Sebagian kecil mungkin ada, dan mungkin ini yang diperbaiki oleh kaum
Wahabi. Tapi apakah benar pernyatan dan sikap kaum Wahabi seperti itu,
terlepas benar atau tidaknya semua orang Islam pun disuruh/ diamanatkan
untuk melawan kemungkaran/kemaksiatan dengan tahapan bertingkat dan doa
tahapan yang paling lemah. Dan sampai sekarang, Tuanku Imam Bonjol masih
dianggap sebagai pahlawan besar bagi orang Minang. Jadi informasi dari Darut
Tauhid itu perlu dicari sumbernya kebenarannya.

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED]]On Behalf Of MULYADI
Sent: Friday, December 15, 2000 12:19 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: RE: [RantauNet] ada yg tahu sejarah
Importance: High


Dari milist Darut_tauhit  ( [EMAIL PROTECTED] )nama pengirimnya
he-man alamat e-mailnya lupa, nanti dech kalau dia mengirim e-mail lagi saya
beri tahu...?

Saya hanya ingin tahu saja, apakah benar dahulunya minang seperti itu..?



> ----------
> From:         Marven[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Reply To:     [EMAIL PROTECTED]
> Sent:         Friday, December 15, 2000 8:08 AM
> To:   [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      RE: [RantauNet] ada yg tahu sejarah
>
> Sebenarnya justru pernyataan2 tendensius seperti ini yang memecah-belah
> umat
> Islam. Yang diutamakan adalah filtering thd suatu pernyataan baru.Kenapa
> sesama Umat yang berbeda pendapat atau malah berbeda Umat mesti berperang?
> Oh iyo istilah 'Baampok di lapau2(koa, domino jo pitih)' atau Maadu Ayam
> masih ado ndak yo dikampuang awak? Kalau boleh tahu Pak Mulyadi,informasi
> ini dari mana ya?
>
> -----Original Message-----
> From: [EMAIL PROTECTED]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED]]On Behalf Of MULYADI
> Sent: Thursday, December 14, 2000 9:58 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [RantauNet] ada yg tahu sejarah
> Importance: High
>
>
> Saya dapat artikel spt di bawah ini :
>
> Ada yg tahu tidak, sejarah yg satu ini, bisa bagi2 ilmunya doong...?
>
> wassalam
>
> Wahabi
> ada yang menrik dari sini kalau dihubungkan dengan kaum Wahaby ,
> kedatangan
> tiga ulama minangkabau dari Arab membawa paham wahaby ke minangkabau ,
> paham mereka ternyata berbenturan dengan paham kaum muslimin lainnya
> di minangkabau , lalu mereka menyebarkan fitnah bahwa orang minang suka
> main perempuan , minum tuak , berjudi dan menyabung ayam untuk membuat
> alasan agar bisa memerangi kaum muslimin lainnya dan dipimpin sejumlah
> panglima perang (sekitar 9 orang ) yang salah satunya Tuanku Imam Bonjol.
> Padahal masyarakat minangkabau sejak jaman dahulu selalu mengutamakan
> prinsip musyawarah bahkan ada pepatah yang terkenal di kalangan orang
> minang "masak nasi karena bersilangan kayu di tungku" yang menandakan
> bahwa perbedaan pendapat justru membawa kemajuan dan bertentangan
> dengan kaum wahaby yang selalu mengutamakan pendekatan senjata dan
> kekerasan.Akar permasalahan sebenarnya bukanlah tuduhan kaum
> wahaby (yang juga sampai sekarang masih ditulis di buku-buku sejarah) ,
> melainkan karena adat orang minang yang beraliran matriakat dimana
> menempatkan pihak perempuan disini pihak ibu sebagai pihak yang
> paling diagungkan atau ditinggikan kemudian disusul pihak paman ,
> sedang dalam paham wahaby sebagaimana paham yang berkembang
> pada masa Arab jahiliyah menempatkan paham patriaki
> dimana pihak perempuan dianggap manusia kelas dua , jadi tuduhan dan
> fitnah keji bahwa orang minang suka main perempuan adalah sebuah tuduhan
> yang mengada-ngada karena masyarakat adat minangkabau sangat
> menghormati perempuan juga tuduhan lain seperti minum tuak dan judi
> sabung ayam , jauh sebelum kaum wahaby menyebarkan ajarannya orang
> minang sudah menganut agama Islam.Sudah karakter kaum wahaby
> bahwa mereka lebih mengutamakan pendekatan senjata dan kekerasan
> seperti juga orang wahaby di Arab Saudi dan Taleban di Afghanistan ,
> sehingga kaum wahaby yang menamakan dirinya kaum paderi menyatakan
> perang terhadap kaum muslim lainnya dan membantai sejumlah ulama
> dan tetua adat minangkabau yang dianggap memiliki paham bersebrangan
> dengan mereka dan pada akhirnya membawa Belanda mengail
> di air keruh dengan melibatkan diri dalam konflik , dalam buku-buku
> sejarah
> selalu disebutkan bahwa kaum adat sebagai pengkhianat padahal dalam
> kenyataan ulama dan tetua adat non wahaby juga melakukan perlawanan
> terhadap Belanda yang hendak menguasai perdagangan pala dan lada
> di tanah minang tapi episode perlawanan kaum non wahaby ini hanya
> menempati porsi kecil dalam sejarah perang paderi , jadi yang terjadi
> di masa itu adalah pertempuran segi tiga antara wahaby/paderi vs
> non wahaby vs belanda bukan wahaby vs non wahaby + belanda
> Pendekatan yang dilakukan kaum wahaby berbeda dengan pendekatan
> yang dilakukan para wali di tanah jawa yang berusaha menyelaraskan
> adat dengan ajaran agama Islam maupun penyebaran agama islam
> di wilayah lain yang terjalin dari hubungan perdagangan dan pernikahan ,
> sedang kaum wahaby mengambil pola kekerasan dan peperangan
> bahkan terhadap sesama saudara sendiri seiman karena paham wahaby
> menganggap diri mereka sebagai penganut Islam yang paling
> benar sehingga halal saja memerangi saudara seiman , seperrti
> yang juga sekarang terjadi di Afghanistan dimana para komandan
> mujahiddin yang dulu memerangi Russia dan Komunis dibunuhi
> kaum Taleban dan juga orang Wahaby yang membantai kaum Syiah ,
> Turki maupun kaum non wahaby lainnya pada masa PD I dan sesudahnya.
>
>
>
> RantauNet http://www.rantaunet.com
> =================================================
> Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
> http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
>
> Atau kirimkan email
> Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
> Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
> - mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
> - berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
> Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
> =================================================
> WebPage RantauNet http://www.rantaunet.web.id dan Mailing List RantauNet
> adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
> =================================================
>
>
> RantauNet http://www.rantaunet.com
> =================================================
> Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
> http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
>
> Atau kirimkan email
> Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
> Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
> - mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
> - berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
> Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
> =================================================
> WebPage RantauNet http://www.rantaunet.web.id dan Mailing List RantauNet
> adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
> =================================================
>

RantauNet http://www.rantaunet.com
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

Atau kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WebPage RantauNet http://www.rantaunet.web.id dan Mailing List RantauNet
adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================


RantauNet http://www.rantaunet.com
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

Atau kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WebPage RantauNet http://www.rantaunet.web.id dan Mailing List RantauNet
adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================

Kirim email ke