Iran, WASPADA Online

 
Shirin Ebadi adalah wanita muslim pertama yang meraih
penghargaan Nobel untuk kategori perdamaian tahun
2003. Hakim wanita ini dinilai patut dan pantas meraih
penghargaan Nobel Perdamaian, karena aktifitas dan
dedikasinya kepada hak-hak asasi manusia terutama
wanita dan anak di Iran. 
Ia dilahirkan pada tahun 1947. Dia menerima gelar di
bidang hukum dari Universitas of Tehran. Selama tahun
1975 hingga 1979 dia menjabat sebagai presiden
pengadilan kota Teheran. Jabatan tersebut menjadikan
dia sebagai hakim wanita yang pertama kalinya di Iran.


Usai revolusi tahun 1979, dia dipaksa untuk
mengundurkan diri. Saat ini dia bekerja sebagai
seorang pengacara dan juga mengajar di University of
Tehran. Dalam penelitiannya dan sebagai seorang
aktivis, dia dikenal dalam mempromosikan perdamaian
dan solusi demokrasi untuk masalah-masalah serius di
masyarakat. 

Dia berperan aktif dalam debat publik, dan terkenal
serta dikagumi oleh masyarakat umum di negaranya atas
upayanya untuk melindungi kliennya terhadap serangan
fraksi konservatif mengenai kebebasan berbicara dan
politik. 

Di tahun 1966 Human Right Watch memberikan tanda
kehormatan kepada Ebadi, sebagai seorang pemimpin yang
mempertahankan hak asasi manusia atas kontribusinya
terhadap hak asasi manusia di Iran. 

Ebadi mewakili Islam reformasi, dan memperdebatkan
sebuah tafsiran baru terhadap hukum Islam dalam
suasana harmonis dengan menjunjung tinggi hak asasi
manusia, seperti demokrasi, kesamaan hukum, kebebasan
beragama dan berbicara. 

Ebadi adalah aktivis untuk hak pengungsi, wanita, dan
anak-anak. Dia konsisten menerapkan hukum yang telah
dipelajarinya untuk melindungi anak-anak gelandangan
dan diskriminasi hukum terhadap kaum wanita, dan
membebaskan para tahanan yang ditangkap karena
mengekspresikan ketidaksenangan mereka terhadap
pemerintah. 

Ebadi menulis sejumlah buku akademik dan artikel yang
difokuskan pada hak-hak asasi manusia. Salah satu dari
beberapa bukunya yang diterjemahkan dalam bahasa
Inggris berjudul The Rights of the Child. A Study of
Legal Aspect of Children's Right in Iran
(Teheran,1994). 

Sebagai seorang pengacara hukum, dia terlibat dalam
sejumlah kasus politik yang kontroversial. Dia menjadi
pengacara untuk keluarga dari penulis dan kaum
intelektual yang menjadi korban dari pembunuhan
berseri di tahun 1999-2000. 

Dia bekerja secara aktif dan sukses membuktikan bahwa
kepala universitas tersebut berada dibelakang serangan
terhadap para mahasiswa di Tehran University di tahun
1999, dimana beberapa mahasiswa tewas. Namun, sebagai
konsekuensinya Ebadi dipenjara. (klc) (bps) 
 
source : http://waspada.co.id/seni_&_budaya/tirai/artikel.php?article_id=39610

________________________________________________________________________
Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" 
your friends today! Download Messenger Now 
http://uk.messenger.yahoo.com/download/index.html
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke