dunsanak kasadonyo,
bukannyo ambo indak bihasa bahaso minang. tapi ijinkanlah ambo manulis dalam
bahaso indonesia. samato2 supayo apo nan ado di pikiran ko ta "manifest" kan
kadalam tulisan.
Berikut saya ingin sedikit ikut urng rembug juga pada diskusi ini. Setuju sekali
dengan pendapat saudara/i riri. bahwa tidak hanya infrastruktur fisik saja yang
jadi persoalan investasi di sumbar. saya bukan seorang analist investasi dan
juga bukan seorang analist strategi ekonomi wilayah. tapi ijinkan saya sedikit
mencoba belajar menyumbang saran.
Infra struktur yang jelas2 memang belum mendukung untuk suatu pengembangan
komuniti yang siap bertarung dengan dunia global, mungkin kultur dan budaya juga
jadi persoalan. kedua hal ini jelas hambatan utama yang perlu di tanggulangi.
akan tetapi persepsi saya mengatakan bahwa masalah infrastruktur kita nyaris tak
ada jalan keluar yang optimal. andaikan di tanamkan sebuah investasi jangka
panjang yang membenahi fasilitas pendukung, itu akan menuntuk biaya yang jauh
tidak ekonomis dibanding kawasan lain yang jelas2 akan berorientasi sama dengan
daerah kita yaitu pengembangan budaya dan ekonomi komunitas. dengan kondisi
seperti ini, jelas dalam kerangka pandang ekonomis, daya tarik investasi akan
kalah. belum lagi jika kita harus biocara kultural.
berikut pandangan saya mengenai masalah infrastruktur.
posisi geografis sumbar yg berada di belahan barat sumatera, jelas merupakan
kerugian tersendiri jika di pandang dari sisi logistic. sebelah barat langsung
berbatas dengan samudera india dan belahan lainnya langsung berbatasan dengan
daerah2 yang punya problem dan tujuan yang sama dengan kita. jadi untuk
menciptakan nilai ekonomis dari sisi infrastruktur kita membutuhkan mungkin dua
kali lipat lebih besar biaya nya dibanding beberapa daerah tetangga lain yg
posisinya memang lebih bagus. jika hal ini dipaksakan sudah barang tentu akan
menuntut pengembalian investasi daerah yang lebih besar dan secara langsung akan
mempengaruhi nilai ekonomis investasi lainnya. jadi hampir tak ada jalan keluar
untuk ini. jika melihat kearah barat sebagai daerah distribusi dari output
investasi, itu artinya kita harus "menghadapi" samudera india. dan kawasan
marketnyapun adalah asia kecil sana. dan mungkin belum cukup ekonomis utk saat
ini. jadi melihat kondisi ini, arus investasi ke sumatera terlebih dahulu akan
diserap oleh sumatera belahan pantai timur dan bagian selatan. bukan mau
berputus asa. akan tetapi itulah kenyataan yang ada.
jika kita melihat masalah kultural.
kita harus melihat perjalanan budaya komunitas dimanapun itu. bahwa kultur hanya
dapat di geser oleh perkembangan dan perubahan ekonomi dan teknologi terlebih
dahulu. jadi tak mungkin merubah kultur secara langsung. arus ekonomi dan
teknologi sajalah yang akan merubahnya. dan untuk kedua hal itu, kembali
terlebih dahulu harus ada sebuah gerakan invesrasi dalam bentuk apapun.
juga perlu kita sadari bahwa karakteristik orang padang yg perantau adalah
didorong oleh faktor kultural dan peluang ekonomi. jadi sebenarnya persoalan ini
telah ada sejak dahulu kala dan belum terpecahkan sampai saat ini. dan juga bila
kita mau menyadari kenyataan masa lalu bahwa komunitas sumbar yang bercikal
bakal kerajaan minangkabau ini adalah dari sebuah sejarah menghindar dan
menyelamatkan diri. dimana pemilihan teritorial kerajaan bukanlah karena
pertimbanganm ekonomis. akan tetapi pertimbangan keamanan dari keterdesakan
kerajaan2 lain jaman dulunya. terutama dari majapahit.
dari kondisi ini, untuk keluar dari mata rantai persoalan tsb. haruslah
diciptkan suatu orientasi yang benar2 unik dan spesifik dari wilayah sumatera
barat. diperlukan sebuah perubahan paradigma yang mendasar untuk membangkitkan
perekonomian wilayah sumbar. nah mungkin saudara2 juga mau menyumbang pikiran
untuk ini. pada dialog berikut saya akan coba juga mengemukakan pandangan2 saya.
" hanya sekedar belajar menganalisa realita "
salam
[EMAIL PROTECTED] on 01/05/2001 10:32:43 AM
Please respond to [EMAIL PROTECTED]
To: [EMAIL PROTECTED]
cc: (bcc: Muhammad Luthfi/158/MercedesBenz_NFZ)
Subject: RE: [RantauNet] BIG BANG: LAYAR SUDAH TERKEMBANG
>From: Dedi N
>Sent: Selasa 02 Januari 2001 20:16
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: [RantauNet] BIG BANG: LAYAR SUDAH TERKEMBANG
>Dari sumber daya nan ado ambo danga nagari awak awak lai cukuik noh,
kacuali
>minyak tanah iyo tapaso di import. Listrik di awak balabiah labiah, sampai
>diexport ka Riau, sarato Jambi. Iko sabana no "competitive advantage" bagi
>urang nan punyo pitih untuak mambuek industri di Sumbar.
Dunsanak Dedi dan dunsanak kasadonyo,
mungkin awak paralu untuk meluruskan definisi dari "competitive advantage"
iko. Pemikiran Ambo mengenai membangun "competitive advantage" atau
keunggulan kompetitif provinsi Sumatera Barat menjelang otonomi daerah
pernah Ambo tuangkan dalam bentuk tulisan yang dimuek di harian Mimbar
Minang bulan Agustus 2000 yang lalu. Apo nan dunsanak Dedi ungkapkan di ateh
menurut definisi yang Ambo anut, itu bukanlah "competitive advantage".
Competitive advantage dibangun dengan suatu pendekatan yang sistematis dan
terencana. Tugas siapokah iko ? Tentu sajo tugas semua lapisan warga,
dimotori oleh Gubernur dan Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah)
dan dikontrol dek DPRD.
Competitive advantage harus memiliki suatu framework atau arahan nan jaleh.
Kama Sumatera Barat iko akan dibaok sakian tahun nan akan datang. Apo
strategic positioning nan akan diambiak deh Sumatera Barat. Setelah itu baru
disusun strategi yang integratif untuak mencapai keunggulan tersebut. Nan
Ambo khawatirkan, pembuat kebijakan di Sumatera Barat itu alun memiliki
framework untuk merumuskan competitive advantage tsb.
Salah satu framework nan manuruik Ambo layak dipertimbangkan adolah
framework 4 diamond dan cluster yang disusun oleh Michael Porter, seorang
profesor dari Harvard Business School, yang ditulih dalam bukunyo "The
Competitive Advantages of Nations". Ide 4 diamond dan cluster iko ternyato
alah diterapkan di Amerika Serikat untuak menyusun competitive advantage
beberapa negara bagian (states) di sinan (Porter adolah salah stau penasehat
Presiden Ronald Reagan untuak bidang ekonomi), dan jugo alah dipergunakan di
Italia, dan kiniko akan diadopsi dek Korea Selatan. Pelajaran menarik dapek
awak ambiak dari negara Singapura, yaitu baa caronyo negarako membangun
competitive advantage-nyo.
Berita terakhir nan Ambo danga dari kampuang, Pemda alah membentuk suatu tim
yang terdiri dari berbagai pihak di Sumatera Barat untuk merumuskan hal iko.
Awak berharap banyak dari tim iko. Mudah-mudahan dapek dihasilkan sesuatu
untuk kemaslahatan masyarakat banyak ....
Mengenai investasi di Sumatera Barat, Ambo lumayan banyak tahu beberapo hal
mengenai iko. Ternyato persoalannya cukup pelik, indak samato-mato mengenai
persoalan infrastruktur fisik semato ... Diskusi mengenai iko Insya Allah
nanti Ambo lanjuikan ..
Wassalam
~Riri
RantauNet http://www.rantaunet.com
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
ATAU Kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah
servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================
RantauNet http://www.rantaunet.com
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
ATAU Kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah
servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================