Saya menyukai Gus Dur karena:
1. Dia presiden paling kocak sedunia. Oleh karena itu, saya selalu menanti
pidatonya di TV dan berharap semoga ada sedikit joke dan hiburan kocak
darinya.
2. Dia presiden paling pengantuk sedunia. Oleh karena itu sering terpampang
fotonya di koran ketika duduk sambil ngorok.
3. Dia presiden paling kharismatik sedunia. Oleh karena itu, kata Mohamad
Sobary, jika Gus Dur mengatakan langit itu berwarna kuning, maka pengikutnya
akan membenarkannya.
Ini bukan ejekan, namun kekaguman yang tulus.

*****
Di jajaran kyai-kyai NU ada seorang kyai yang akrab disebut Gus Mik. Beliau
terkenal sakti karena banyak 'elmunya. Namun kabarnya Gus Mik ini sering
nangkring di Night Club, akrab dengan para artis cantik, dan juga
ikut-ikutan menenggak bir. Ketika saya katakan hal ini kepada seorang teman
yang pengikut NU, "Kyai kok ikutan minum bir yang jelas-jelas haram itu?".
Mau tahu jawaban teman itu? Dengan meyakinkan dia menjawab, "lha, sampeyan
jangan salah! Gus Mik itu terkenal sakti, 'elmunya banyak. Ketika dia minum
bir, nantinya ketika beliau kencing, yang keluar juga bir. Minuman haram itu
tak pernah disaring oleh ginjalnya. Jadi ibaratnya kita mencuci tangan pakai
bir. Itu tak haram toh?"
Saya tak berkutik dengan jawaban itu. Dalam hati saya bertanya-tanya, kok
enggak dikalengin lagi aja bir hasil kencingnya Pak Kyai itu?

*****
Seorang teman orang Jawa Timur bercerita bahwa di kampungnya organisasi
Muhamadiyah baru saja membangun mesjid bagus dengan fasilitas modern. Ada
sound system, juga air keran dari PAM untuk wudhuk para jamaah. Karena
fasilitas-fasilitas baru itu, maka banyak jemaah dari mesjid-nya NU pindah
ke mesjid-nya Muhamadiyah ini. Akibatnya mesjid-nya NU langsung sepi dari
jemaah.
Melihat kenyataan ini, sang Kyai yang merupakan imam di mesjid NU langsung
mengeluarkan pernyataan bahwa Nabi tidak pernah berwudhuk dengan air keran,
jangan mengada-adakan apa yang tidak pernah diadakan Nabi.
Mendengar statement sang Kyai, kontan para jemaah balik lagi ke mesjid NU.

*****
Mungkin karena di Sumbar, Muhamadiyah lebih berpengaruh ketimbang NU, maka
kebanyakan mesjid di Sumbar menyelenggarakan shalat tarawih sebanyak 11
rakaat (including 3 rakaat witir). Lain halnya dengan jemaah NU yang
melakukan shalat tarawih sebanyak 23 rakaat (termasuk witir).
Apa komentar Gus Dur? "Kalau mau shalat tarawih dengan diskon 60%, silakan
ke mesjid Muhamadiyah".
He...he...he..he... Gus Dur memang kocak.

*****
Ketika Mendikbud waktu itu Daud Yusuf, berkeliling pesantren dan berusaha
mengimbau para kyai agar menambah muatan pelajaran umum di pesantren,
sehingga ada keseimbang antara pelajaran agama dengan pelajaran umum.
Seorang kyai lalu berkata, "di pesantren kami tidak ada pelajaran umum,
semuanya pelajaran agama."
"Lho, lalu pelajaran Matematika itu apa?" tanya Pak Menteri
"Itu pelajaran agama," jawab sang kyai.
"Geografi?"
"Juga pelajaran agama!"
"Sejarah?"
"Pokoknya, semuanya adalah pelajaran agama!" tegas sang Kyai mantap.

*****
NU: tradisional dan militan
Muhamadiyah: rasional dan moderat
Seandainya kedua bersatu padu, niscaya takkan ada satu pihak pun yang bisa
mengobok-obok umat Islam di Indonesia. Semoga

Wassalam


RantauNet http://www.rantaunet.com
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah
servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================

Kirim email ke