Menara Jakarta, Ikon Prestisius Pengikut Kristus?

Publikasi: 26/04/2004 17:43 WIB

eramuslim - Kamis, 15 April lalu, Pemda DKI Jakarta ketiban mega proyek, tepatnya pembangunan Gedung Menara Jakarta di kawasan bekas Bandara Kemayoran Jakarta Pusat. Gubernur Sutiyoso yang diundang pada acara peresmian peletakan batu pertama bangunan bergengsi setinggi 558 meter itu, boleh jadi merasa bangga. Pasalnya gedung itu bakal menjadi bangunan tertinggi di dunia, mengalahkan Gedung Petronas kebanggaan rakyat Malaysia. Tapi bayangan gedung itu akan menjadi ikon pusat multi aktivitas kebanggaan Indonesia tiba-tiba berubah, ketika berhembus isu, bahwa Menara Jakarta sesungguhnya merupakan simbol kedigjayaan kaum Nasrani di negeri mayoritas Muslim ini. Betulkah isu itu?

Kebenaran isu tersebut memang patut ditelusuri. Pasalnya pada saat hari peresmian dimulainya pembangunan gedung yang semula diperkirakan akan menjadi simbol kebanggaan warga Jakarta bahkan mungkin rakyat Indonesia itu, Gereja Bethany juga mengadakan acara doa bersama pada malam harinya (lihat situs Bethany). Do'a itu memang terkait dengan mulai dibangunnya Gedung Menara Jakarta. Dalam acara misa itu, latarnya jelas sekali memperlihatkan gambar maket gedung yang pembangunannya akan menyedot dana sekitar 1,4 triliun rupiah itu. Tulisan besar latar misa itu adalah, "Menara Doa Jakarta" dengan gambar seorang pendeta yang sedang berkhutbah di sebelahnya.

Gereja Bethany Jakarta yang ikut bergabung dalam komunitas Jakarta Revival Center, bermarkas di Gedung Pusat Niaga Lantai 5, Kemayoran Jakarta Pusat, ketika dikonfirmasi eramuslim juga mengakui, pihaknya ikut terlibat langsung dalam proses pembangunan gedung tersebut. Informasi yang eramuslim terima dari mereka menyebutkan, Gereja Bethany ikut mendanai pembangunan Gedung Menara Jakarta. Namun sumber Bethany yang tidak mau menyebutkan namanya itu mengaku, dia tidak tahu berapa besarnya. Dana itu kata sumber tadi, dikumpulkan dari gereja-gereja lainnya, bukan Bethany saja.

Sumber itu juga mengatakan, kalau di Menara Jakarta nantinya akan dibangun pusat peribadatan (Worship Center) seperti yang ada di Surabaya. �Dan itu adalah obsesi dari pimpinan Gereja Bethany Pdt.DR. Abraham Alex Tanuseputra. Pimpinan kami mengaku dia mendapat perintah dari Tuhannya untuk membangun pusat-pusat ajarannya, salah satunya yakni Menara Doa (lihat situs Bethany),� tutur si sumber pada eramuslim via telepon.

Ditanya tentang seberapa jauh keterlibatan Gereja Bethany dalam proses pembangunan Gedung Menara Jakarta (GMJ), sumber tersebut menolak memberikan keterangan. Menurutnya, pimpinan-pimpinan di Bethany pun saat ini sedang melakukan gerakan tutup mulut, dan mengambil posisi untuk tidak mengomentari soal pembangunan GMJ.

Sebelumnya tersiar kabar, proyek besar itu adalah proyek Pemda DKI Jakarta, yang biayanya diambil dari APBD. Tapi berita itu juga dibantah oleh Kepala Biro Humas dan Protocol DKI Jakarta, Muhayat. Sepengetahuan dia, kata Muhayat, Menara Jakarta murni proyek swasta bekerjasama dengan Badan Pelaksana Pengendalian Pembangunan Komplek Kemayoran (BP3KK). Jadi bukan proyek Pemda DKI, akunya.

�Dananya murni dari pihak swasta, bukan dari Pemda. Darimana Pemda punya dana sebesar itu. Dana yang dijanjikan pemerintah untuk pembangunan proyek banjir kanal timur saja belum direalisasi,� tutur Muhayat.

Kedatangan Gubernur Sutiyoso sewaktu peresmian peletakan batu pertama, Kamis 15 April lalu, lanjut Muhayat, kapasitasnya hanya sebagai Gubernur DKI Jakarta. �Karena pembangunan Menara Jakarta ada di wilayah DKI Jakarta,� tukas pejabat Pemda DKI Jakarta itu.

Muhayat selanjutnya menuturkan, dia tidak tahu menahu siapa pihak di balik investor yang menggalang dana untuk pembangunan GMJ. Dia juga mengaku tidak pernah mendengar, kalau gedung itu akan menjadi pusat kegiatan bahkan ikon pusat kegiatan Nasrani Indonesia.

Berbeda dengan penuturan Muhayat, seorang wartawan sebuah media massa ibukota, lewat email yang dikirimkan ke eramuslim mengaku, dia sangat terkejut saat menyaksikan upacara peresmian dimulainya pembangunan GMJ yang dibuka Gubernur Sutiyoso. Bagaimana rasa ke-Islamannya tidak tersinggung, tuturnya, ketika dia menyaksikan proses upacara peletakan batu pertama pembangunan GMJ sarat dengan nuansa gerejani. Yang memimpin doanya, kata dia, juga seorang pendeta. �Saya tidak habis pikir, mungkinkah di negeri mayoritas Muslim ini, akan dibangun gedung pusat peribadatan Kristen sebesar ini?� tutur si wartawan.

Menanggapi isu miring GMJ telah disalahgunakan peruntukan pembangunannya, Ketua Badan Pelaksana Pengendalian Pembangunan Komplek Kemayoran, Ir Abdul Muis mengatakan, pihaknya akan menyelidiki kasus tersebut.

Kepada eramuslim, Abdul Muis menuturkan, tanah seluas 4 hektar yang akan menjadi lokasi GMJ, memang milik Sekretariat Negara (Setneg) cq Badan Pelaksana Pengendalian Pembangunan Komplek Kemayoran (BP3KK).

Seperti halnya Muhayat, Abdul Muis juga membantah berita yang menyebutkan Menara Jakarta akan digunakan sebagai pusat kegiatan atau ikon agama Kristen, khususnya dari kalangan Gereja Bethany. Namun saat prosesi peresmian peletakan batu pertama pembangunan GMJ, acara peresmiannya mirip kegiatan kebaktian di gereja, bahkan doanya dipimpin oleh seorang pendeta.

Bahkan sempat diekspos ke publik, bahwa nantinya di lantai teratas Menara Jakarta akan dijadikan pusat peribadatan agama Kristen. Sehingga menimbulkan kesan Menara Jakarta nantinya akan menjadi pusat kegiatan agama nasrani. Mengomentari hal itu, Abdul Muis mengaku telah kecolongan.

Dengan adanya kejadian tersebut, Abdul Muis mengaku sudah memanggil dan menegur 3 direksi dari pihak developer PT Prasada Japapamudja. Ketiganya masing-masing, Direktur Proyek Roesdiman Soegiarso, Direktur Utama Steve Tan, dan Direktur Marketing Ferry Sangeroki.

Selanjutnya Abdul Muis menuturkan, pihaknya menginginkan Menara Jakarta nantinya akan menjadi ikon Indonesia Baru. Dan fasilitas yang tersedia di sana, bukan hanya untuk agama tertentu saja. �Dalam perjanjian dengan pihak developer, jelas disebutkan bahwa pembangunan Menara Jakarta diperuntukan antara lain untuk pusat kegiatan telekomunikasi dan pariwisata,� ungkapnya.

Di sisi lain, Abdul Muis mengaku dia mengetahui, bahwa pihak developer telah menggalang dana antara lain dari Gereja Bethany dengan nilai yang cukup besar. Namun seberapa besarnya, dia mengatakan tidak tahu secara pasti. Muis berjanji, akan melakukan penelitian lebih lanjut tentang masalah dana itu. Pada eramuslim, Ketua BP3KK itu menegaskan, �Kalau nanti terbukti pembangunan Menara Jakarta untuk kepentingan eksklusif agama tertentu, pembangunannya bisa saya batalkan. Kalau perlu pihak kami juga akan mengajukan gugatan hukum.�

Di Menara Jakarta nantinya akan dibangun sebuah ruang serbaguna, yang letaknya berada di bagian teratas podium menara. Keberadaan ruang inilah yang menjadi persoalan. Karena kabarnya tempat ini akan dijadikan pusat kegiatan agama Kristen (khususnya gereja Bethany) terbesar setelah di Surabaya. Ketua BP3KK Abdul Muis mengatakan, ruang serbaguna inilah yang masih menjadi pemikirannya, siapa yang akan menguasai lantai serbaguna itu. Kalau dimiliki atau dibeli oleh kelompok tertentu, maka pihaknya tidak bisa mengganggu gugat pengggunaan atau fungsi ruang tersebut. Padahal menurut dia, ruang serbaguna itu seharusnya bisa digunakan untuk apa saja, seperti seminar, dan lain-lain, bukan hanya untuk kegiatan eksklusif kelompok tertentu saja.

Untuk menghindari kemungkinan GMJ nantinya akan dimanfaatkan oleh agama tertentu saja seperti isu yang merebak sekarang ini, Abdul Muis mengatakan pihaknya sudah membuat sebuah tim kecil untuk mencari solusi. �Bagaimana proyek ini tetap jalan, tapi fungsinya tidak untuk sektoral agama tertentu saja. Sebelum pembangunan proyek ini, pihak kami juga sudah mencoba mengajak pihak-pihak dari agama Islam dan agama lainnya untuk bersama-sama menanamkan investasinya. Tapi tidak ada tanggapan,� tutur Ketua BP3KK itu pada eramuslim. (stn/lena)

____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke