Assalamualaikum ww
 
Ehemmm ... gimana lah, tapi maukah kita ikut terjun langsung untuk merubahnya .....?
 
Semua carut marut ini?
 
Iko ciek, ehh ... 3 lai carut marut tersebut, nan partamo adolah caleg pusat nomor jadi dari PKB yang katanya berbasis massa Islam itu,  untuk daerah pemilihan Jakarta Zona 1 TB Susanto (aktifis Katolik)
 
Iko nan kaduo (info nan baru dapek, ka di-cek ka-sumber-nyo) caleg pusat untuk nomor jadi dari PBB sebuah parpol yang berazas Islam yang katanya juga partai dakwah itu menggandeng seorang aktifis Protestan yang bermarga Girsang (?) untuk daerah pemilihan Medan (?) 
 
Lah ambo cubo akses ka website Sabili, sayang hang baru, tapi dimajalah Sabili terbitan terakhir bisa dibaco, kabnayo ado pulo ditampilkan rekomendasi dari ketua PBB
 
Nam ciek ko dari SCTV / Liputan6 kapatang:
 
Liputan6.com, Banda Aceh: Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, Senin (8/3), gagal menangkap Saiful Hayat, anggota DPRD Kota Banda Aceh yang diduga terlibat korupsi sebesar Rp 5,7 miliar. Anggota Dewan itu tidak ada di rumah kecuali istri dan anaknya saja. Saiful Hayat, menurut sang istri, tengah berada di luar kota.

Saat ini, anggota DPRD Kota Banda Aceh yang sudah ditahan sebanyak 12 orang, termasuk seorang ketua dan dan wakil ketua Dewan. Para tersangka diduga menggelapkan dana sebesar Rp 5,7 miliar dalam kasus pembelian kendaraan pribadi. Tim Penyedik Kejati Aceh sejauh ini sudah menyita enam kendaraan yang diduga dibeli dari uang haram tersebut.

Anggota Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Aceh Mohamad Adnan memastikan, 28 dari 30 anggota DPRD Kota Banda Aceh terlibat dalam kasus pembelian kendaraan pribadi itu
 
Tiga tersangka dari Fraksi TNI/Polri akan diserahkan ke oditur militer. Sedangkan dua anggota lainnya telah meninggal dunia sebelum kasus ini diproses.
 
Dua anggota Dewan yang dinyatakan tidak terlibat dalam kasus tersebut adalah berasal dari Partai Keadilan Sejahtera.
 
Delapan tersangka sudah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Banda Aceh
 
[baca: Anggota DPRD Banda Aceh Diperiksa Kejati Aceh ].(YYT/Muhtaruddin Yaakub)
 
note:
Dek wakatu lah samakin dakek, seperti peringatan nan dikirim rekan dibawah ko, kinilah saatnyo nan lah didepan mata untuk turut aktif melakukan perubahan, kecuali kito manunggu 5 tahun lo sudah ko ditaun 2009, itupun kok lai juo panjang umua 
 
wasalam
abpiliang

Dewis Natra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Sentilan cukup menarik juga dari milis tetangga
Is
-----Original Message-----
From: Denny Indrayana [mailto:denny
 
 Siapa bilang Indonesia miskin-papa. Salah besar,
bohong benar. Indonesia negara kaya raya. Negeri
makmur-subur, damai-sentosa. Indonesia hanya
pura-pura miskin; pura-pura banyak utang;
pura-pura banyak teroris; pura-pura banyak
masalah. Sejatinya, Indonesia adalah negeri paling
bahagia di seluruh dunia, di seantero jagat raya.

Dunia yang mengira Indonesia miskin, tertipu.
Mereka hanya melihat kulit, tidak melihat isi.
Dunia terpana tampilan luar fisik Indonesia yang
coreng-moreng-bopeng, padahal itu hanya topeng.
Sebenarnya Indonesia bukan negeri gepeng
(gelandangan pengemis), tapi bangsa yang
keren-mentereng.
.........................cut ...............

Mau tahu resepnya Indonesia begitu hebat? Hanya
satu kata: TAAT.
 
Pemimpin Indonesia semua terhormat-bermartabat. Bayangkan saja, koruptor di Indonesia itu agamanya, waduh�luar biasa kuat! Sholatnya, tak pernah tinggal. Puasa Senin-Kamis, selalu dijajal. Fakir-miskin, sering mendapat hadiah massal. Istighfar, selalu dilafal. Supaya semua ibadah itu jadi contoh-tauladan, disiarkanlah oleh televisi secara nasional.

Itu baru kelasnya koruptor. Tentu, kelas
alim-ulama Indonesia jauh lebih mulia. Makanya
banyak calon presiden yang demam pesantren. Meski
hanya bertandang menjelang dead line. Seandainya
saja Pemilu tiap harian. Tentu pesantren akan
kebanjiran orderan. Meski KPU pasti ogah beneran,
karena kebayang pusing tujuh putaran, memikirkan
kotak suara dan kertasnya yang tak juga sampai ke
tujuan.

Di Indonesia agama itu difahami amat hakiki. Agama itu ada, dikala orang tidak perlu mengingatnya. Orang yang beragama, tidak perlu selalu pamer keberagamaannya . Jika perlu, pura-pura saja lupa.

Sholat-puasa biasa, korupsi juga jalan apa-adanya.

Demikian juga deologi. Itukan mainan menjelang pemilu yang paling layak di jual-beli. Paling mudah dibungkus rapi. Otak dibungkus pikiran libertarian; mulut dihias nyanyian agamawan;tangan di sarungi kebiasaan fasis; perut dibaluti ajaran kapitalis; dan bawah perut mengobral goyang liberal (provoked by Anies Baswedan).

Ah�sudahlah. Pokoknya Indonesia itu tidak bisa
dilihat dengan mata biasa. Adanya, seperti
tiadanya

Jadi, siapa bilang korupsi itu membawa cilaka

PEMILU tinggal 30 hari lagi.
Denny Indrayana


Do you Yahoo!?
Yahoo! Search - Find what you�re looking for faster.
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke