S.Sehan writes:

maaf ikutan dikit nih.
bicara dan diskusi akal dalam kata2 dan logika dasar
tentu sama halnya dengan berkaca tanpa cermin. jadi
mudah2an tak terulang pada polemik tradisional yg
sudah2.



Itulah alasan saya agak bingung jika harus menjelaskan lagi dengan kata-kata saya sendiri dan saya juga khawatir terjatuh dalam debat kusir. Telah jelas di dalam kutipan yang saya kirimkan terutama dalam ucapan 'Ali bin Abi Thalib:
"Andaikata agama itu cukup dengan raâyu (akal), maka bagian bawah khuf (alas kaki) lebih utama untuk diusap daripada bagian atasnya. Aku benar-benar melihat Rasulullah Shallallahu âAlaihi wa Sallam mengusap bagian atas khuf-nya."


Perlu saya perjelas lagi bahwa yang saya kirimkan bukanlah uraian saya pribadi namun merupakan kutipan dari buku seorang ulama (yang saya peroleh di Internet). Isinya pun sebagian besar bukanlah pendapat pribadi beliau namun merupakan atsar-atsar (ucapan-ucapan) dari para shahabat Rasulullah radhiallahu 'anhum.

Mohon maaf jika ada kesalahan atau kurang berkenan.

Wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim
(l. 1980 M/1400 H)


Allah subhanahu wata'ala berfirman (yang artinya):
"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. al-Baqarah 2:216)



____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke