he..3 memang susah belajar akuntansi, apalagi akuntansi untuk pulsa..
memang cukup ribet..
Sebenarnya system pengurangan saldo untuk Reseller sudah jelas dan
dibagi2 menurut teminalnya, bagaimana untuk Menghitung HPP dan Laba
dalam Serve pulsa???
karena banyak terminal unuk membagi2 pulsa maka kita juga harus
mencatat di terminal mana yg ada STOKnya dan Di terminal mana yang
mendkati Limit atau kosong pada nominal tertentu..
Kasus M-Kios.
Pencatatan dilakukan dengan beberapa Item
1. Harga Beli
2. Distributor (Dealer yg kita Stok Pulsa)
3. Lokasi (Diterminal mana Stok itu akan masuk)
4. Qty
Dari data itu bisa dibuat laporan Sisa STOK.. maka akan ketemu di
terminal mana yg msh banyak dan diterminal mana yg limit..
Untuk Kasus Dompul dan potongannya dibuat simple saja..
1. STOK Dompul 1.000.000 masuk di terminal xx
2. potongan 3% langsung di hitung ketemunya adalah 970.000
3. Untuk HPP Produk mengikuti potongannya
Misal xl 5K x 3% = 4.850
10K x 3% = 9.700 dst
Untuk HPP harus beda2 dan dibagi2 berdasar terminal yg Aktif.. ini
juga untuk mengatasi Kasus pembelian Pulsa lewat H2h yang tentunya
bisa ngisi semua Produk..
untuk Harga Jual Paten.. alias tidak berubah.. walaupun harga beli
naik turun itu bisa nentuin berapa laba yang diperoleh..
Misal
As5 dari Terminal 1 HPP=6000 HJ = 6500 laba 500
As5 dari Terminal 2 HPP=6100 HJ = 6500 laba 400
As5 dari terminal 3 HPP=6250 HJ = 6500 Laba 250 (H2h)
dari kasus itu bisa dilihat HPP berubah ubah tapi harga jual hanya 1..
harga jual ini menjadi Harga Reseller kita..
untuk HPP ketika kita input data tidak boleh berubah.. artinya
tanggal, Jam harus ikut tercatat..
ketika ada Rs yg bertransaksi maka yang di kurangi adalah barang yang
tanggal pembeliannnya paling lama Dulu.. jika belum habis tidak akan
pindah ke Terminal lain..
Mungkin ini bisa jadi bahan pencerahan.. walaupun tidak lengkap bisa
di Gunakan unutuk pegangan..
Untuk Pak Jesri.. perbaiki systemnya pak.. saya juga lumayan sulit
menganalisa Accounting yg bapak terapkan..
Salam.
--- In [email protected], iPul <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Cimahi,Thursday, March 06, 2008,8:24 AM
> Dears, Jesri,
>
>
> pak kalo systemnya seperti itu kurang akurat pak..
> dikarenakan fluktuasi harga dan kestabilan stok.
>
> dan lagi masing2 produk mempunyai karakteristik system Stok yg
> berbeda.
>
> Dengan system Saldo/diUangkan begini resiko kebocoran malam menurut
> kami akan lebih tinggi pak..
>
> Karena Jumlah Stok tidak akan balance dengan jumlah Uang yg ada di
> Kas..
>
> Misal ada penumpukan Stok bagaimana ?
>
>
>
>
> > Wednesday, March 05, 2008, 1:57:49 PM, you wrote:
> JHP> Sorry, pada item kedua, seharusnya bukan kas yang di debet,
tetapi deposit diterima (hutang deposit), menjadi :
> JHP> 2. Sewaktu Penjualan : Misalnya XB10, kita jual Rp9.900
> JHP> - Persediaan 10,000 (K)
> JHP> - Penjualan 9,900 (K)
> JHP> - HPP 10.000(D)
> JHP> - Deposit Diterima 9.900(D)
>
> JHP> Pada saat penerimaan deposit, misal 500000, via BCA
> JHP> - BCA 500000(D)
> JHP> - Deposit Diterima 500000(K)
>
>
>
> Terima Kasih,
>
> iPul
> http://blog.spotpulsa.com
>