Assalaamu’alaykum wa Rahmatullaahi wa Barakatuhu
Ambo ndak mangarati manga Uda Heri ko senewen sekali dangan kaum muslimah
yang ingin mendukung usaha saudara-saudaranya di Perancis sinan untuk
mendapatkan kebebasan mengenakan pakaian yang disyariatkan agamanya. Tetapi
kalau mancaliak mail-mailnyo sebelum iko, bisolah dimaklumi beliau ko
bukanlah urang nan sanang dengan diterapkannya syariah Islam di kalangan
urang Islam.
Bagi kaum muslimah yang memiliki kesadaran untuk menjalankan syariat Islam
mulai dari dirinya, pemakaian jilbab adalah hak asasi yang tidak bisa
ditawar-tawar. Alhamdulillaah sejak tahun 1980-an dulu mulai banyak muslimah
yang menyadari tentang pentingnya menutup aurat secara sempurna dan wajar
saja kalau itu dimulai dari kalangan akademis yang memiliki banyak akses
untuk belajar mengenai masalah-masalah keislaman.
Kalau ada yang mengatakan bahwa jilbab itu adalah budaya Arab, itu rasonyo
salah kaprah. Mungkin sajo jilbab itu menjadi budaya di sana setelah Islam
masuk dan berkembang di sana, tetapi pada awalnya kaum perempuan mereka
bukanlah orang-orang yang menutup auratnya seperti tuntunan Islam. Kalau
kita lihat gambar-gambar Cleopatra di Mesir, yang adalah bagian dari Arab,
tidak kelihatan dia menggunakan jilbab ataupun pakaian yang menutup aurat.
Itu adalah bukti empiris bahwa jilbab bukanlah budaya Arab sejak awal.
Pada waktu penggunaan jilbab yang benar mulai membudaya di kalangan kaum
muslimah Indonesia, terlihat betapa banyak tekanan yang dilakukan oleh
orang-orang berkuasa yang tidak mau Islam membudaya dalam masyarakat muslim
Indonesia. Ado pelajar nan dikaluarkan dari sekolahnya karena berjilbab dan
sebagainya, tetapi Alhamdulillaah keadaan itu makin membaik, walaupun masih
ada beberapa kantor pemerintah yang belum benar-benar mendapat hidayah untuk
menerima jilbab sebagai identitas muslimah Indonesia.
Dan saat ini, di Perancis yang katanya negara yang egaliter, kaum muslimah
dan kaum beragama lainnya akan ditindas dengan sebuah hukum yang irrasional
dan bertentangan dengan azas yang orang-orang Perancis agung-agungkan
tersebut. Kalau Perancis misalnya menentang penyerangan Amerika ke Irak, so
what? Apakah itu menunjukkan toleransi mereka pada kaum muslimin? Bukan! Itu
adalah hal yang dilakukan dengan kalkulasi politik yang cermat dan tidak ada
hubungannya pembelaan mereka terhadap umat Islam. Begitu juga dengan
penerimaan Khomeini pada waktu dia mengasingkan diri beberapa puluh tahun
yang lalu.
Jika kaum muslimah di Indonesia ikut berunjuk rasa membela hak-hak azasi
saudara mereka di Perancis, itu adalah hal yang sangat wajar, karena Allaah
sudah menyatakan dalam Al-Qur'an bahwa kaum muslimin adalah bersaudara di
manapun mereka berada (QS Al Hujurat 10). Nabi SAW pun mengatakan bahwa kaum
muslimin adalah bagai sebuah badan, kalau ada bagian yang sakit, maka bagian
lain juga akan merasakannya. Lagi pula sekarang juga jaman global, kalau ada
binatang yang disakiti di Indonesia misalnya, pencinta binatang pun juga ada
yang demonstrasi di Paris sana. Kenapa yang membela hak-hak manusia tidak
boleh melakukannya juga? Alasannya karena bukan di Indonesia? Too naive!!
Demonstrasi membela hak-hak kaum muslimah itu bukan hanya di Indonesia,
tetapi juga di tempat-tempat lain, seperti di London, yang saya baca dalam
sebuah majalah di sini.
Dikecekannyo ada muslimah berjilbab karena dibayar, mungkin saja ada kasus
seperti itu, tetapi kalau itu digeneralisasikan kepada semua orang yang
menggunakan jilbab, kembali ambo katakan itu pendapat seperti itu naive! Dan
apakah mereka yang berdemonstrasi tidak peduli dengan saudara-saudara kita
nan menjadi korban gempa? Tidak ada bukti seperti itu dan mungkin
mereka-merekalah yang lebih peduli kepada korban gempa tersebut.
Kalau Uda Heri indak sanang dengan Islam, silahkan saja, tetapi janganlah
mencemooh orang-orang yang memperjuangkan Islam sebagai jalan hidup mereka.
Wassalaamu'alaykum wa Rahmatullahi wa Barakatuhu
Muhammad Arfian
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
090-6149-4886
"Isy Kariman Aw Mut Syahidan"
----- Original Message -----
From: "Tanjuang" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, February 21, 2004 4:49 AM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Interesting article at Padang Ekspres Online
> Tanjuang made the following comments:
> Sanak sadonyo,
>
> Artikel iko, mambuek ambo bahati gundah. Baa co itu? Nampaknyo alah banyak
salah kaprah di kampuang kiniko. Ciek lai, apo lo masalah jilbab ko nan
dipasoalkan bana? Alun patuik jadi soal gadang, sampai maminta pemRI
mamutuihan hubungan diplomatik jo Prancis.
>
> Apo ndak labiah rancak mempelajari sejarah Perancis, sampai mengeetahui
alasan manga Prancis mengaluakan peraturan/undang undang nan malarang jilbab
di sakolah.
>
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________