Kalau ingin tahu sejarah rajo minangkabau...
datang ka Pagaruyuang,Baco batu basurek (alah ado urang yang martikan ka ba bahasa
Indonesia.
Tulisan itu diartikan kiro-kiro 10 tahun nan lalu (wakatu ambo masih di SMP)
tapi ado bagian yang indak bisa baco.
Dan disitu ado juo ditarangkankan agamo rajo rajo kito......
tampeknyo.
2km dari pasa Batu sangka ( Ingek di Pagaruyuang).
Soalnyo banyak Batu surek di Batu Sangka.
1.Pagaruyuang
2.Limokaum
3.Kalau indak salah ado juo disaruaso dan juo di Simabua (tapi nan iko ambo alun
mancaliak lai)
thanks / terima kasih
Regards,
Erianto - Engineering Sample
*++62-770-612103 Ext.312
Fax++62-770-612858
*[EMAIL PROTECTED]
> ----------
> From: Evi[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Reply To: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Wednesday, August 23, 2000 11:25 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: RE: [Rantau-Net] "MINANGKABAU STORY"
>
>
>
> -----Original Message-----
> From: [EMAIL PROTECTED]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED]]On Behalf Of Marven
> Sent: Tuesday, August 22, 2000 5:02 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: RE: [Rantau-Net] "MINANGKABAU STORY"
>
>
> Nan kisah sarupo ko pernah juo Ambo baco. Tapi nan jadi tando-tanyo apokah
> kisah iko tu ado bukti tertulisnyo samacam batu basurek baitu? Atau hanyolah
> sebagai Tambo, carito turun temurun! Padahal Urang Minang lebih mirip urang
> Asia dari Urang Macedonia na Eropa tu! Jadi darima sabananyo asal-usul urang
> Minang ko dengan adaiknyo yang agak balain dari suku lain di Nusantara ko?
> Mungkinkah ado ahli sejarah yang manaliti dan bisa manjawabnyo?
> ===================================
>
> Dalam membaca bahwa nenek moyang orang Minang keturunan Alexander The Great
> sebaiknya kita memposisikan diri seperti membaca cerita-cerita mitos suku
> Asmat di pedalaman Irian bahwa nenek moyang mereka adalah dewa-dewa yang
> tinggal di tempat-tempat yang tinggi. Atau seperti membaca mitos raja-raja
> di negara kuno di Afrika, Birma atu Polinesia dalam memelihara kekuasaan.
> Bahkan dalam abad moderen ini masih terdapat klaim bahwa diri mereka adalah
> keturunan Dewa matahari atau memegang titah dari dunia gaib untuk menjaga
> keamanan dan ketentraman negara. Hal-hal seperti ini amat mudah di temukan
> dalam buku-buku sastra kuno sebab klaim keramat dibutuhkan oleh para
> pemegang kekuasaan negara kuno sebagai pusat orientasi yang dapat memberikan
> rasa identitas kepada mereka.
>
> Ketika kesatuan sosial berubah dari kelompok menjadi, suku atau suku
> berkembang berubah jadi masyarakat negara, ketika penduduk tidak lagi
> berjumlah puluhan melainkan ratusan atau ribuan dan tersebar dalam wilayah
> luas yang sulit dicapai dalam lemparan batu, penguasa negara tradisional
> membutuhkan suatu kepemimpinan dimana komponen keabsahan menjadi susuatu
> yang sangat penting. Keabsahan itu tak cukup melalui kewibaan yang bersumber
> pada keahlian, ketrampilan, dan kepandaian dalam hal-hal tertentu saja.
> Disamping itu sebagai manusia biasa amat sulit memenuhi selera semua warga
> negara yang jumlahnya beratus-ratus yang tentunya juga mempunyai kebutuhan,
> kehendak, serta keyakinan yang berbeda-beda pula. Sebagai jalan ke luarnya
> mereka menggunakan konsep-konsep religi guna memaksakan keseragaman
> orientasi pada seluruh warga negara. Pusat orientasi yang dikeramatkan ini
> kemudian memang bisa menjadi alat yang kuat untuk menyeragamkan banyak
> kebutuhan dan kehendak dalam menjaga loyalitas kepada negara yang
> buntut-buntutnya kepada sang penguasa.
>
> Tapi kemudian kekuasaan itu harus di turunkan. Didalam banyak negara
> tradisional, kesinambungan kepemimpinan kerajaan berdasarkan keabsahan
> keturunan, harus di perkuat lagi dengan keyakinan bahwa garis keturunan
> dapat ditarik lebih jauh lagi bahkan sampai ke dewa-dewa. Dengan demikian
> keabsahan keturunan tidak hanya kuat bahkan juga keramat.>
>
> Tampaknya hal yang demikian itu terjadi pula dalam kebudayaan Minangkabau
> kuno.Penguasa saat itu membutuhkan legitimasi heroic Alexander yang bernenek
> moyang Macedonia dengan hanya 30,000 atau 40,000 tentara mampu menginvasi
> Asia Minor, lalu merangsak hampir ke Troy. Setelah mengalahkan Persia ia
> meneruskan legendanya kearah timur Syria dan membuat Darius III bertekuk
> lutut. Setelah itu ia mengepung Phoenicia dan kembali mengalahkannya.
> Dari Syria, Alexander meneruskan barisan penaklukannya sampai ke Mesir,
> menyebut dirinya sendiri sebagai Pharaoh dan menerima penyembahan sebagai
> putra Amon, dewa yang disembah masyarakat Mesir ketika itu.
>
> Cerita-cerita heroic serupa ini lah-- yang kalu benar sewaktu duduk di SD di
> katakan pada kita bahwa nenek moyang orang Indonesia itu datang Asia Minor,
> India, china Selatan -- yang bisa di hubungkan kepada nenek moyang orang
> Minang. Kalau membaca laporan penelitian Charles Jones yang berjudul
> EGYPTIAN AND WEST SEMITIC WORDS IN SUMATRA'S REJANG CULTURE tampaknya ada
> lagi sekelompok orang dari Phoenicia dan Mesir yang datang ke Sumatera
> dengan membawa bahasa mereka dan memberi pengaruh kebudayaan pada kelompok
> bahasa astronesia di mana Minangkabau adalah satu rumpunnya. Dan kalau yang
> terakhir benar adanya, tampaknya cerita seputar Alaxander the Great bukanlah
> isapan jempol belaka. Setidaknya walau kita bukan keturunan Alexander The
> Great kita adalah keturunan orang-orang yang telah ditundukkannya . :>)
>
>
> Evi
>
>
>
>
> Mailing List RantauNet http://lapau.rantaunet.web.id
> Database keanggotaan RantauNet:
> http://www.egroups.com/database/rantaunet?method=addRecord&tbl=1
> =================================================
> Mendaftar atau berhenti menerima dari RantauNet Mailing List, kirimkan email
> Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
> Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
> - mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
> - berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
>
> [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
> =================================================
> WEB-EMAIL GRATIS ... @rantaunet.web.id ---> http://mail.rantaunet.web.id
>
>-------------------------------------------------------------------------------------------------
> WebPage RantauNet http://www.rantaunet.web.id dan Mailing List RantauNet
> adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
> =================================================
>
Mailing List RantauNet http://lapau.rantaunet.web.id
Database keanggotaan RantauNet:
http://www.egroups.com/database/rantaunet?method=addRecord&tbl=1
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima dari RantauNet Mailing List, kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
[email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WEB-EMAIL GRATIS ... @rantaunet.web.id ---> http://mail.rantaunet.web.id
-------------------------------------------------------------------------------------------------
WebPage RantauNet http://www.rantaunet.web.id dan Mailing List RantauNet
adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================