Assalamuallaikum wr.wb.
Salam sejahtera.

Apakabar bapak2 semuanya?

Maaf kalau boleh ikut urun rembug dari masalah yang sekarang kita alami bersama 
tentang kebijakan para penguasa yang kurang lebih menjadi perhatian kita semua.
Kalau kita mau bahas detil dan mencari solusi nya, sudah saatnya kita membuka 
lembaran milestone dibisnis ini.

Memang dilematis kalau kita melihat kebijakan operator yang rasanya kok ada 
unsur 'terpaksa' nya.
Kalau dipaksa harus jujur, para operator memang terbantu dengan adanya server 
multioperator (server) sesuai dengan apa yang telah rekan2 bahas sebelumnya, 
namun ada beberapa kendala yang mereka alami, antara lain sbb.:

1. Tidak ada ikatan resmi (PKS/MoU/dll) antara operator dengan server. Server 
ini secara peta distribusi tadinya nggak ada di kamus nya operator, dibilang AD 
bukan... SD juga bukan. Jadi ya, SD++ aja deh. 

2. Akibat dari no.1 diatas, maka operator nggak ada hak untuk maksa kita 
melakukan suatu hal yang memang menjadi kebutuhan mereka, seperti distribusi 
perdana, atur stabilisasi harga, database retailer, dsb.. dan BEBAN yang 
terberat dari para operator adalah 'balas budi' kepada para (sebagian) AD yang 
telah membantu pendanaan BTS di seluruh pelosok yang notabene memang dibiayai 
sebagian oleh para (sebagian) AD tsb.

3. Dari ulasan no.2 diatas, maka mau gimanapun juga para AD resmi bekerjasama 
dengan para operator ini harus di lindungi dari beberapa gangguan2 yang di 
alami AD, sekalinya ada AD yang teriak "RUGI", manajemen operator akan ada yang 
panas bujur (belum lagi yang konon ada pimpinan puncak operator yang punya 
saham di salahsatu AD nasional... konon lho alias katanya). 

Memang selama ini Kartu Perdana selalu jadi momok dan alasan pihak operator dan 
AD untuk merugi.. dan janji operator kerugian yang timbul karena hal tersebut 
diobati dengan UNTUNG di Voucher. Ibarat nya Kartu Perdana itu TULANG IKAN, 
Voucher jadi DAGING IKAN nya.

Kalau kita telaah lebih dalam, bahwa UNTUNG/RUGI memang mekanisme pasar lah 
yang menentukan.. dimana urusannya sama "Pedagang" maka resiko permainan di 
belantara pasar sudah harus siap di terima.
Jadi memang kita2 sebagai server ini diharapkan harus bisa 'pintar' dari para 
atasan-atasan kita itu, toh kita semuanya khan berbekal teknologi.. kenapa 
enggak kita melakukan inovasi-inovasi kembali seperti dulu yang tadinya tidak 
pernah dierhitungkan oleh mereka. Tinggal inovasi apa yang perlu kita 
hadirkan... monggo silahkan di pikirkan bersama.

TELKOMSEL dengan RS Mkios nya, XL dengan Dompul nya, dllsb. dengan kewajiban 
untuk registrasi nama outlet, alamat, dll... niat mereka sebenernya adalah 
mengumpulkan database retailer secara lengkap sehingga operator dan AD bisa 
berhitung, berapa ongkos promosi yang harus dikeluarkan.
Nah, dengan adanya server, bubar rencana mereka. Tujuan tidak tercapai dan 
memang itu saya yakini server bertanggung jawab atas tidak tercapainya tujuan 
tersebut. Program Database Retailer = GAGAL.
Sementara sang operator dengan akting adegan sinetron dengan judul "PEDULI 
KAMU", harusnya nggak akan terpengaruh dengan kenyataan selama ini (boleh cross 
region), tetep aja toh terima duit besar. 

Regulasi kebijakan Lintas Regional saya pikir adalah kasus yang menjadi 
'alasan' buat operator dan AD untuk mengganjel jalan mulus nya server kita di 
level SD++ ini, di bumbui dengan jaminan keuntungan buat AD, dan AD diminta 
untuk bikin server sendiri. Jadi ini adalah suatu evolusi bisnis yang terjadi, 
hukum rimba kembali berjalan : "Yang kuat akan menang, dan yang lemah akan 
kalah".
Sekarang kita mau jadi yang "menang" atau yang "kalah"? ... mangga dipilih aja 
mau yang mana. Toh Pak Zaki telah memberikan 4 option nya. (Pak Zaki, terima 
kasih atas tulisan2 yang bapak share di forum ini)

Btw, kata "regulasi" adalah kata yang saya paling takutkan pada saat memulai 
bisnis ini.

Bagi AD, menjalankan server sendiri adalah pe-er besar buat mereka. Rata-rata 
mereka belum siap menghadapi ini karena akan menjadi beban initial expenses 
yang cukup besar dirogoh dari kocek nya. Belum lagi AD-AD yang sedikit gaptek, 
duit banyak tapi nggak mau pusing sama masalah teknologi, tipe AD ini cuma 
mikirin "cuan", barang numpuk nggak masalah.

Nah, komen saya mengenai pembentukan koperasi, clearinghouse atau sejenisnya.. 
ini akan menjadi dilema juga.
Harus kita sadari bahwa kita semua adalah pedagang, pada perjalanannya nanti 
akan sulit bagi kita untuk menjadi objektif untuk memutuskan secara adil. 
Khawatir akan timbul omongan miring, gunjingan, bahkan mungkin berbuah fitnahan 
dalam perjalanannya. Sayang juga kalau nanti mandeg lagi di tengah jalan.
Bukan maksud saya mementahkan rencana tersebut, namun kalau memang niat 
tersebut akan di realisasikan harus ada pihak netral yang menjalankannya, 
jangan ada kepentingan pribadi diatas kepentingan bersama. Toh dengan adanya 
proses jual-beli via H2H antar server sudah menjawab kesulitan yang ada 
(apalagi kalau ditunjang dengan protokol standar yang akan dibahas nanti), 
mekanisme pasar lagi yang berjalan.
Pembentukan Asosiasi, mungkin benar yang telah disampaikan oom Ilham "Ebonk". 
Tinggal siapa yang bisa dan mau ditunjuk menjadi motor nya.  

Akhir-akhir ini terlihat terjadi kepanikan menghadapi permasalahan Cross 
Region, di tambah dengan adanya Isu bahwa "Ganyang Server" (versi operator lho, 
bukan versi Rony nya di FB) yang perlu kita klarifikasikan benar tidaknya 
isu-isu tersebut. Jangan terpancing isu tersebut, yang perlu kita pikirkan 
adalah mempertahankan eksistensi kita semua. 
Mari kita berbagi, mari kita diskusi, mari kita simpulkan, mari kita berjuang.. 
dan mari kita sukses.

Salam Damai, Salam Prihatin, Salam Inovasi, Salam Sukses!

Wass. wr.wb.,
Luki/Asta,-

NB. Mohon maaf, kalau ada yang tidak berkenan atas tulisan saya diatas.




________________________________
Dari: Zaki Lukman Hakim <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Rab, 17 Maret, 2010 10:56:25
Judul: Re: [pulsa] Re: Gilanya Kebijakan Operator

  
>Kata  Om Bob Sadino :
>kita ga boleh cengeng pak..
>masalah itu hanya 1% dan sisanya 99% itu adalah peluang.

Saya sangat setuju "Problem Is Opportunity"

Saya pikir ini semua masalah sudut pandang...

Sedikit saya paparkan sebagian sudut pandang saya, kondisi saat ini Operator 
besar sedang membatasi pertumbuhan server agar jangan terlalu berkembang dan 
mengusai terlalu banyak pangsa pasar penjualan pulsa. Karena untuk membunuhnya 
itu tidak mungkin karena All Operator adalah bisnis yang dikehendaki pasar. 
Tidak seorangpun bisa melawan keinginan pasar!

Pada saat Operator menghambat pertumbuhan server maka akan muncul berbagai 
kebijakan. Kebijakan ini akan terus diakali oleh para pemain server dibantu 
oleh para Developer tentunya...

Jika saat ini pemain server mengusai sekitar 60% pangsa pasar penjualan pulsa, 
saya prediksi dalam 5 sd 10 tahun ke depan akan ada tiga kemungkinan.

Kemungkinan pertama pangsa pasar yang dikuasai pemain server menurun tidak 
lebih dari 50% namun pemain servernyapun jauh berkurang, mungkin tinggal 
sekitar 50%. Sisanya berguguran karena tidak bisa mengikuti perubahan yang ada. 
Ini artinya peluang besar buat pemain server yang bisa mengikuti perubahan 
karena servernya bisa menjadi bertambah besar! 

Kemungkinan kedua pangsa pasar yang dikuasai pemain server tetap bahkan 
bertambah dan jumlah pemainnya bertambah sangat banyak namun tidak ada yang 
besar karena ruang geraknya dibatasi oleh regionalisasi, cluster, pembagian 
alokasi yang sedikit dan harga yang tidak bersaing. Dengan kondisi kedua ini 
sangat saya pahami mungkin teman-teman ingin mencari usaha baru, karena bisnis 
server tidak akan sebaik saat ini. 

Kemungkinan ketiga dengan banyaknya kebijakan yang dikeluarkan oleh Operator 
besar malah menjadi bumerang buat mereka sendiri sehingga peta kekuatan 
operator berubah dimana Operator baru bisa tumbuh mensejajarkan diri dengan 
Operator lama.

Sekarang, jika ini pilihannya mana yang Anda kehendaki? dan apa yang Anda 
lakukan?

~Mari kita berbagi...
 “Orang yang hidup bagi dirinya sendiri akan hidup sebagai orang kerdil dan 
mati sebagai orang kerdil. Orang yang hidup bagi orang lain akan hidup sebagai 
orang besar dan mati sebagai orang besar”.




















________________________________
From: Eddy Aji Poerwanto <e...@warungbarokah. com>
To: Zaki Lukman Hakim <pu...@yahoogroups. com>
Sent: Tue, March 16, 2010 11:49:23 PM
Subject: Re: [pulsa] Re: Gilanya Kebijakan Operator

  
Hello Zaki,

Tuesday, March 16, 2010, 10:50:02 PM, you wrote:
ZLH> Apakah tidak ada point lain? Apakah kita sudah berputus-asa bahwa tidak 
akan berhasil jika
ZLH> melakukan hal diluar empat point tersebut?

Masih banyak yang bisa dilakukan tanpa harus berputus asa..

Kata Om  Nano:
"Seorang  Entrepreneur  harus  SAKTI  : Semangat–Ambil
Resiko–Kreatif– Tulus–Integritas. "

Kata  Om Bob Sadino :
kita ga boleh cengeng pak..
masalah itu hanya 1% dan sisanya 99% itu adalah peluang.

-- 
Salam
Eddy Aji Poerwanto
HP: 0818640400, 022.70123404, 081220123404
YM: warungbarokah
PIN BB: 24B02EB6



 


      Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke 
Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

Kirim email ke