Assalamu'alaikum Wr.Wb Semoga Bermanfaat untuk kita semua, khusus nya yang baru menikah....
Wassalamu'alaikum Wr.Wb Salmi Sarkis (30) ---------------------------------------------------------------------------- ------------------------ Kitab Usroh Bila Masyakil (Rumah Tangga Tanpa Problema) oleh Syaikh Mazin bin Abdul Karim Al-Farih, Al-Haura, hal 19-39,77-79. KESALAHAN YANG MENIMPA SEBAGIAN SUAMI 1. Tidak memberikan Ta'lim (pengajaran) agama dan hukum-hukum syrai'at kepada istri. - maka dijumpai adanya istri yang tidak tahu bagaimana cara shalat yang benar. - diantara mereka ada yang tidak tahu hukum-hukum haid dan nifas !! - diantara mereka ada yang tidak tahu bagaimana bergaul yang sesuai syari'at dengan suaminya. - atau bagaimana cara mendidik anak-anaknya dengan pendidikan yang islami. 2. Mencari-cari kesalahan dan menyelidiki aib istrinya. 3. Berbuat dhalim terhadap istri dengan menjatuhkan hukuman-hukuman yang tidak sesuai dengan kesalahan yang diperbuatnya. 4. Termasuk kesalahan suami dalam hak istrinya adalah mengurangi nafkah. 5. Bersikap keras, kaku dan tidak lembut terhadap istri. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda. "Artinya : Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik di antara mereka akhlaknya dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya" [ Diriwayatkan Tirmidzi dalam kirab "An-Nikah". Ia berkata hadits hasan shahih. Lihat 'Silsilah Al-hadits Shahihah' oleh Al-Bany no 284] 6. Suami menganggap rendah dan enggan membantu istrinya dalam pekerjaan rumah. Bahkan sebagian orang-orang bodoh menganggap hal itu termasuk menghilangkan sikap kejantanan. 7. Menyebarkan rahasia istri dan keaibannya. Padahal Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda. "Artinya : Sejelek-jelek kedudukan manusia di sisi Allah pada hari kiamat adalah suami yang bergaul (bercampur) dengan istrinya dan istri yang bercampur dengannya, kemudian ia menyebarkan rahasia istri" [Diriwayatkan Muslim dalam 'An-Nikah' (bab Tahrim Ifsya'i sirril Mar'ah] 8. dst Wahai suami yang penyayang.. Ketahuilah, tinggalnya seorang istri di rumah tidak memberikan kesempatan untuk beristirahat dan menikmati ketenangan, karena di sisinya ada anak-anak yang harus diasuhnya dan dididiknya agar mereka tumbuh dengan baik. Semua itu membutuhkan kesungguhan diri, hati dan jasmani darinya yang lebih besar dari kesungguhan yang harus engkau curahkan di kantormu atau di pabrikmu. Andai engkau bergantian tugas dengannya, engkau tidak akan mampu mengembannya walau hanya sesaat di siang hari. Bacalah kisah berikut ini sampai selesai agar jelas maksudnya bagimu. Diriwayatkan bahwa seorang pria datang ke rumah Umar Ibnul Khaththab Radhiallahu 'anhu hendak mengadukan keburukan akhlak istrinya. Maka ia berdiri di depan pintu menunggu Umar keluar. Lalu ia mendengar istri Umar bersuara keras pada suaminya dan membantahnya sedangkan Umar diam tidak membalas ucapan istrinya. Pria itu lalu berbalik hendak pergi, sambil berkata : "Jika begini keadaan Umar dengan sifat keras dan tegasnya dan ia seorang amirul mukminin, maka bagaimana dengan keadaanku ?". Umar keluar dan ia melihat orang itu berbalik (pergi) dari pintu rumahnya, maka Umar memanggilnya dan berkata : "Apa keperluanmu wahai pria ?" Ia menjawab : "Wahai Amirul Mukminin, semula aku datang hendak mengadukan kejelekan akhlak istriku dan sikapnya yang membantahku. Lalu aku mendengar istrimu berbuat demikian, maka aku pun kembali sambil berkata :"Jika demikian keadaan amirul mukminin bersama istrinya, maka bagaimana dengan keadaanku ?" Umar berkata : "Wahai saudaraku. Sesungguhnya aku bersabar atas sikapnya itu karena hak-haknya padaku. Dia yang memasakkan makananku, yang membuatkan rotiku, yang mencucikan pakaianku, yang menyusui anak-anaku dan hatiku tenang dengannya dari perkara yang haram. Karena itu aku bersabar atas sikapnya". Pria itu berkata : "Wahai Amirul Mukminin, demikian pula istriku". Berkata Umar : "Bersabarlah atas sikapnya wahai saudaraku ..." [Kitab Al-Kaba'ir oleh Dzahabi hal. 179 cetakan Darun Nadwah Al-Jadidah] Oleh karena itu lihatlah kebaikan/kelebihan istrimu setiap engkau melihat kekurangan darinya. ------------------------ Wahai suami yung mulia... Salinan diatas merupakan ringkasan karena panjangnya pembasahan, dan alangkah baiknya seorang suami memiliki dan membaca buku tersebut, sehingga engkau menjadi seorang suami yang penyayang, suami yang penyabar dan suami yang tidak kikir dan suka mengurangi nafkah ..!! ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net ____________________________________________________
