Assalamu'alaikum Wr. Wb
MENGAPA MEREKA BISA ISTIQOMAH?

Saya  pernah menjelaskan tentang keimanan para sahabat  Nabi Saw  yang
mantap dan istiqomah melalui  acara  OPTIMAL  (Obrolan Pemantap Iman dan
Amal) radio Draba 88,3 FM. Acara yang  berlangsung  On Air tiap sore pukul
17.00 WIB itu mendapat  respon  yang menggembirakan dari pendengarnya.
Ketika saya menjelaskan tentang iman  para  sahabat dengan segala
aplikasinya  yang  mengagumkan, meskipun  tantangan  yang datang
bertubi-tubi dan  hambatan  yang tidak  kecil,  seorang akhwat pendengar
menelpon  untuk  bertanya tentang  masalah yang sedang dibahas: "mengapa
generasi  sahabat bisa membuktikan keimanan mereka, apakah karena mereka
hidup pada zaman  Nabi  atau ada faktor-faktor lain,  mengapa  mereka  bisa,

Bagaimana dengan kita pada masa sekarang ini?.

Saya pikir, ini merupakan pertanyaan yang sangat menarik dan ini  menjadi
lebih menarik lagi karena saya menduga sang  penanya adalah  seorang wanita
yang dari tutur kata dan  suaranya  adalah seorang  yang masih muda, mungkin
pelajar dan mungkin juga  mahasiswi.  Karena  jawabannya sanbgat penting
untuk  diketahui  kaum muslimin, saya paparkan melalui tulisan yang singkat
ini.

Dalam kesempatan itu saya tegaskan bahwa untuk menjadi orang yang baik dan
benar tidaklah hanya milik generasi yang hidup pada zaman Nabi Saw, buktinya
masih banyak orang yang hidup pada waktu itu  bukan menjadi pengikut Nabi
Saw, tapi malah  menjadi  penentangnya bahkan mereka mati dalam keadaan
sebagai penentang  Rasulullah  Saw. Dengan demikian tidaklah benar bila ada
orang  yang mengatakan:  "itu kan zaman Nabi, wajar saja kalau  para
sahabat begitu baik, mereka hidup zaman Nabi".

EMPAT KIAT.

Untuk mngetahui bagaimana para sahabat bisa memiliki  keimanan yang mantap
dan istiqomah dalam mempertahankan dan  memperkokohnya, sekurang-kurangnya
ada empat cara yang menjadi  kuncinya. Sebagai  muslim,  sangat penting kita
mengetahuinya  agar  dapat mengupayakan dan menerapkannya dalam kehidupan
ini.


1. Kemauan Yang Kuat.



Adanya  kemauan atau keinginan yang kuat dari  para  sahabat untuk  menjadi
muslim merupakan faktor yang paling  dominan.  Kemauan yang besar ini
merupakan kesadaran diri yang paling berharga. Dengan kesadaran diri ini
membuat seseorang punya rasa  memiliki  terhadap  Islam sebagai agamanya
sehingga dia  akan  selalu mempertahankannya.

Untuk  memiliki  keimanan yang mantap dan  istiqomah  dengan segala
aplikasinya, kitapun zaman sekarang ini  harus  memiliki kemauan yang kuat
untuk menjadi baik, tanpa keinginan atau motivasi  yang  kuat, seseorang
tidak bisa  melakukan  sesuatu secara maksimal, bila sesuatu yang baik
dilakukan, dia akan goyah dengan godaan  dan tantangan yang akan
dihadapinya. Berbeda  dengan  kemauan  dan  kesadaran yang datang dari diri
sendiri  sebagaimana yang diperlihatkan oleh Bilal bin Rabah yang siap
mempertahankan iman meskipun harus menghadapi siksaan yang bertubi-tubi,
begitu juga dengan Yasir dan Sumayyah yang siap mati demi mempertahankan
iman  dan  sahabat-sahabat lain yang karena kesadaran  dari  hati yang
paling dalam, mereka pertahankan keislaman  dirinya  hingga tetes darah yang
terakhir.

2. Pembinaan Yang Intensif.

Ibarat pohon, kesadaran atau kemauan yang kuat untuk menjadi muslim  yang
sejati merupakan akarnya, tapi pohon itu tidak  akan hidup dan bertahan
serta dapat menghasilkan daun yang rindang dan buah yang banyak tanpa
disiram dan dipupuk. Pembinaan yang intensif dan berkesinambungan merupakan
siraman air dan pupuknya. Oleh karena  itu  setelah orang-orang kafir
Quraisy  masuk  Islam  dan menjadi  sahabat Rasul, maka Rasulullah Saw
melakukan  pembinaan yang intensif dan berkesinambungan kepada mereka. Oleh
karena itu pembinaan yang intensif dan berkesinambungan terhadap para
sahabat  mendapat  perhatian yang begitu besar  dari  Rasulullah  Saw
meskipun  sangat  sulit untuk bisa kumpul  dengan  para  sahabat. Rasulullah
tidaklah  putus asa dalam menghadapi  kesulitan  itu. Alternatif  yang
dilakukan oleh beliau adalah kumpul dengan  para sahabat  dan membina mereka
pada waktu malam saat manusia  sedang tidur  dan  bubar sebelum fajar saat
manusia  belum  bangun  dari tidurnya.  Ini  dilakukan oleh Rasulullah Saw
di  rumah  sahabat Arqam  bin  Abi Arqam yang dalam sejarah Islam  kemudian
disebut dengan Darul Arqam.

Dalam membina para sahabat itu, Rasul menekankan pada  aspek memperkenalkan
Al-Qur'an kepada para sahabat agar  mereka  hidup bersama Al-Qur'an,
mensucikan jiwa mereka dari sifat-sifat tercela dan mengajarkan kitab dan
hikmah, dari pembinaan yang intensif inilah  para  sahabat dikikis sifat
dan  sikap  kejahiliyahannya hingga memiliki sikap dan prilaku yang Islami,
Allah Swt  berfirman  yang  artinya: Dialah yang mengutus kepada  kaum  yang
buta huruf  seorang Rasul diantara mereka, yang membacakan  ayat-ayat-Nya
kepada  mereka,  mensucikan mereka  dan  mengajarkan  kepada mereka  kitab
dan  hikmah. Dan  sesungguhnya  mereka  sebelumnya benar-benar dalam
kesesatan yang nyata (QS 62:2).

Ini  berarti, bila kita menghendaki lahirnya generasi  Islam yang  istiqomah
dalam keislamannya,  diperlukan  pembinaan  yang intensif  dan kaum
musliminpun harus mengikuti program  pembinaan tersebut.

3. Keteladanan Yang Meyakinkan.

Keteladanan  yang baik dari para pembimbing  umat  merupakan sesuatu yang
mutlak diperlukan guna memantapkan keyakinan  mereka terhadap  kebenaran
Islam. Meskipun seseorang sudah  tahu  bahwa ajaran  Islam harus
dilaksanakannya dan dihadapan  Allah  masing-masing  orang  bertanggungjawab
atas apa  yang  diperbuatnya  di dunia,  tetap saja tanpa keteladanan yang
baik,  seseorang  masih kurang  mantap keislamannya. Itu sebabnya,
Rasulullah  Saw  tidak hanya mengajarkan dan menyebarkan ajaran Islam kepada
para  sahabatnya, tapi beliau juga menjadi teladan atas mereka dalam
perwujudan ajaran Islam dalam kehidupan nyata, dan para sahabat karena
mengharap ridha dan perjumpaan dengan Allah Swt, mereka  berkenan meneladani
Rasul Saw dalam kehidupan sehari-hari dalam  berbagai aspek  kehidupan.
Allah Swt berfirman yang artinya:  Sesungguhnya telah  ada  pada  (diri)
Rasulullah itu suri  teladan  yang  baik bagimu  (yaitu)  bagi  orang yang
mengharap  (rahmat)  Allah  dan kedatangan hari akhir dan dia banyak
menyebut Allah (QS 33:21).

Oleh  karena itu pada saat kita mengharapkan lahir  generasi terbaik yakni
generasi Qur'ani, sangat diperlukan adanya  keteladanan  yang baik dari
pemimpin umat dan  tokoh-tokoh  masyarakat. Tanpa  keteladanan  yang  baik
dari kita  semua,  jangan  terlalu banyak kita mengharap lahirnya generasi
terbaik itu.

4. Kerjasama Yang Solid.

Hal lain yang sangat penting untuk mendapat perhatian  dalam melahirkan
generasi terbaik adalah tantangan, hambatan dan godaan yang  tidak kecil.
Saking besar dan beratnya tantangan,  hambatan dan  godaan  itu, Rasulullah
Saw menyadari bahwa  hal  itu  tidak mungkin bisa dihadapi oleh seorang
diri. Itu sebabnya beliau amat menekankan agar para sahabat memiliki rasa
kebersamaan dan persatuan yang kokoh sehingga dapat saling bekerjasama dalam
mengokohkan keimanan dikalangan sesama mereka. Sebagai salah satu  contoh
yang terjadi pada masa Rasul adalah ketika Bilal mendapat siksaan yang
bertubi-tubi dari tuannya karena mempertahankan iman dan itu hanya bisa
diselamatkan dengan cara membebaskan Bilal dari status budak, maka sahabat
Abu Bakar yang memiliki kekayaan yang  banyak tidak segan-segan mengeluarkan
hartanya guna membebaskan Bilal.

Kerjasama  yang  solid, ukhuwah yang indah  dan  kebersamaan yang  mantap
merupakan salah satu pilar penting dalam  pemantapan iman,  apalagi  memang
sudah terbukti kalau  syaitan  amat  sulit menggoda  manusia yang memiliki
kemantapan dalam berjamaah  sebagaimana yang diumpamakan oleh Rasul Saw akan
berani dan  mudahnya srigala memakan kambing yang berpisah dari kelompoknya,
Rasulullah Saw bersabda: Sesungguhnya  srigala  hanya memakan kambing yang
tersisih  dari kawannya.

Dengan demikian, harus kita sadari bahwa menjadi muslim yang sejati bisa
dicapai oleh siapa saja, dimana saja dan kapan  saja, tidak hanya oleh
mereka yang hidup sezaman dengan Rasulullah Saw, atau  hanya bagi kalangan
ulama, ini perlu  dipertegas  mengingat ayat-ayat  dan  hadits-hadits yang
mengharuskan kita  tunduk  dan patuh kepada Allah Swt tidak hanya ditujukan
kepada para  sahabat dan para ulama, tapi juga kepada kita semua kamu
muslimin  hingga hari  kiamat  nanti. Karena itu untuk menjadi muslim  yang
baik, diperlukan  kesungguhan dari kita semua dan untuk itu  Allah  Swt
menguji siapa saja yang sudah mengaku beriman agar terbukti  mana yang
sungguh-sungguh dan mana yang tidak.

Drs. H. Ahmad Yani

Email: [EMAIL PROTECTED]

Mailing List RantauNet http://lapau.rantaunet.web.id
Database keanggotaan RantauNet:
http://www.egroups.com/database/rantaunet?method=addRecord&tbl=1
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima dari RantauNet Mailing List, kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]

[email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WEB-EMAIL GRATIS ... @rantaunet.web.id ---> http://mail.rantaunet.web.id
-------------------------------------------------------------------------------------------------
WebPage RantauNet http://www.rantaunet.web.id dan Mailing List RantauNet
adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================

Kirim email ke