Sebetulnya ga ada kasus yg betul2 tuntas oleh KPK. Yg ada cuma sekedar nampang aja seolah2 KPK itu emang kerjanya bagus.
Ambil contoh kasus di Bea Cukai, di mana KPK sampe ngerahin tim unt ngegeledah satu ruangan setelah mengawasi beberapa minggu. Hasilnya, dpt 500 juta dan 5 orang pegawai Bea Cukai ditangkap. Setelah itu, hehehe... ga ada kabar beritanya sama sekali. Udah jelas Bea Cukai itu penuh dgn maling dan tukang palak yg ngebantu penyelundup, tp knp cuma 5 orang doang yg ketangkep dan cuma 500 juta yg disita? Apa kemudian Bea Cukai terus jadi bersih? Kagak sama sekali. Kayaknya sih yg tjd itu adalah Bea Cukai baru ganti pimpinan, dan pimpinan yg baru itu ngasih sinyal ke orang lama bhw bossnya udah ganti dan boss barulah yg hrs dpt setoran. Setelah sinyal dimengerti, maka ga ada lagi yg diutik2. Jadi apa hasil KPK dlm kasus Bea Cukai? Bisa dibilang, nol gede. >________________________________ > From: Holy Uncle <[email protected]> >To: media care <[email protected]>; National ><[email protected]>; Proletar Proletar <[email protected]> >Sent: Monday, December 5, 2011 11:14 PM >Subject: [proletar] Kasus Besar Tak Sebatas Century > > > > > > > >Kasus Besar Tak Sebatas Century > >Monday, 05 December 2011 > >JAKARTA – Janji Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terpilih, Abraham >Samad, untuk menuntaskan kasus- kasus besar mendapat respons dari berbagai >kalangan. > >Partai Demokrat (PD) misalnya mengingatkan pimpinan KPK agar tidak terbebani >anggapan bahwa kasus besar berarti hanya Century dan Wisma Atlet. Masih banyak >kasus besar lain yang juga harus diselesaikan. ”Masih banyak yang lain, KPK >pasti tahu (kasus-kasus besar tersebut),” ujar Sekretaris Fraksi Demokrat yang >juga anggota Komisi III Saan Mustopa saat dihubungi kemarin. > >Seperti diberitakan,Ketua KPK terpilih,Abraham Samad, berjanji akan >menuntaskan kasus-kasus besar dalam masa kepemimpinannya. Berdasar catatan, >saat ini sejumlah kasus besar belum tuntas penanganannya oleh penegak hukum. >Kasus-kasus dimaksud antara lain kasus Bank Century, mafia pajak, cek pelawat, >Wisma Atlet SEA Games, dan rekening gendut Polri. > >Saan berharap, KPK ke depan mampu menyelesaikan kasus-kasus besar hingga >tuntas. Sebagai ketua KPK,Abraham Samad mempunyai modal besar yaitu dukungan >yang diberikan semua fraksi di DPR. ”DPR memberi kepercayaan penuh terhadap >Pak Samad. Modal berupa energi positif untuk bisa menjaga kredibilitas KPK. >Dengan demikian KPK jadi optimal dalam memberantas korupsi, terutama yang >besar,”katanya. > >Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie mendukung pimpinan KPK yang baru >terpilih.Dia juga berharap KPK ke depan mampu menuntaskan kasus-kasus besar. >”Kami mendukung setiap upaya pemberantasan korupsi. Pimpinan yang baru harus >berani ungkap kasus-kasus besarsepertiCentury,” katanya seusai Rapat >Koordinasi Teknis (Rakornis) Pemenangan Pemilu Wilayah Kalimantan di >Balikpapan kemarin. > >Meski begitu, Aburizal mengingatkan KPK agar cermat dalam memproses pejabat >negara yang menjadi pengambil keputusan. Pejabat negara pengambil kebijakan >tak bisa dihukum lantaran keputusan yang diambilnya.”Kami Partai Golkar sangat >mendukung pemberantasan korupsi. Namun, saya ingatkan,kebijakan tidak bisa >dipenalti,”katanya. > >Pengamat politik Burhanudin Muhtadi memandang, peluang intervensi politik pada >KPK terbuka lebar, terutama menjelang hajatan politik 2014, baik pemilihan >umum legislatif maupun pemilihan presiden. Karena itu, terhadap kasus-kasus >yang beraroma politik kuat seperti kasus Century, kasus Wisma Atlet, dan cek >pelawat, KPK harus mengedepankan pendekatan hukum, tanpa sedikit pun langkah >politik. > >Pakar komunikasi politik Effendi Ghazali berharap pimpinan KPK yang baru tidak >tebang pilih dalam memberantas kasus-kasus korupsi. Mereka harus dapat >mengungkap sejumlah kasus yang menjadi sorotan publik. > >”Dalam 100 hari atau katakanlah tiga bulan ada hal-hal yang riil yang >diberikan dari sejumlah kasus seperti Century, Wisma Atlet, atau mafia pajak,” >kata Effendi Ghazali. Dia berharap KPK yang sekarang lebih galak, khususnya >dalam penindakan. Terlebih dalam komposisi pimpinan KPK terdapat Bambang >Widjojanto dan Busyro Muqoddas. > >Independensi Diragukan > >Pengamat hukum dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung Asep >Warlan Yusuf menilai, pengalaman Samad belum cukup untuk berkiprah di level >nasional dan berhadapan dengan banyak tekanan seperti dari legislatif maupun >partai politik dan penguasa. ”Jika tidak kuat menghadapi tekanan-tekanan yang >luar biasa itu, imbasnya adalah kepada independensi yang bersangkutan. Bisa >jadi, dia tidak memiliki independensi yang diharapkan sebagai penegak >hukum,”ungkap Asep kepada SINDO di Jakarta kemarin. > >Karena itu, dia berharap ada pendampingan dari Bambang Widjojanto dan Busyro >Muqoddas yang sudah memiliki jam terbang cukup tinggi dalam menghadapi >berbagai tekanan. Markas Besar Polri siap bekerja sama dengan pimpinan KPK >terpilih. Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar >mengatakan, Polri sebagai lembaga penegak hukum mendukung siapa pun yang >terpilih sebagai ketua KPK. > >Polri siap berkoordinasi penuh dengan KPK untuk menuntaskan kasus-kasus >korupsi. Sementara itu, Abraham Samad kembali menegaskan siap membawa spirit >almarhum Baharuddin Lopa,mantan Jaksa Agung, dalam memberantas kasus korupsi. > >”Saya siap membawa spirit putra Sulsel itu yang dikenal tanpa mengenal lelah >dan waktu untuk melakukan pemberantasan korupsi,” kata Abraham pada acara >silaturahmi di Kantor Komisi Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia di Makassar >kemarin. mn latief/hendry sihaloho/krisiandi sacawisastra/amir >syarifudin/ant > >http://superkoran.info/forums/viewtopic.php?f=2&t=55142 > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
