|
Assalamu'alaikum wr wb, Adrisman wrote: Sanak Adrisman, yang anda tulis dibawah ini kebenarannya mungkin mendekati 100 % . Sifat asli orang kita mungkin tidak telaten. Urang awak ingin dapek pitih capek, mako manggaleh bidangnyo. Di kampuang ambo , mungkin juo ditampek lain , urang indak mamanfaatkan tanah kosong, bahkan manam sayua pun urang indak namuah. Mungkin juo dek pola makan urang awak nan indak sehat, indak namuah makan lalap. jadi untuak apo ditanam sayua. Tapi katiko ambo ketek dikampuang urang gaek ambo manam sayua kaliliang rumah, nan lain antahlah lupo ambo.Assalamu'alaikum wr.wb. Sanak Z, Apo iyo kabanyo KUT iko merupakan salah satu lahan subur untukkorupsi para pejabat. Kalau iyo mungkin sajo pinjaman nan sampai ka para petani itu alah bakurang banyak.Mungkin sajo pinjaman itu indak cukuik untuk dipakai usaho tani..., atau karano urang awak ahlinyo cuma jadi tukang galeh, mungkin juo bertani itu bukan pilihan nan cocok......:) antahlah, apo nan salah diurang awak iko...., jadi anggota dewan, sadonyo masuak penjaro, jado petani, antah bilo ka panen nan jaleh utang manumpuik juo taruih. Antah apo nan salah, yo mungkin dek karano alah lupo jo tujuan hidup. baa kabanyo tampek wisata diawak tu....?, manga indak iko sajo nan awak kembangkan bia jadi tampek wisata nan bergengsi.... Kalau "tampek wisata", hal ini harus benar benar dipersiapkan. Bukan hanya sarana fisik tapi yang utama kesiapan masyarakatnya. Kita masyarakat Minang membawakan Islam, saya kira anda setuju. Nah mampukah kita menampilkan Islam yang moderen dalam segala aspeknya. Yang terjadi sekarang adalah erosi budaya Islam dan budaya Minang yang menurut saya parah. Tingkah laku orang Minang tidak lagi Islami dan tidak lagi Minang. Saya teringat kurang lebih 15 tahun yang lalu seorang guru anak saya berkebangsaan Inggeris bilang "Now, I know why you are so fanatic in bringing up your child". Waktu itu dia baru kembali dari Bukittinggi. Tapi sekarang kalau dia kesana lagi saya tidak tahu apa yang akan disampaikannya. Bagi orang asing yang berwisata kesuatu tempat, yang dicarinya adalah ciri khusus tempat itu. Orang asing yang datang ketempat yang budaya Islamnya menonjol tentu tidak akan mengharapkan disuguhi minuman keras atau pelacu, atau tarian seksi seperti yang pernah disampaikan salah seorang netter RN .. Namun orang kita sudah salah kaprah, itulah yang mereka suguhka untuk menarik wisatawan. Bulan Juli 2002 saya pulang bersama suami dan anak perempuan saya, kami menginap semalam di Pangeran beach hotel di Padang. Jam 2 malam ada orang mengetuk pintu , saya intip dari lobang ada dua orang pemuda diluar, satu didepan pintu saya dan satu bersandar dipintu kamar didepan kamar saya. Saya buka pintu sedikit ( karena ada pengaman dan juga ada suami, jadi nya berani ), mereka kedua duanya melongo dan tertegun melihat saya dan sambil bilang oh mereka pergi. . Kita lapor ke front desk, jawabannya santai "maaf". Saya baru ingat waktu ngambil kunci suami saya sendirian , kita ikutnya belakangan. Silakan anda pikir sendiri, mau nawarin apa mereka, perempuan atau narkotik atau VCD porno .Teman saya di Jakarta bercerita, menurut saudaranya dikampung gadis tetangganya pergi malam pulang pagi. Nah kalau ada wisata yang datang ke Sumbar tentu dia akan mengagumi indahnya alam anugerah Tuhan kepada orang Minang, tapi indah alam itu tidak dipelihara, tapi dikotori. Waktu saya pulang itu, saya pergi ke Embun Pagi untuk menikmati indahnya pemandangan danau Maninjau. Ditempat yang begitu nikmat untuk bersantai atau membaca ,dengan udara yng begitu sejuk , yang kita temukan adalah sampah bekas makan dan minum dan apa saja dimana mana . Pilu hati melihatnya. Saya pergi ke Harau di Payakumbuah , kondisinya sama . Banyak tempat yang saya kunjungi, saya hanya pilu, belum lagi pasar bawah Bukittinggi yang semrawut dan kotor Betapa pintarnya orang dulu menata pasar. Pasar daging dan pasar ikan ditarok dilereng , jadi tak ada air tegenang dan bau amis bisa terbang dibawa angin, sekarang ditarok dipasar bawah, airpun tergenag dimana mana. Saya pernah menonton acara TV discovery, travel dan adventure dalam acara kunjungan kedaerah muslim di Cina , waktu berbelanja di pasar dia mengatakan " anda tidak usah takut tertipu disini, karena mereka orang muslim". Hati saya bangga sekaligus ciut, akankah kesan yang sama mereka ucapkan kalau mereka berkunjung ke daerah kita. Saudara Adrisman saya tidak tahu sudah berapa lama anda merantau. Negeri kita bukan lagi yang dulu. Banyak sekali hal yang harus dilakukan dan akan memakan waktu yang lama . Mohon maaf bagi yang tidak berkenan dengan tulisan in Wassalam Isna H. |
____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net ____________________________________________________
