Bukan begitu.
SBY itu cuma kaing2 doang spy kliatan galak, padahal dia jg tau bhw kaing2nya ga akan dipatuhi orang krn orang tau bhw SBY emang cuma kaing2 doang. SBY emang ga ada niat unt ngeberantas korupsi dll, jadi buat apa orang matuhi ocehan SBY unt ngeberantas korupsi misalnya. Kalo SBY kaing2 baru tau ada jembatan runtuh lewat SMS, knp dia ga pecat aja menteri ga becusnya? >________________________________ > From: Sunny <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Thursday, December 8, 2011 8:00 AM >Subject: [proletar] Iberamsjah : SBY Tidak Dipatuhi di Partai dan Kabinet > > > >Refl: Bisa dibayankan keadaannya, kalau di medan pertempuran, anak buah tidak >patuhi jenderalnya, pasti bukan saja kalah, tetapi seluruh pasukan hanya >menjadi umpan peluru musuh. Benar ataukah keliru asumsi demikian? > >http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=41&id=35907 >SELASA, 06 Desember 2011 | 156 Hits > >Iberamsjah : SBY Tidak Dipatuhi di Partai dan Kabinet >Jakarta, AE.- Pengamat Politik dari Universitas Indonesia, Iberamsjah, menilai >Susilo Bambang Yudhoyono tidak lagi dipatuhi oleh anak buahnya baik di kabinet >maupun di internal Partai Demokrat. > >Jakarta, AE.- >Pengamat Politik dari Universitas Indonesia, Iberamsjah, menilai Susilo >Bambang Yudhoyono tidak lagi dipatuhi oleh anak buahnya baik di kabinet maupun >di internal Partai Demokrat. > >Keluhan SBY mengenai tidak tanggapnya jajaran kabinet dalam menanggapi isu dan >kejadian, serta keputusannya yang memecat Nazaruddin pada 23 Mei usai >pertemuan dirinya dengan Nazaruddin merupakan bukti nyata betapa SBY >kehilangan legitimasi didepan anak buahnya sekaligus menggambarkan betapa anak >buahnya tidak peduli padanya. > >“Coba tengok saja keluhan SBY, yang justru lebih dulu mendapatkan laporan >mengenai runtuhnya jembatan di Kutai Kertanegara melalui SMS, padahal dia >sudah punya sistem dan menteri-menterinya pun tidak ada yang melaporkan. Juga >keputusan dirinya memecat Nazaruddin sebagai bendahara umum usai pertemuannya >itu yang tidak langsung ditindaklanjuti oleh bawahannya dengan pemecatan >sebagai kader PD. Ini menandakan bawahannya baik di partai maupun kabinet >tidak takut pada dirinya. Dia seperti sudah kehilangan legitimasi,” ujar >Iberamsjah kepada wartawan di Jakarta, Minggu (4/11). > >Hal seperti ini menurutnya, akan terus berlangsung mengingat sifat SBY yang >tidak tegas dan peragu, sehingga bisa terus dipermainkan. SBY pun terus >dianggap lemah dihadapan rakyat.Para menteri SBY dan kader-kader partainya pun >terlihat asik dengan urusan masing-masing tanpa peduli dengan urusan SBY baik >sebagai presiden maupun pendiri partai. > >Terkait kasus Nazaruddin, Iberamsjah melihat banyak anak buah SBY yang >terkesan masih mau melindungi Nazaruddin meski SBY sudah menindak dia dengan >memecatnya sebagai bendahara umum. “Kalau dia tegas, begitu dia dipecat jadi >bendahara umum, anak buahnya seharusnya menindaklanjuti dengan pemecatan dia >sebagai kader PD. Bukan malah terus dilindungi,” imbuhnya > >Partai Demokrat sendiri tercatat baru resmi memecat Nazaruddin tanggal 4 Juli >yaitu setelah dirinya kabur ke Singapura dan meneriakkan nyanyian tidak sedap >yang diarahkan kepada petinggi-petinggi Demokrat atau setelah KPK >menetapkannya menjadi tersangka pada tanggal 30 Juni. Hal ini tentunya menjadi >pertanyaan mengapa keputusan SBY memecat Nazaruddin tidak diikuti oleh DPP PD >memecatnya. > >Selain itu dirinya melihat para petinggi Demokrat, juga sudah melakukan >kebohongan publik mengeni pelarian Nazaruddin. Kemungkinan besar, tambahnya >para petinggi ini bisa dituduh membantu pelarian seorang tersangka dan untuk >itu kemungkinan besar para petinggi ini bisa diproses secara hukum. “Yah bisa >saja mereka diproses secara hukum karena berusaha menutupi tindak pidana dan >membantu pelarian seorang tersangka. Tapi yang jelas mereka telah melakukan >kebohongan publik. Publik sudah tidak percaya bahwa Nazaruddin tidak ada >kaitannya dengan para petinggi partai ini,” katanya lagi. > >Terakhir dirinya pun menyarankan kepada SBY untuk bisa bertindak tegas kepada >siappaun bawahannya baik di kabinet maupun partai, jika memang >bawahan-bawahannya tidak menjalankan apa yang dia perintahkan. > >“Jadi jangan heran SBY tidak diacuhkan di kabinet, sama anak buahnya saja di >internal PD dia tidak diindahkan kan ? Gimana mau minta mentri menjalankan >tugasnya yang berasal dari partai lain yang punya kepentingan lain, sementara >kepada kader sendiri saja yang jelas berbuat salah dan tidak melakukan >perintahnya, dia tidak bisa bertindak tegas,” tandasnya. > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
