Menurut saya... karena yang dikerjakan adalah program pembukuan yang jadi 1
dengan Software isi pulsanya maka perlu kejelian dalam penghitungan... kalau
ada kesalahan sedikit saja dengan pemotongannya maka akan mempengaruhi
Besarnya modal dan Laba yang diperoleh tidak sinkron.
saya memahami alur perhitungan dari p. Jesri.. dan setuju dengan mempertahankan
HPP ketika kita Input Pembelian barang..
cuman ada yang masih kurang.. pak Jesri tidak menjelaskan alur pemotongannya..
karena ini milis terbuka.. kalau boleh jelasin pak... biar yang mau develop
Accounting Nggak mumet..
salam,
Jesri HT PURBA <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Disini yang ribetnya pak. Kita harus berasumsi, kalau tidak ribet. HPPnya
sudah tentu sesuai nominalnya.
Contoh :
1. Sewaktu Dep 1 juta dengan diskon 3%, kita bukukan :
- Persediaan 1.000.000(D)
- Kas 970.000 (K)
- Penjualan DP 30.000 (K)
2. Sewaktu Penjualan : Misalnya XB10, kita jual Rp9.900
- Persediaan 10,000 (K)
- Penjualan 9,900 (K)
- HPP 10.000(D)
- Kas 9.900(D)
Maaf pak, saya bukan orang accounting, tapi saya adalah orang teknik, yang
coba bikin program Accounting.
Salam,
JESRI HT PURBA
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers