (kalau tidak boleh disebut >> > mendukung) milisi pemberontak yang disiapkan menjadi serdadu >> > Libya untuk terus meneror, menyiksa, bahkan membantai penduduk >> > sipil Tawargha, kota kecil yang dikenal sebagai salahsatu basis >> > pengikut Khadafy di wilayah timur Libya. >> > >> > NATO sudah membuang alasan mereka menggempur Libya yang "untuk >> > melindungi warga sipil". >> > >> > Dengan begitu, semakin nyata bahwa Barat memang pencipta hati >> > keji yang tekun memelihara terorisme. Bukan kebetulan ketika di >> > awal serangan NATO, Khadafy menyindir bahwa massa pemberontak >> > didukung "al qaeda". >> > >> > - ajegile lu > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
