Perampokan bersenjata berat disertai pembunuhan seperti itu tidak bisa dibilang "secara halus". Terlalu benderang dan sangat kasar dibanding perampokan & penjajahan lewat undang-undang.
Tapi penjelasan Anda menambah terang bahwa politisi Barat memang teroris yang sebenarnya. --- Waimar Alwi <al_alawiy@...> wrote: > Mereka repot karena sudah krisis bahan bakar fosil, sementara Libya > masih mempunyai cadangan yang melimpah, tapi tidak dekat dengan > NATO. > > Karena itu NATO kompak untuk berusah menggulingkan Khadafy, supaya > dapat menyedot dan merampok secara halus minyak bumi Libya. > > Itulah alasan sebenarnya. > > ________________________________ > Dari: ajeg <ajegilelu@...> > > > Baru kali ini terjadi dalam sejarah, rencana penggulingan > > seorang kepala negara dibahas dalam konferensi internasional. > > Tidak cukup satu, tapi butuh dua konferensi internasional > > untuk menggepruk Khadafy. > > > > Konferensi pertama digelar di London bulan Maret 2011 > > menjelang dimulainya serangan udara NATO. Konferensi kedua > > dikasak-kusuk di Paris bulan September 2011 menjelang > > tertangkapnya Khadafy. Ini menunjukkan betapa seriusnya > > persekutuan Barat memandang Libya / Khadafy sebagai musuh. > > > > Keseriusan itu juga memperkuat dugaan bahwa pergolakan massa > > di Tunisia, Mesir dll, hanyalah pemanasan untuk persekongkolan > > jahat yang sesungguhnya, yakni Libya / Khadafy / minyak. > > Artinya, kerusuhan di negara-negara Arab lainnya seperti di > > Yaman dan Suriah tak lebih dari sekedar pemanis dalam dramatisasi > > "Arab Spring". > > > > Jika Arab Spring disebut-sebut sebagai berseminya demokrasi di > > dunia Arab, kenapa hanya Libya yang mendapat perlakuan khusus > > dari dunia Barat? Kenapa persekutuan Barat harus repot-repot > > menyelenggarakan 2 konperensi tentang Libya serta melumuri > > tangan mereka dengan darah dalam mendukung pemberontak Libya > > --- NATO mengakui meluncurkan tak kurang dari 26 ribu sorti > > serangan udara atas Libya selama 8 bulan. Dengan bangga pula, > > Sekjen NATO, Anders Fogh Rasmussen, berjanji membangun kembali > > militer dan sistem pertahanan Libya yang baru. > > > > Lalu mau jadi apa demokrasi jika gerombolan algojo NATO > > mengarsiteki pembentukan kembali organisasi militer di > > negara-negara taklukkannya seperti Afghan, Irak, dan Libya > > sekarang ini? > > > > Lihat, hari-hari ini NATO membiarkan (kalau tidak boleh disebut > > mendukung) milisi pemberontak yang disiapkan menjadi serdadu Libya > > untuk terus meneror, menyiksa, bahkan membantai penduduk sipil > > Tawargha, kota kecil yang dikenal sebagai salahsatu basis pengikut > > Khadafy di wilayah timur Libya. > > > > NATO sudah membuang alasan mereka menggempur Libya yang > > "untuk melindungi warga sipil". > > > > Dengan begitu, semakin nyata bahwa Barat memang pencipta hati keji > > yang tekun memelihara terorisme. Bukan kebetulan ketika di awal > > serangan NATO, Khadafy menyindir bahwa massa pemberontak didukung > > "al qaeda". > > > > - ajegile lu ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
