Kasus Besar Tak Sebatas Century 

Monday, 05 December 2011 

JAKARTA – Janji Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terpilih, Abraham 
Samad, untuk menuntaskan kasus- kasus besar mendapat respons dari berbagai 
kalangan.

Partai Demokrat (PD) misalnya mengingatkan pimpinan KPK agar tidak terbebani 
anggapan bahwa kasus besar berarti hanya Century dan Wisma Atlet. Masih banyak 
kasus besar lain yang juga harus diselesaikan. ”Masih banyak yang lain, KPK 
pasti tahu (kasus-kasus besar tersebut),” ujar Sekretaris Fraksi Demokrat yang 
juga anggota Komisi III Saan Mustopa saat dihubungi kemarin. 

Seperti diberitakan,Ketua KPK terpilih,Abraham Samad, berjanji akan menuntaskan 
kasus-kasus besar dalam masa kepemimpinannya. Berdasar catatan, saat ini 
sejumlah kasus besar belum tuntas penanganannya oleh penegak hukum. Kasus-kasus 
dimaksud antara lain kasus Bank Century, mafia pajak, cek pelawat, Wisma Atlet 
SEA Games, dan rekening gendut Polri. 

Saan berharap, KPK ke depan mampu menyelesaikan kasus-kasus besar hingga 
tuntas. Sebagai ketua KPK,Abraham Samad mempunyai modal besar yaitu dukungan 
yang diberikan semua fraksi di DPR. ”DPR memberi kepercayaan penuh terhadap Pak 
Samad. Modal berupa energi positif untuk bisa menjaga kredibilitas KPK. Dengan 
demikian KPK jadi optimal dalam memberantas korupsi, terutama yang 
besar,”katanya. 

Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie mendukung pimpinan KPK yang baru 
terpilih.Dia juga berharap KPK ke depan mampu menuntaskan kasus-kasus besar. 
”Kami mendukung setiap upaya pemberantasan korupsi. Pimpinan yang baru harus 
berani ungkap kasus-kasus besarsepertiCentury,” katanya seusai Rapat Koordinasi 
Teknis (Rakornis) Pemenangan Pemilu Wilayah Kalimantan di Balikpapan kemarin. 

Meski begitu, Aburizal mengingatkan KPK agar cermat dalam memproses pejabat 
negara yang menjadi pengambil keputusan. Pejabat negara pengambil kebijakan tak 
bisa dihukum lantaran keputusan yang diambilnya.”Kami Partai Golkar sangat 
mendukung pemberantasan korupsi. Namun, saya ingatkan,kebijakan tidak bisa 
dipenalti,”katanya. 

Pengamat politik Burhanudin Muhtadi memandang, peluang intervensi politik pada 
KPK terbuka lebar, terutama menjelang hajatan politik 2014, baik pemilihan umum 
legislatif maupun pemilihan presiden. Karena itu, terhadap kasus-kasus yang 
beraroma politik kuat seperti kasus Century, kasus Wisma Atlet, dan cek 
pelawat, KPK harus mengedepankan pendekatan hukum, tanpa sedikit pun langkah 
politik. 

Pakar komunikasi politik Effendi Ghazali berharap pimpinan KPK yang baru tidak 
tebang pilih dalam memberantas kasus-kasus korupsi. Mereka harus dapat 
mengungkap sejumlah kasus yang menjadi sorotan publik. 

”Dalam 100 hari atau katakanlah tiga bulan ada hal-hal yang riil yang diberikan 
dari sejumlah kasus seperti Century, Wisma Atlet, atau mafia pajak,” kata 
Effendi Ghazali. Dia berharap KPK yang sekarang lebih galak, khususnya dalam 
penindakan. Terlebih dalam komposisi pimpinan KPK terdapat Bambang Widjojanto 
dan Busyro Muqoddas. 

Independensi Diragukan 

Pengamat hukum dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung Asep Warlan 
Yusuf menilai, pengalaman Samad belum cukup untuk berkiprah di level nasional 
dan berhadapan dengan banyak tekanan seperti dari legislatif maupun partai 
politik dan penguasa. ”Jika tidak kuat menghadapi tekanan-tekanan yang luar 
biasa itu, imbasnya adalah kepada independensi yang bersangkutan. Bisa jadi, 
dia tidak memiliki independensi yang diharapkan sebagai penegak hukum,”ungkap 
Asep kepada SINDO di Jakarta kemarin. 

Karena itu, dia berharap ada pendampingan dari Bambang Widjojanto dan Busyro 
Muqoddas yang sudah memiliki jam terbang cukup tinggi dalam menghadapi berbagai 
tekanan. Markas Besar Polri siap bekerja sama dengan pimpinan KPK terpilih. 
Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar mengatakan, Polri 
sebagai lembaga penegak hukum mendukung siapa pun yang terpilih sebagai ketua 
KPK. 

Polri siap berkoordinasi penuh dengan KPK untuk menuntaskan kasus-kasus 
korupsi. Sementara itu, Abraham Samad kembali menegaskan siap membawa spirit 
almarhum Baharuddin Lopa,mantan Jaksa Agung, dalam memberantas kasus korupsi. 

”Saya siap membawa spirit putra Sulsel itu yang dikenal tanpa mengenal lelah 
dan waktu untuk melakukan pemberantasan korupsi,” kata Abraham pada acara 
silaturahmi di Kantor Komisi Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia di Makassar 
kemarin. mn latief/hendry sihaloho/krisiandi sacawisastra/amir syarifudin/ant 

http://superkoran.info/forums/viewtopic.php?f=2&t=55142                         
                  

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke