Nah, lah katahuan baraso Tuan Pudin salah surang pandukuang buto Pak Gus
"Buto" Dur.
O Tuan Pudin, awak indak asal malutok se barita nan dibaco/didanga/dicaliak
doh, sarupo nan Tuan katokan tu. Ambo yakin dunsanak awak lai reso jo pareso
bagai tu mah.
Tapi sabalun jauah ado partanyaan ciek, ka Tuan. Apo Tuan picayo jo kamajuan
teknologi, samisal tipi tun. Kalau Nyiak Gus Dur nan 'mangaku-ngaku Presiden
tu, mangecek, dan disiarkan dek tipi, kudian kito caliak dan danga kecek-e,
Apo Tuan ndak yakin? Kalau surang urang se nan mangatokan, baraso Gus Dur tu
ndak parnah bacarito "aadkjHFlkhvfKFDJ" tu mangatokan sarupo tu, dan banyak
urang banyak mangatokan baraso Gus Dur ado mangecekan "aadkjHFlkhvfKFDJ".
Apokoh urang banyak tun dinamokan Lah Tamakan Barito Bohong? 'A iyo ndak
tamakan dek agak-agak ambo doh.
Guuuuuuuuuussssssss Duuuuuuuuuuurrrrrrrrrrr.
dn
----- Original Message -----
From: Syaifuddin Ma'rifatullah <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, January 11, 2001 9:27 PM
Subject: [RantauNet] Siapa mau menjadi Korban Berita ?
> Bismillah, Ar-Rahmaan, Ar-Rahiim
>
> Saya sedikit "geleng-geleng kepala" dengan kelakuan para peserta milis
> Indonesia termasuk milis yang terhormat ini.
>
> Mengapa ?
>
> + Karena mereka mudah terhasut oleh berita !
>
> Siapa bilang, kami ini bukannya orang-orang bodoh ?
>
> + Karena jika ada sebuah berita yang menyangkut seseorang dan orang
> tersebut yang menjadi
> berita misalnya, maka yang langsung disalahkan atau dipuji adalah "orang
> yang menjadi berita" itu sendiri.
>
> Kan wajar kita salahkan, bila misalnya Si Gus Dur itu kata-katanya asal
> mengucap saja ?
>
> + Ya, sepertinya Anda memang benar, karena begitulah yang tertulis di
koran
> atau yang terdengar di radio atau yang terlihat di tivi. Tapi coba jawab
> pertanyaan ini "Anda mengikuti perbincangan mereka dari awal nggak ?",
> karena bila berita yang disampaikan hanya sepotong-sepotong maka hasilnya
> akan berbeda dengan bila kita mengikutinya dari awal sehingga konteknya
> bisa jelas dan jelas juga kemana arahnya.
>
> Ya, masak koran atau radio atau tivi itu berbohong. Kalau berbohong kan
> nanti nggak laku.
>
> + Siapa bisa menjamin mereka selalu jujur dalam memberitakan. Paling
tidak,
> bila mereka tidak memberitakan sesuai konteks-nya karena menutupi sebagian
> beritanya dan membeberkan bagian berita tertentu saja sehingga dapat
> memberikan pemahaman tertentu, mereka sudah dapat dikatakan tidak jujur.
> Jika penyampai berita yang "berbuat dosa" kok orang yang di dalam berita
> itu yang kita salahkan dengan "menghukumnya melakukan dosa" ? Dalam hal
ini
> kita sudah melakukan sebuah dosa karena mengabaikan peringatan Allah pada
> Al-Qur'an Surat Al-Hujuraat ayat 6:
>
> ***49:6***
> Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik [maksudnya
> orang yang sering berbuat dosa - penulis] membawa suatu berita [termasuk
> pembawa berita adalah koran, siaran berita radio, siaran berita tivi -
> penulis], maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu
> musibah kepada suatu kaum [misalnya orang yang diberitakan - penulis]
tanpa
> mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu
> [karena kita kemudian menjadi penggunjing dan menghukum orang itu secara
> salah].
>
> + Kalau begitu yang menjadi korban berita ?
> Yang menjadi korban adalah pertama, orang yang diberitakan dan kedua orang
> yang membaca beritanya karena membeli berita yang menyebabkan dia
> berdosa. Sedangkan si pembawa berita kesenangan menikmati oplah korannya
> yang melimpah dengan hasil penjualan yang lumayan.
>
> Jika Anda termasuk orang yang paling suka dihasut oleh berita, semoga Anda
> dapat menyadarinya mulai sekarang ini. Jangan korbankan diri Anda dan
> keluarga Anda ke dalam api neraka untuk membela orang fasik !
>
> Siapa mau menjadi korban berita ?
>
> Coba saja, nanti akan dapat bermimpi ketemu setan yang berpesta pora
> menjamu Anda. Mau ?
>
> Mohon maaf dan terima kasih.
> As-Salaamun alaikum
> Syaifuddin Ma'rifatullah
>
>
> RantauNet http://www.rantaunet.com
> =================================================
> Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
> http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
>
> ATAU Kirimkan email
> Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
> Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
> - mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
> - berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
> Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
> =================================================
> WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah
> servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
> =================================================
>
RantauNet http://www.rantaunet.com
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
ATAU Kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah
servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================