2010/3/17 Zaki Lukman Hakim <[email protected]> > > >Masih banyak yang bisa dilakukan tanpa harus berputus asa.. > > Mudah-mudahan Mas Eddy sebagai orang yang dituakan dalam bisnis ini dan > memiliki segudang pengalaman bisa memberikan masukannya.... salah satunya > mungkin masalah asosiasi, saya melihat keputusasaan bahwa asosiasi itu sulit > untuk diwujudkan... (kalopun ada ibarat mayat hidup) > > ~Penuh Harapan~
Saya pikir ini bukan soal harapan, bukan soal putus asa, bukan soal daya juang. Tapi jalan keluar, lebih luas lagi soal tujuan. Dalam banyak kesempatan, saya selalu mengingatkan bahwa selama ini setiap pembentukan asosiasi dasarnya adalah 'musuh bersama' atau 'common enemy'. Jadi asosiasinya hanya punya arti jika ada aktor antagonis. Ketika aktor antagonisnya hilang, atau pura-pura baik, hilang pula arti asosiasinya. Selain eksistensinya punya arti karena musuh bersama, tuntutannya juga dangkal yaitu money. Artinya inti eksistensinya berpusat pada materi, bukan pada prinsip atau tujuan bersama. Semua yang berpusat pada materi pada dasarnya adalah semu dan tidak akan langgeng. Berikan saja secuil 'kue' pada orang-orang yang mau bersatu karena materi, maka mereka akan tercerai-berai kembali. Berikan kelonggaran, berikan ambiguitas, berikan entertainment, berikan aturan yang banci, pasti sulit bagi mereka untuk bersatu. Ulangi saja terus-menerus, maka eksistensinya tidak akan pernah jadi. Menurut ahli kebudayaan, itu ciri khas yang banyak ditemukan di rumpun bangsa melayu jaman dulu. Mari kita perbaiki motivasinya kalau mau bikin asosiasi atau perkumpulan atau apa. Mau berpusat pada materinya, atau pada prinsipya? Mau berfokus pada tujuannya, atau berfokus pada musuh bersamanya? Fokus pada 'musuh bersama' tanpa 'tujuan bersama' sudah terbukti ngga jalan, kan? -- Software Pulsa Voucha3 Tetap Cepat Di Jam Padat Comitted to Excellence http://voucha.net - http://www.facebook.com/voucha
