Wa'alaikum salam
Pendapat saya : Beruntunglah anak-anak yg sekolah SDnya di Sumbar.
wassalam
> ----------
> From: Z Chaniago[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Reply To: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Wednesday, November 15, 2000 7:00 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [RantauNet] Mengembalikan Minangkabau melalui Buku
>
> Assalamu'alaikum WW
>
> Ado nan tatingga dari Republika kapatang, Selasa 14 Nov 2000,
> http://www.republika.co.id/cetak_detail.asp?id=11108&kat_id=5, mungkin
> usao
> iko paralu didukuang samo kito sadonyo..
>
> Wassalam
> Z Chaniago - Palai Rinuak
>
>
> Sampaikan kepada rekan Cetak berita ini
>
> Selasa, 14 Nopember 2000
> Mengembalikan Minangkabau melalui Buku
> Laporan: rul
>
> PADANG -- Bagaimana mengembalikan generasi muda ke 'alam' Minangkabau?
> Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar bekerjasama dengan
> Yayasan Sako Batua, belum lama, menerbitkan buku 'Budaya Alam
> Minangkabau'.
> Buku tersebut dibagikan gratis ke seluruh SD di provinsi tersebut.
>
> Berkaitan dengan penerbitan tersebut, Ketua LKAAM Sumbar, H. Kamardi Rais
> Datuk P.Simulie kepada Republika di kantornya, kemarin, mengungkapkan
> pengetahuan adat dan budaya Minangkabau generasi mudanya, kian dangkal.
> Bahkan, ia melukiskan, pengetahuan itu berbanding terbalik dengan
> pengetahuan lainnya. ''Kita tidak bisa hanya prihatin saja, harus
> berbuat,''
> katanya.
>
> Mencontohkan mendangkalnya pengetahuan itu, Kamardi mengungkapkan, anak SD
>
> kini tak tahu bagaimana cara makan menurut adat Minang, cara berkata-kata.
>
> Mereka juga tahu garis keturunan matrilinial, harta pusaka rendah dan
> pusaka
> tinggi. Menurut Kamardi, dalam kurikulum muatan lokal, untuk Sumbar telah
> disepakati mata ajar Budaya Alam Minangkabau (BAM) harus diajarkan. ''Buku
>
> yang kami terbitkan, berusaha menjelaskan isi tambo dan sejarah,'' kata
> Kamardi.
>
> Menilai penerbitan buku yang dicetak lebih 20 ribu eksamplar itu penting,
> ia
> memperkirakan, sejak bertahun-tahun orang Minang melecehkan tambo sendiri.
>
> Pasalnya, mereka tergila-gila dengan sejarah teks book. ''Padahal menurut
> para ahli, tambo menyimpan makna sejarah, terutama makna simbolis, di situ
>
> filsafah hidup orang Minang dituturkan,'' katanya.
>
> Ia menamsilkan, pelecehan terhadap tambo ini ibarat melecehkan dukun
> beranak, karena sudah ada bidan. ''Padahal ia dulu lahir ditolong oleh
> dukun
> beranak, tapi kini ia anggap dukun beranak itu tidak ada gunanya, lupa
> sejarah, lupa tempat berpijak,'' kata pria yang dipanggil Datuk ini.
>
> Agar tidak lupa dengan bumi tempat berpijak, menurutnya, LKAAM berusaha
> menyebar rasa keminangkabauan itu kembali kepada anak-anak. ''Sepanjang
> Orde
> Baru atau sejak peristiwa G30 S/PKI 1965, pelajaran adat nyaris tidak
> diberikan lagi di desa-desa,'' katanya.
>
> Buku yang diharapkan menjadi pegangan guru untuk mengajar budaya Minang
> itu
> merupakan pelajaran lengkap adat dan budaya Minang. ''Jika anak-anak sudah
>
> tamat SD, maka ia sudah tahu adat Minang, tinggal ia menerapkannya setelah
>
> dewasa,'' katanya. Pelajaran di buku itu diberikan mulai kepada siswa
> kelas
> III SD.
>
> Lalu apa tanggapan pelajar SD di sana? ''Buku BAM itu, bagus, saya baru
> tahu
> kalau orang Minang itu pintar berkata-kata,'' kata Jombang Santani
> Khairen,
> murid kelas IV SD Adabiah II Padang. Jombang mengaku asyik belajar adat
> Minang. ''Saya juga belajar Menhir dan agama Budha di Minang, serta bentuk
>
> rumah gadang,'' katanya pula.
>
> Hal yang sama diungkapkan Seruni Puti Rahmita. Menilai isinya bagus --
> tetapi mutu cetaknya kurang -- pelajar kelas III SD ini baru mengetahui
> adat
> istiadat Minang. ''Saya baru belajar buku jilid satu, soal cara berbicara,
>
> cara duduk, cara berjalan, cara bertamu ke rumah orang dan cara bertegur
> sapa,'' urainya.
>
> Di buku tersebut antara lain diajarkan tambo sebagai berikut: Di mano asa
> titiak palito/di baliak telong nan batali/di mano asa nminiak kito
> dari puncak gunuang Marapi (Di mana asal titik pelita/di balik telong nan
> bertali/di mana asal nenek kita/dari puncak gunung Merapi).
>
>
Mailing List RantauNet http://lapau.rantaunet.web.id
Database keanggotaan RantauNet:
http://www.egroups.com/database/rantaunet?method=addRecord&tbl=1
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima dari RantauNet Mailing List, kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
[email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WEB-EMAIL GRATIS ... @rantaunet.web.id ---> http://mail.rantaunet.web.id
-------------------------------------------------------------------------------------------------
WebPage RantauNet http://www.rantaunet.web.id dan Mailing List RantauNet
adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================