Rekans

DAN PNS DI SULUT TERANCAM TIDAK TERIMA GAJI

(Dulu ada Anekdot, Raja Thailand ingin mencari suami untuk seorang
putrinya. Maka beliau membuat sayembara, pria pertama yang berhasil
membuat gajah putih istana menangis, akan akan menjadi menantunya. Maka
berdatanganlah para pemuda dari berbagai penjuru dunia guna mengikuti
sayembara itu. Tidak sedikit pula yang membawa serta pawang dan dukun
yang sakti mandraguna. Tetapi yang berhasil menyunting sang puteri
jelita adalah Unyil, seorang PNS dari  Indonesia. Lho? Rupanya ketika
Unyil yang  anggota Korpri itu menceritakan bagaimana ia hidup sebulan
dengan gaji yang hanya cukup untuk hidup sepekan, Sang Gajah Putih
langsung menangis  tersedu-sedu)

Sebagaimana diketahui, secara teknis desotda mecakup empat hal besar:
(a) pelimpahan kewenangan sebagaian besar tugas-tugas pemerintahan dari
Pemerintah Pusat kepada daerah; (b) perubahan kelembagaan di pusat dan
daerah; (c) penyerahan sebagian besar PNS kepada daerah, dan (d)
pelimpahan aset.

Di antara keempat hal besar tersebut yang paling kritikal adalah
penyerahan atawa mutasi sebanyak lebih kurang 1,9 juta PNS, karena yang
mengalami mutasi tersebut adalah manusia, yang kalau tidak dilakukan
secara cermat, terencana dan terkendali dengan baik bisa menyebabkan
�Sang Gajah Putih� menangis setiap hari.

Sebagaimana dilaporkan Media Indonesia 6/1/2001:

     �Ribuan pegawai negeri sipil (PNS) di jajaran Pemda Sulawesi
     Utara terancam tidak menerima gaji, karena dana alokasi umum
     (DAU) dan gaji pegawai yang dikucurkan pemerintah pusat untuk
     tahun anggaran baru ini hanya mencapai Rp 111,9 miliar.
     Sedangkan total anggaran yang diperhitungkan pemerintah
     setempat untuk membiayai gaji pegawai sebanyak 11.352 orang
     dan (dibutuhkan) DAU sebesar Rp 120 miliar per tahun.�

Dan jelas hal tersebut di atas tidak hanya kasus Sulut. Sebagaimana
diberitakan Jawa Pos 8/1/2001, H. Soekarwo, SH, MHum, Kepala Dinas
Pendapatan Daerah Proviinsi Jatim, menjawab wartawan Jawa Pos yang
bertanya, �Berarti pelaksanaan otonomi daerah memang sangat prematur?�

     �Menurut saya terlalu berani, sehingga risikonya juga besar.
     Sekarang saja, blunder sudah mulai terjadi. Misalnya gejala
     yang muncul sekarang, beberapa daerah mulai berani menolak
     membayar gaji pegawai dari pusat yang selama ini dititipkan di
     daerah. Gara-garanya DAU yang simpang siur�

Tetapi yang dihadapi para anggota Korpri---yang pengurusnya digaji oleh
Pemerintah tetapi sekarang tidak kedengaran bunyinya---tidak hanya tidak
terbayarkan atau tertundanya pembayaran gaji (membayangkan ini saja saya
sudah merinding) tetapi tidak sedikit pula akan kehilangan jabatan,
posisi dan karir yang sudah dibina bertahun-tahun, yang saya tidak bisa
membayangkan kalau saya yang berada di sana?

Karena itu dengan segala hormat saya kepada integritas, kapabilitas dan
intelektualitas Prof. Ryaas, semestinya beliau tidak mengatakan orang
yang mengeritik UU Otonomi Daerah yang diarsitekinya sebagai �orang yang
tidak tahu masalah�, tetapi tetap di posisi beliau sebagai Meneg
PAN---betapun sulitnya---dan berusaha mereduksi korban yang tidak perlu
dalam proses desentralisasi dan otonomi daerah yang tujuannya sangat
mulia ini. Toh ada juga menteri-menteri yang punya kualitas dan
integritas, misalnya Mentamben dan Meneg LH yang bisa betahan di
Kabinet.

Dan saya tidak heran kalau  �Sang Gajah Putih� masih akan menangis di
hari-hari mendatang.

Tetapi apalah awak ini. Bak mentimun bungkuk, masuk tak genap, keluar
tak ganjil.

P.S. Naskah asli disiapkan untuk Milis Desentralisasi

Wassalam, Darwin Bahar


RantauNet http://www.rantaunet.com
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah
servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================

Kirim email ke